Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Lingkungan Hidup

Cara Melestarikan Elang Jawa dan Upaya Menjaga Ekosistem Gunung Gede Pangrago Agar Tidak Punah

Cara melestarikan Elang Jawa terus menjadi perhatian dengan menjaga kondisi ekosistem Kawasan Gunung Gede Pangrango. Burung Elang Jawa adalah salah satu spesies prioritas yang termasuk terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang.

Sebagai top predator, Elang Jawa bisa menjadi ukuran dalam keseimbangan ekosistem di habitat hutan. Sehingga jumlahnya terus diperhatikan di TNGGP yang menyebar di kawasan resort PTN. Perkiraan jumlah elang jawa berbeda setiap tahu, antara lain 43 individu pada tahun 2015, 49 individu tahun 2016, 44 individu tahun 2017, 33 individu tahun 2018, dan menjadi 38 individu tahun 2019.

Tahukah kawan Sabumi kalau Elang Jawa adalah satwa endemik menjadi simbol lambang negara Republik Indonesia. Burung Garuda yang gagah perkasa. Tetapi apa daya jumlahnya sangat langka dan dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.106 tahun 2018. Bahkan, sudah mendapat perhatian sejak era Presiden Soeharto.

Upaya dan Cara Melestarikan Elang Jawa Terus Dilakukan Agar Tidak Menjadi Hewan Langka

Dari hasil pemantahuan yang dilakukan menunjukkan jumlah Elang Jawa di Kawan Taman Nasional Gunung Pangrango terus berubah. Hal itu terjadi karena vasiasi iklim dan musim yang terjadi setiap tahun.

Oleh karena itu, penelitian dan pengamatan terus dilakukan sebagai cara melestarikan Elang Jawa di habitatnya. Agar populasi bisa terjaga sebagai hewan langka, maka perlu dilakukan pengelolaan yang lebih baik dan perhatian lebih serius.

Proses pengembangbiakan Burung Elang Jawa berlangsung sekitar bulan Januari sampai Mei. Dari proses perkawinan  bulan Januari, pembuatan sarang oleh induk, bertelur, mengerami, dan menetas anak bulan April. Lalu butuh dua bulan untuk belajar terbang. Induk Elang Jawa biasanya menjaga anaknya dan memberi makan hingga bisa hidup mandiri.

Hingga saat ini, Kawasan TNGGP bisa menjadi habitat bagi kehidupan Elang Jawa. Sehingga bisa membuat jumlah populasi tetap stabil dari tahun ke tahun. Kondisi alam yang masih terjaga dengan lembah, bukit dan pohon yang tingga sangat pas sebagai tempat mengincar makanannya. Rantai makanan sangat mendukung di hutan Gunung Gede Pangrago.

Upaya melestarikan Elang Jawa bisa dilakukan apabila pakan tetap berlipah dan minim campur gangguan kegiatan manusia. Restorasi kawasan hutan juga harus terus dilakukan demi menjaga dan jangan sampai ekosistem menjadi rusak. Hewan –hewan bisa terus hidup apabila manusia tidak mengubah kondisi hutan yang ada.

Elang Jawa Menjadi Indikator Kebersihan dan Kualitas Lingkungan

Burung Elang Jawa yang masih eksis di habitatnya menjadi penanda bahwa ekosistem tetap terjadi. Binatang tersebut menjadi pengatur jumlah binatang lain yang menjadi mangsanya. Itulah kenapa Elang menjadi makhluk yang bisa menjadi indikator kebersihan dan kualitas lingkungan.

Jika lingkungan terganggu, maka berbagai satwa dihutan sangat rentan menjadi punah. Berbagai bentuk polusi dapat meracuni Elang Jawa dan mengganggu perkembangbiakannya. Resort menjadi ujung tombak yang bertugas dan melindungi kawasan, sehingga keberadaan flora dan faunanya tetap lestari.

Artikel menarik lainnya: Budidaya Entog Pemuda Cicantayan Yang Ekonomis dan Menginspirasi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close