Wahai Kang Ridwan Kamil Gubernur yang Baru Tolong Dengar Curahan Hati Kami

Hari itu (5/9/2018), kami melihat Kang Ridwan Kamil gubernur yang baru sedang berfoto selfie dengan pejabat lain yang dilantik bersamaan di akun medsos. Selain itu, foto Kang Emil bersama Teh Cinta juga tampak manis pisan. Tidak heran kalau detik.com menuliskan “Atalia yang Setia, Akang tidak bisa hidup tanpa cinta”. Ada apa dengan Cinta?

Cinta bagi kami adalah semua harapan penu kasih sayang. Semoga pelantikan Kang Emil sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat adalah sebagai awal yang terang bagi rakyat yang dipimpin kelak. Apalagi kalau janji-janji kampanye akang bisa didipenuhi dan dirasakan manfaatnya bagi kemaslahatan masyarakat.

Semoga bisa pula mewujudkan Jabar Juara menjadi provinsi termaju di Indonesia bisa tercapai. Tidak hanya maju dari infrastruktur, tetapi juga dari sumber daya manusianya.  Kalau bagi kami ngomongin tentang sumber daya manusia tentu saja membicara tentang kondisi pendidikan di wilayah yang akang pimpin nanti. Kondisi pendidikan dari tempat lahir dan bermain kami di Sukabumi.

Baca juga : Terima Kasih Melibatkan Sabumi Volunteer Dalam Kegiatan Sosial Sukabumi

Kang Ridwan Kamil Gubernur yang Baru, Perhatikanlah Nasib Pendidikan di Pelosok

Taman Baca yang Dibangun Lintas Komunitas di Sukabumi
Taman Baca yang Dibangun Lintas Komunitas di Sukabumi

Jadi begini Kang Emil, kami ingin mengucapkan selamat telah terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat yang Baru. Gubernur yang membuat slogan Jabar Juara.

Dari Tanah Sukabumi, Sabumi Volunteer ingin berbagi cerita tentang kondisi pendidikan di Sukabumi. Kami tahu akang sudah pernah berkunjung ke Sukabumi, melihat jembatan gantung dan menikmati keindahan pantai di Palabuhanratu. Tetapi pernahkah melihat suasana sekolah dengan gedung yang nyaris rubuh dan kondisi infrastruktur jalan yang lebih layak bagi sebagai track motor trail?

Wahai Kang Ridwan Kamil Gubernur yang baru, di Sukabumi ini begitu banyak gedung sekolah yang sudah usang butuh peremajaan dan fasilitasnya pendidikan pun sangat memprihatinkan. Jangan tanya lagi soal perlengkapan sekolah? Kami sering turun tangan membagikan buku dan peralatan sekolah untuk anak-anak di Sukabumi, karena begitu banyak orang tua yang tidak membelikannya. Bahkan, kesadaran tentang pendidikan yang layak bagi anak mungkin harus dikaji ulang.

Sabumi Volunteer pernah mendatangi langsung desa yang memiliki kondisi gedung sekolah tidak memadai di SDN Kuta Luhur Desa Bantar Kalong Kec Warung kiara Kab Sukabumi. Kami berkerjasama dengan berbagai komunitas melakukan perbaikan ruang kelas. Tidak hanya itu, fasilitas belajar murid disana pun ternyata banyak yang rusak, sehingga bangku dan meja harus diperbaiki. Kondisinya memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Kami juga mendirikan taman baca sebagai fasilitas perpustakaan anak-anak sekolah di sana.

Beda lagi masalahnya di Kedusunan Cikawung.Kampung Ciseuti Rt 07/04 desa Rambay Kec Tegal buled Kab Sukabumi. Anak-anak terpaksa berangkat lebih awal sejak pukul 05.30 WIB.ke sekolah terdekat di SDN Cikawung. Mau tahu jaraknya? Mereka harus berjalan sejauh 4 Km dengan menyusuri hutan. Syukurnya ada upaya masyarakat setempat untuk membuka jalan demi akses sekolah dan untuk kegiatan lainnya. Kalau tidak, mereka pun akan kesulitan untuk membawa orang sakit untuk berobat ke luar kampung mereka.

Kondisi Pendidikan di Pelosok Sukabumi Jauh Tertinggal Dibandingkan di Wilayah Perkotaan

Kondisi Jalan di Kampung Cirengrang, Desa Rambay Kecamatan Tegal Buled, Sukabumi
Kondisi Jalan di Kampung Cirengrang, Desa Rambay Kecamatan Tegal Buled, Sukabumi

Kang Ridwan Kamil gubernur yang baru, kami sangat berharap nantinya lebih mengutamakan dan memperhatikan kondisi pendidik, khususnya di daerah-daerah pelosok Jawa Barat. Agar anak-anak di kampung lebih merasakan hak pendidikan yang adil dan merata. Anak-anak pelosok pun ingin merasakan pendidikan yang lebih baik, selayaknya pembelajaran dari sekolah yang diterima oleh orang-orang di perkotaan.

Kalau menurut Kang Emil akan menggratiskan pendidikan bagi keluarga miskin sebagai cara menuntaskan masalah. Betul, sekolah-sekolah swasta yang membiayai kegiatan belajar-mengajarnya sendiri itu juga butuh subsidi dari pemerintah. Tetapi persoalannya jauh lebih dari itu.

Kang Emil harus mengukuhkan kalau pendidikan itu harus difasilitasi merata antara di desa dan di kota. Tidak hanya merata soal pendidikan gratis, namun juga akses jalan harus diperhatikan. Persoalan infrastuktur jalan juga terjadi di Kampung Cirengrang, Desa Rambay Kecamatan Tegal Buled, Sukabumi. Orang tua harus merogoh kocek ekstra besar untuk ongkos ojek. Selain itu, ada banyak anak-anak yang putus sekolah karena orang tua khawatir melepas anaknya menuntut ilmu melalui jalan-jalan rusak dan jarak sangat jauh.

Kalau dipikir-pikir, tugas Kang Emil untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat tidak mudah. Di sukabumi saja, kasus anak putus sekolah karena akses jalan yang tak memadai begitu banyak. Orang tua mana yang tak khawatir melihat anak-anak harus melalui jalan setapak, perbukitan, lahan persawahan warga, tak jarang harus melintasi aliran sungai tanpa fasilitas jembatan. Untuk pergi ke sekolah saja berat Kang Emil, bagaimana mau merasakan betah belajar di sekolah?

Baca ini dong : Setelah Ridwan Kamil Menjadi Gubernur (Quick Count) dan Dampaknya Terhadap Dunia Pendidikan di Sukabumi

Nasib Guru Honorer Perlu Perhatian dari Pemerintah Daerah

Belum lagi kalau melihat nasib para pengajarnya. Kami sering bertemu guru yang mengajar dengan penuh keikhlasan. Ikhlas yang diartikan rela tak dibayar, meski dapur tidak ngebul.

Mereka harus mencari rejeki untuk keluarga, namun harus berbagi isi kepalanya dengan para muridnya. Untuk itu, Kang Ridwan Kamil Gubernur yang baru, perhatikanlah nasib guru honorer, agar mereka semakin mengajar di seluruh jawa barat, khususnya daerah pelosok.

Rasa-rasanya itu dulu saja curahan hati dari Sabumi Volunteer. Kang Emil yang baik hatinya kami tentu saja menunggu bukti bakti darimu sebagai gubernur demi pendidikan yang adil dan merata serta menjadi Jabar Juara.

 

Foto Kang Emil diambil dari fanpage resminya.

Ditulis Oleh Relawan Sabumi Volunteer

Salam Jabar Juara!

One thought on “Wahai Kang Ridwan Kamil Gubernur yang Baru Tolong Dengar Curahan Hati Kami”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.