Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kuliner Nusantara

Rujak Simpang Jodoh : Tempat Jodoh Bertemu Dari Masa Silam di Deli Serdang

Jika dilihat dari sejarahnya, rujak simpang jodoh adalah tempat bertemunya janda dan duda

Rujak Simpang Jodoh merupakan nama rujak terkenal yang berada di Pasar 7 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Simpang Jodoh adalah sebuah persimpangan jalan besar di Pasar 7 yang ramai dikunjungi para remaja sejak zaman dulu. Tujuannya untuk menghabiskan malam minggunya untuk mencari hiburan, saling bertemu dan nongkrong . Tak jarang dari pertemuan pasangan di tempat itu berakhir di pelaminan.

Para pedagang Rujak Simpang Jodoh berjualan dengan menggunakan gerobak dorong dan meja yang dibuat papan. Di atasnya terdapat satu penggilingan batu dan berbagai buah-buahan, seperti nenas, mangga, jambu biji, jambu air, mentimun, bengkuang, belimbing, kedondong dan lain-lain. Satu porsi rujak biasanya cukup banyak dan bisa dimakan bersama untuk 2-3 orang. Harganya lumayan murah sekitar Rp17.000 – Rp20.000.

Mulai dari persimpangan jalan Pasar 7 hingga deretan sekitar 500 m, akan ditemukan deretan penjual rujak sekitar tiga puluhan pedagang rujak. Usaha berjualan rusak telah berjalan secara turun temurun yang dikelola oleh beberapa keluarga pada masyarakat sekitar di sana. Rujak simpang jodoh diperkirakan muncul pada era tahun1950an sampai sekarang.  Jika dilihat dari sejarahnya, tempat ini adalah tempat bertemunya janda dan duda. Saat itu, lokasinya gelap tanpa penerangan.

Rujak Simpang jodoh Riwayatmu Kini

Pedagang Rujak Simpang Jodoh semakin berkembang. Ketika kita datang di malam hari, penjualnya akan semakin banyak dan tidak hanya 3 orang saja. Jumlah pedagang rujak mencapai puluhan orang. Meskipun perkebunan PTPN telah tidak ada sejak tahun 1996, tetap bertahan dan terus berkembang.

Tidak hanya menjual rujak, pedagang lainnya muncul seperti bakso, nasi goreng, jus dan es lainnya. Mereka menyewa kios untuk untuk membuka usaha lain seperti pakaian dan ponsel.

Lokasi persimpangan pasar 7 tetap sering dikunjungi dan ramai pada malam hari. Para pengunjung menikmati suasana malam tempat ini. Suasana sisi romantis di lokasi yang remang-remang tetap bertahan. Pedagang tetap berjualan dengan lampu senthir yang menjadi ciri khas dan membuat lokasinya unik dan membuat penasaran orang-orang.

Warga se-Kota Medan dan Deli Serdang sangat mengenal lokasi berjualan rujak ini. Tempat yang menjadi Identik sekali dengan daerah Tembung. Padahal, pedagang rujak tidak menyediakan tempat khusus bagi pembeli untuk makan rujak di lokasi.

Para pembeli umumnya memakan rujak di atas sepeda motor atau kebanyakan dibawa pulang. Tidak sedikit pula, para penikmatnya datang dengan mengendarai mobil. Semuanya menikmati rujak Simpang Jodoh sambil melihat orang- orang yang lewat. Tempat tetap eksis eksis dari dahulu sampai sekarang.

Informasi kuliner lainnya: Menemukan Simbol Keramahan Jogja Dalam Wisata Kuliner Angkringan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *