Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kuliner Nusantara

Ikan Arsik Masakan Ikan Mas yang Menjadi Simbol Kehidupan Orang Batak

Dekke Na Niarsik adalah hidangan tradisional berasal dari Batak Toba yang menjadi simbol berkat (pasu-pasu) kehidupan

Salah satu masakan yang paling enak dari tanah batak adalah ikan arsik.  Masakan yang diolah dari aneka bumbu seperti andaliman, kincung, kemiri, lengkuas, kunyit, dan bawang merah. Jenis rempah dan bumbu yang digunakan tersebut biasanya berasal dari sumber daya alam yang mudah ditemukan di daerah orang Batak Toba.

Setiap rempah-rempah dan bumbu yang digunakan pada makanan adat pada umumnya memiliki makna yang sama dari setiap jenis bumbu dan rempah yaitu untuk menambah cita rasa makanan dan setiap jenis bumbu dan rempah memiliki kandungan kimia yang baik bagi kesehatan tubuh.

Jenis rempah yang paling khas dari makanan adat toba ini adalah Ketitir (andaliman) yang mempunyai kandungan kimia yang baik bagi kesehatan tubuh dan rasanya yang pedas yang menggambarkan sifat orang batak yang tegas.

Bahan utama masakan ikan arsik adalah ikan mas tanpa yang dimasak tanpa dibersihkan sisiknya. Ikan dilumuri bumbu dan diungkep sampai matang. Setelah matang, ikan mas tidak boleh dibuka agar harumnya ramuan bumbu bisa tetap awet. Masakan ini lebih enak dimasak secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar. Proses pemasakan memakan waktu yang cukup lama, hingga membuat tulang ikan hancur dan lunak.

Masakan Ikan Arsik Sebagai Simbol Karunia Kehidupan Masyarakat Batak

Dalam bahasa batak masakan ini dikenal dengan sebutan Dekke Na Niarsik artinya ikan yang dimasak kering. Ikan Arsik memiliki makna khusus sebagai makanan adat dan simbol karunia kehidupan dalam masyarakat Batak. Orang batak biasanya menyajikannya mulai dari kelahiran, menikah, hingga meninggal. Pada prosesi kehidupan tersebut biasanya disampaikan pesan adat.

Dekke Na Niarsik adalah hidangan tradisional berasal dari Batak Toba yang menjadi simbol berkat (pasu-pasu) kehidupan.  Apabila ikan yang akan diberikan berjumlah lebih dari satu, maka semua ikan harus dibariskan sejajar. Diucapkan dalam bahasa Batak disebut dekke si mudur-udur, keluarga yang menerima ikan diharapkan dapat berjalan sejajar atau beriringan menuju arah dan tujuan yang sama. Ketika terjadi masalah dan rintangan dalam kehidupan dapat diselesaikan secara bersama oleh setiap anggota keluarga.

Penyajiannya tidak boleh asal-asalan karena terdapat banyak makna yang terkandung didalamnya. Dekke yang akan disajikan haruslah tetap dalam kondisi utuh, mulai dari kepala hingga ekor, dan sisiknya tidak boleh dibuang. Hal itu, sebagai simbol gambaran utuh kehidupan manusia.

Makanan ikan arsik dapat ditemukan di rumah-rumah makan khas batak aja. Selain itu, sering disediakan di restoran dan perhotelan.Daya tarik makanan ini sangat tinggi karena cara pembuatan yang unik membuat banyak orang di luar suku batak juga ingin mencobanya.

Infromasi menarik lainnya: 7 Tempat Wisata Berastagi Di Tanah Karo yang Paten Kali, Cak Kelen Maen Kemari

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close