Lingkungan Hidup

Bahaya Plastik Bagi Satwa Laut, Jaga Lingkungan Ya!

Melalui akun Animal Stories Indonesia, dilihatkan betapa sangat bahaya sampah plastik bagi satwa laut. Sampah plastik apapun bentuknya merupakan masalah terbesar bagi makhluk hidup. Benda yang diciptakan manusia ketika dibakar asapnya mencemari udara. Kalau ditimbun sampah plastik dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah, dan bagaimana jadinya kalau dibuang ke laut?

Kondisinya tentu sama sangat bahanya. Acapkali manusia menjadi sumber masalah dengan membuat sampah ke laut. Sama halnya ketika di darat, sampah yang dibuang ke laut juga tidak akan terurai dan akan mengotori laut.

Karena tidak bisa diurai maka menjadi sumber bahaya sampah plastic bagi satwa laut. Air laut yang tercemar tentu akan mengganggu kehidupan para penghuninya.

Bahaya Sampah Plastik Bagi Satwa Laut : Membuat Mereka Menjadi Cacat dan Mati

Bayangkan saja kalau rumah kita dikotori oleh orang lain, sementara kita tidak bisa melakukan perbaikan apapun terhadap lingkungan yang tercemar. Begitulah yang terjadi pada satwa laut. Bahaya sampah plastik bagi satwa laut tidak hanya merusak tempat tinggal mereka.

Melainkan juga, juga bisa membuat beberapa penghuni laut menjadi cacat dan mati. Kenapa bisa begitu, karena sebagian dari binatang laut tidak bisa membedakan antara makanan dan plastik. Penghuni lautan seperti penyu, lumba-lumba, anjing laut, dan burung akan memakan sampah plastik layaknya makanan yang biasa mereka cerna.

Sehingga, sampah plastik yang terdapat di habitat mereka akan dimakan. Sampah plastik yang pada dasarnya sulit sekali terurai, masuk ke perut, dan tidak bisa dicerna. Pada akhirnya bisa diperikan bahaya sampah plastik bagi satwa laut membuat mereka akan mati secara perlahan.

Ada banyak temuan lain yang menunjukkan kalau sampah yang tersangkut ditubuh binatang laut membuat mereka cacat. Bahayanya bagi satwa laut membuat mereka tumbuh dengan tubuh yang cacat.

Sampah plastik sering tersangkut di tubuh binatang laut membuat pertumbuhan mereka terganggu. Selain itu, tahu tidak sampah plastic juga dapat mengganggu pertumbuhan terumbu karang juga. Sudahlah hewannya cacat dan mati, bagian tempat hidupnya pun terganggu karena sampah plastik.

Perlu Pengaturan Regulasi Tentang Sampah Plastik

Bahaya plastik bagi satwa laut tidak akan berhanti jika sampah terus dibuang ke laut akibatnya banyak yang akan mati. Menurut @gakkum_klhk pengaturan tentang regulasi sampah plastik membutuhkan dukungan banyak pihak.

Kita bisa terlibat di dalamnya, karena produsen sebagai penghasil dan masyarakat sebagai sasaran pengguna plastik. Partisipasi public harus digalakkan untuk mengatur tentang sampah plastik.

Bayangkan saja, komposisi sampah plastik sekitar 16% dari total timbunan sampah secara nasional saat ini. Semakin menjadi masalah ketika komposisi sampah plastik di kota-kota besar seperti Jakarta, sekitar 17 %.

Sampah plastik biasanya dihasilkan dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Sebagai sumber malapetaka dan penyumbang sampah bagi laut, kita bisa terlibat menguranginya. Caranya dengan tidak perlu membeli air kemasan atau dilakukan daur ulang sampah plastik. Untuk minum bisa membawa Botol pribadi, atau tumbler alias botol minum ramah lingkungan.

Apabila membeli sesuatu di pasar, biasakan diri membawa wadah yang dapat digunakan di lain waktu berkali-kali. Berdasarkan cara sederhana itu, kita sudah terlibat kok mengurangi sampah plastik yang sebagiannya akan terbuang ke laut.

Jadi, tunggu apalagi, sadar bahaya plastik bagi satwa laut dan jangan menjadi penyumbang sampah plastik yang jelas menganggu keseimbangan alam. Selain itu, perlu diketahui pula cara mengurangi sampah plastik.

Baca juga:

SEJARAH SUKABUMI YANG HARUS DICERITAKAN KEPADA ANAK CUCU

JADWAL KERETA BOGOR SUKABUMI PP, CEK JAM KEBERANGKATANNYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *