Lingkungan Hidup

Sudahkah Anda Mengajarkan Anak Tentang Gempa Bumi?

Dari bencana yang telah terjadi di Lombok maupun di Palu, sudahkah Anda mengajarkan anak tentang gempa bumi? Bukan orang tua saja yang harus mengetahui tentang pengetahuan mengenai bencana dan penyebabnya. Anak juga perlu tahu loh. Anak-Anak juga harus diberitahu, agar mereka mengerti ketika bencana gempa bumi terjadi. Mereka harus memahami kalau goncangan yang terjadi bukan kejadian biasa aja. Sehingga mengetahui harus menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.

Mengajarkan Anak tentang Gempa Bumi Sebagai Pengetahuan Bencana

Anak harus memami tentang gempa sesuai dengan ilmu pengetahun. Apa saja yang perlu diajarkan keapada anak? Pengetahuan tentang dasar-sadar apa itu gempa bumi bisa dipelajari anak sejak dini, antara lain:

    • Definisi tentang Gempa bumi.
    • Pergerakan lempeng.
    • Pergeseran tektonik.
    • Gelombang seismik.
    • Guncangan dalam skala magnitude.
    • Gempa bisa diprediksi atau tidak.

Gempa Bumi biasanya disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng Bumi). Tahukah Anda bahwa Kerak Bumi merupakan lapisan terluar Bumi yang memiliki dua bagian, yaitu kerak samudra dan kerak benua.Kerak samudra memiliki ketebalan sekitar 5-10 km. Sementara, kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.  Pergerakan lempeng menyebabkan gelombang kejut yang mengguncang permukaan tanah dalam bentuk gempa bumi. Gempa bumi biasanya terjadi di tepi bagian besar kerak bumi yang disebut lempeng tektonik.

Pergeseran lempeng tektonik yang mendadak memiliki kekuatan beragam, dari yang sangat kecil sampai sangat besar. Getaran gempa Bumi sangat kuat dapat menjalar ke seluruh permukaan bumi dan menimbulkan kerusakan yang parah. Begitu tekanannya cukup kuat, lempeng akan tiba-tiba bergerak menyebabkan gempa bumi.

Pengetahuan tentang Guncangan sebelum dan Getaran Susulan Setelah Gempa Besar

Tahukah Anda, gempa besar yang terjadi di Lombok dan Palu dimulai dengan gempa dengan magnitudo yang lebih kecil sebelumnya. Setelah gempa besar terjadi akan ada guncangan susulan. Kondisi tersebut disebut gempa susulan. Sayangnya, para ilmuwan belum benar-benar mengetahu akan terjadi gempa b gempa besar.

Apakah Gelombang Seismik itu?

Gelombang kejut dari gempa bumi yang melintasi tanah disebut gelombang seismik. Gelombang seismik merupakan lintasan energi yang terjadi disebabkan gangguan di dalam kerak bumi. Misalnya terjadinya patahan atau adanya ledakan. Lalu, energi yang muncul akan merambat ke seluruh bagian bumi. Para ilmuwan menggunakan gelombang seismik untuk mengukur seberapa besar gempa bumi.

Mereka menggunakan alat yang disebut seismograf untuk mengukur ukuran gelombang. Seorang ilmuwan gempa menggunakan skala yang disebut Skala Magnitudo Momentum (disebut skala Richter). Semakin besar jumlah pada skala magnitudo, maka semakin besar gempa. Kondisi gempa bumi yang terjadi sesuai skala magnitudonya.

Berikut beberapa contoh dari apa yang mungkin terjadi tergantung pada skala:
4.0 – Dapat mengguncang rumah Anda seolah-olah sebuah truk besar lewat di dekat Anda. Beberapa orang mungkin tidak merasakannya.

6.0 – Barang akan jatuh dari rak. Dinding di beberapa rumah bisa retak dan jendela pecah. Hampir semua orang di dekat pusat akan merasakan yang satu ini.

7.0 – Bangunan yang lebih lemah akan runtuh dan retakan akan terjadi di jembatan dan di jalan.

8.0 – Banyak bangunan dan jembatan jatuh. Retakan besar terjadi di bumi.\n\n9.0 dan lebih – Seluruh kota diratakan dan kerusakan berskala besar.

Dapatkah para ilmuwan memprediksi gempa bumi?

Sekali lagi, para ilmuwan tidak dapat memprediksi gempa bumi dan kekuatan yang dihasilkannya. Pengetahuan yang butuh diketahui oleh anak-anak adalah mereka diberitahu tentang letak garis patahan. Sehingg, kita tahu di mana gempa bumi mungkin terjadi. Misalnya, gempa bumi mungkin terjadi di patahan Lembang, di Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Gempa besar pernah terjadi di dunia. Mengajarkan anak tentang gempa bumi membuat mereka tahu kalau dampaknya begitu dahsyat dan mengerikan. Gempa terbesar yang pernah tercatat di dunia terjadi di Chili pada tahun 1960. Kekuatannya 9,6 Skala Richter. Gempa terbesar di Amerika Serikat terjadi di Alaska dengan kekuatan 9.2 Skala Richter pada tahun 1964.

Di Indonesia, Gempa di Aceh terjadi dengan kekuatan 9,3 skala richter dan mengakibatkan tsunami pada 24 Desember 2004. Tsunami yang menghantam kawasan Asia hingga Afrika. Korban yang meninggal sebanyak 250.000 dari 8 negara dan jumlah terbesar dari Indonesia. Gempa dengan kekuatan besar bisa mengakibatkan tsunami. Kondisi tersebutlah terjadi di Palu dan di Aceh. Informasi tsunami di Palu diterima terlambat karena matinya jaringan listrik dan komunikasi.

Setelah beberapa jam dan keesokan harinya baru disadari kalau gempa berdampak sangat besar. Nah, wahai orang tua mengajarkan anak tentang gempa bumi sangat baik bagi pengetahuannya. Mereka akan mengenal ragam bencana dan penyebabnya. Lalu, mereka juga dapat memahami bagaimana menyelamatkan diri apabila terjadi gempa bumi sewaktu-waktu.

Foto hanya ilustrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *