Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Lingkungan Hidup

Bahaya Masker Sekali Pakai Bagi Binatang Liar dan Lingkungan Kita

Masker sekali pakai memiliki dampak buruk yang mengotori banyak pantai, lautan,  sungai, dapat membunuh satwa liar

Bahaya masker sekali pakai semakin banyak pada masa Pandemi COVID-19, tetapi apakah kamu pernah membayangkan apa dampak yang terjadi setelah mengenakannya? Sayangnya masker yang dibuang telah berdampak buruk terhadap  satwa liar dan lingkungan kita. Benda penutup wajah yang melindungi kesehatan manusia menjadi sumber pencemaran dan “senjata pembunuh” baru.

Masker sekali pakai memiliki dampak buruk yang mengotori banyak pantai, lautan,  sungai, dapat membunuh satwa liar. Benda tersebut telah menyebabkan masalah sampah di darat dan di laut. Kegiatan pembersihan pantai pada bulan Februari di Hong Kong menemukan 70 masker sepanjang 100 meter garis pantai. Di Mediterania, masker dilaporkan terlihat mengambang seperti ubur-ubur.

Pemerintah di berbagai negara terus menyarankan untuk menggunakan masker wajah. Namun, hanya sedikit yang memberi panduan cara membuang atau mendaur ulangnya dengan aman. Kini, miliaran masker semakin dibutuhkan setiap bulan di dunia.

Tanpa Memberitahu Cara Pembuangan yang Lebih Baik, Bahaya Masker Sekali Pakai Memiliki Dampak Terhadap Masalah Lingkungan yang Lebih besar

Gunting Tali Masker Sekali Pakai sebelum Dibuang. Sumber:https://www.instagram.com/savethereef/
Gunting Tali Masker Sekali Pakai sebelum Dibuang. Sumber: https://www.instagram.com/savethereef/

Sebagian besar masker sekali pakai dibuat dari bahan mengandung plastik yang tahan lama. Apabila dibuang akan bertahan di lingkungan selama puluhan hingga ratusan tahun. Hal itu berarti memiliki dampak pada lingkungan dan manusia.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Sejak Bulan Maret 2020, WHO memperkirakan bahwa 89 juta masker sekali pakai dibutuhkan secara global setiap bulan. Jumlahnya keperluannya semakin bertambah setiap bulan. Maka, langkah penggunaan masker yang bisa dipakai ulang menjadi salah satu solusi. Agar semakin sedikit pelindung wajah sekali pakai yang dibuang.

Untuk mengurangi dampak masker sekali pakai menambah kerusakan lingkungan, kamu dapat melakukan beberapa hal, antara lain:

  1. Gunakan masker kain yang dapat digunakan kembali. Cuci masker secara teratur mengikuti instruksi yang disarankan.
  2. Usahakan untuk membawa masker kain cadangan, jadi bisa menggantinya setelah memakainya selama lebih dari empat jam atau terlalu lama. Jadi, tidak perlu membeli masker sekali pakai.
  3. Jika terpaksa harus menggunakan masker sekali pakai, bawa pulang setelah digunakan dan buang langsung ke tempat sampah yang tertutup. Pastikan sampahnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir.
  4. Pastikan tali masker digunting dan digulung dengan rapih, agar tidak berdampak bagi makhluk lain setelah dibuang.
  5. Siapapun kamu jangan buang sampah sembarangan!

Pikirkan kembali dampak penggunaan masker sekali pakai. Jika manusia memikirkan untuk mencegah penularan virus corona. Kenapa tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan dari sampah yang dibuang. Kita ingin menyelamatkan jiwa kita sekaligus mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan di tengah pandemi COVID-19.

Artikel lain menarik lainnya:  Tiru Orang Jepang Memakai Masker Karena Mode dan Sekaligus Kesehatan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close