Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
keuangan

Bertahan Hidup dengan Gaji UMK Sukabumi Saat ini

Kabarnya gaji UMK Sukabumi sudah mengalami kenaikan sebanyak 8,03 Persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika UMK karyawan tahun 2018 adalah Rp. 2.583.556. Maka setelah dikalikan 8,03 persen atau (PDR kali Inflasi) dihasilan jumlah sekitar Rp.2.791.015.

Jadi, jumlah gaji UMK Kabupaten Sukabumi Tahun 2019 adalah Rp 2.791.015. Jumlah UMK Kabupaten Sukabumi 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan UMK Kota Sukabumi yaitu Rp 2.331.752,50.

Perhitungan kenaikan UMK Sukabumi itu mengacu pada aturan Pasal 44 Ayat 1 dan Ayat 2 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Selain itu ada pula dasar hukum lainnya tertera dalam UU no 13 Tahun 2003 tentang pengupahan. Bisakah bertahan hidup dengan jumlah Gaji UMK Sukabumi tersebut.

Hidup dengan Gaji UMK Sukabumi Kalau Tidak Cukup ya Cukup-Cukupkan Saja

Sebagai karyawan pabrik di Kabupaten Sukabumi, Rosita (bukan nama sebenarnya) menerima gaji UMK Sukabumi. Kalau ditanya bagaimana hidup dengan gaji UMK di Sukabumi. Jawabnya, “Ya dicukup-cukupkan saja dan syukuri apa yang sudah didapat.” Lantas apakah bisa menerima begitu saja penjelasannya.

Bos-bos paberik pasti senang sekali kalau setiap buruh menjawab seperti itu. Artinya ya cukup ndak cukup, pokoknya syukuri saja. Seolah urusan perut, kebutuhan rumah tangga, biasa sekolah, jajan, jalan-jalan, dan lain-lain itu cukup dengan gaji UMK sebanyak dua juta tujuh ratus ribu lebih.

Rosita hidup bersama suaminya sebagai tukang ojek yang bisa membawa pulang sedikitnya Rp30.000 dan kalau ramai bisa mencapai rata-rata Rp70.000. Tetapi ya sering ngaku enggak ramainya. Uang yang dibawa paling rata-rata Rp30.000 itu. Kadang ndak sampai karena habis dipakai buat beli rokok. Kalaupun tiap hari membawa uang Rp30.000, suaminya menambah pesukan setidaknya Rp900.000 per bulan.

Mari kita hidup biaya hidup rata-rata per hari. Untuk sebuah keluarga yang beranggota 4 orang, beras yang dihabiskan 1 kg per hari. Harga beras Rp9.000 per hari. Tentu tidak enak makan nasi saja, harus beli lauk dan sayurannya. Satu hari buat lauk pauk, bisa habis Rp20.000 per hari. Kalau lauknya Ayam tentu saja biaya lebih tinggi lagi.

Dua Anak Rosita masih SD. Satu orang anak minta uang jajan Rp10.000 per hari, dikali 2 anak habis Rp20.000. Sementara itu, biaya listrik per bulan rata-rata bisa habis Rp100.000, kalau lagi mahal bisa habis Rp150.000. Untuk beli gas saja bisa tiga kali sebulan, dengan harga Rp22.000 per tabung. Jadi biaya membeli gas sebulan Rp66.000.

Jumlah Pengeluaran Rata-Rata Selama Sebulan

Kalau dihitung sampai disitu saja maka pengeluaran rata-rata per bulan.

    1. Beli beras Rp9.000 x 30 hari = Rp270.000/ bulan
    2. Lauk pauk Rp20.000 x 30 hari = Rp600.000/ bulan
    3. Jajan anak Rp20.000 x 26 hari = Rp560.000/ bulan
    4. Biaya listrik Rp100.000/ bulan = Rp100.000/ bulan
    5. Beli gas Rp22.000 x 3 tabung = Rp66.000/ bulan

Ditotal dari pengeluaran tersebut adalah Rp1.596.000/ bulan. Jika dihitung dari gaji Rosita saja, maka sisa uangnya Rp1.195.000 lagi. Uang itu belum tentu buat menabung. Ada pengeluaran buat beli sabun cuci dan sabun mandi dirata-rata Rp200.000 per bulan. Sabunnya pun harus dihemat-hemat.

Biaya yang sulit dihitung itu justru biaya pendidikan katanya. Ada saja yang diminta anak-anak. Meski sekolahnya negeri. Kan harus mengeluarkan uang buat, membeli seragam, beli sepatu, bayar buku, bayar perlengkapan sekolah lainnya.

Biaya yang sudah pasti lainya harus dikeluarkan adalah uang kontrakan Rp600.000 per bulan ditambah kredit motor yang sudah setahun berjalan sekitar Rp750.000 degan tanggungan dua tahun lagi harus dibayar.

Maka ya sudah, pengeluaran untuk kontrakan, kredit motor, dan sabun jumlahnya saja sudah Rp1.550.000. Jika mengandalkan gaji dari Rosita saja, maka akan tekorlah antara gaji UMK Sukabumi itu dengan rata-rata pengeluaran sebulan.

Mau tidak mau, biaya penghasilan dari ojek suami sebagai penambal pemasukan rumah tangga. Kalau suami tidak berkerja, maka Rosita harus memeras keringat memikirkan pemenuhan kebutuhan keluarga selama sebulan. Kalau kata Rosita bisa cukup gaji untuk pengeluaran sebulan, asalkan semuanya serba dihemat. Hemat makannya, hemat pakai listriknya, hemat ngasih jajan anak.

Tetapi bagaimana mungkin mau dihemat-hemat juga ya penghasilannya memang pas-pasan untuk pemenuhuan kebutuhan hidup selama sebulan.

Keterangan: Penghasilan pegawai pabrik, bisa berbeda-beda dan ditambah uang lembur. Tidak sama untuk semua karyawan.

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close