Kesehatan

Waspada Penyakit Diare Ternyata Banyak Jenisnya

Waspada penyakit diare menyerang keluarga anda. Penyebab diare adalah kekurangan air untuk kebersihan tubuh, kondisi WC tidak bersih, dan air terkontaminasi kuman.

Penyakit diare adalah penyakit yang dapat dikenali dengan kotoran yang basah atau cair. Tanda lainnya termasuk demam, sakit kepala, gemetar, kedinginan, rasa lemah, kram perut dan usus, muntah dan perut membengkak.

Untuk mengobatinya, penanganannya tergantung jenis diare yang diidap. Diare ternyata banyak jenisnya.

Waspada Penyakit Diare yang Perlu Anda Ketahui

Ada pun yang harus membuat waspada penyakit diare dapat berbeda diidap oleh seseorang terhadapa kesehatan. Sebaiknya mengenali jenis dan tanda dari penyakit diare yang berbeda. Berikut jenis dan tanda diare.

    • Kolera: diare seperti air beras, usus sakit dan kram, muntah.
    • Tifus: demam, usus sakit parah dan kram, sakit kepala, sulit buang air besar atau diare yang kental (seperti sup kacang).
    • Giardia: diare yang tampak berminyak, mengambang, dan sangat bau, sakit di usus, agak demam, muntah, kentut, bersendawa gang baunga seringkali seperti telur busuk.
    • Disentri bakteri (Shigella): diare berdarah 10 sampai 20 kali sehari, demam, rasa sakit sekali dan kram di usus.
    • Disentri amuba: cirinya dapat dilihat dari diare 4-10 kali sehari. Ada ditemukan lendir putih, merasa demam, serta kram usus.
    • Cacing gelang: perut membengkak, rasa lemah, cacing-cacing besar berwarna merah muda atau putih dapat keluar melalui kotoran atau melalui mulut dan hidung.
    • Cacing tambang: diare, lemah, anemia (kurang darah), kulit pucat. Anakanak gang mengidap cacing tambang dapat memakan tanah.
    • Cacing pita: diare, dalam kotorannya ada cacing tipis berwarna merah muda atau abu-abu.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Diare Tersebut?

Cara terbaik mengobati diare adalah dengan memberikan banyak air dan makanan. Walaupun tidak semua, tetapi pada banyak kasus, tidak diperlukan obat. Hubungi segera dokter apabila ditemukan tanda-tanda terkena diare. Contoh penanganan jenis penyakit diare yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    • Disentri amuba: paling baik diberi obat.
    • Typhus: paling baik diberi antibiotik karena sakitnya bisa beberapa minggu dan mengarah ke kematian.
    • Kolera: paling baik diberi minuman rehidrasi, banyak cairan, dan makanan yang mudah dicerna untuk menggantikan gizi yang hilang melalui diare atau muntah. Obat-obatan dapat diberikan untuk mencegah tersebarnya kolera.

Apabila seseorang mengalami diare berdarah, demam, atau sakit parah, ia harus segera pergi ke dokter atau dibawa ke rumah sakit. Banyak orang yang meninggal karena penyakit diare, terutama diare pada anak-anak, paling sering karena dehidrasi. Setiap penyakit diare pada anak terancam bahaya dehidrasi.

Oleh karena itu, berilah banyak cairan dan bawa ke dokter jika memiliki tanda-tanda dehidrasi dan diare makin parah.

Baca juga :

Air Kotor Mengganggu Kesehatan

Komunitas Bagi Buku Sukabumi Mendukung Sarana Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Pelosok

Cara Mencegah dan Mengobati Dehidrasi

Apabila seorang ada mengalami diare cair dan muntah. Segeralah bertindak. Anak tersebut harus diberikan cairan, seperti bubur gandum encer, sop, air, atau minuman dehidrasi. Ketika sudah bisa makan, berikan makan yang disukai. Khusus untuk bayi, berikan air susu ibu lebih sering.

Mencegah penyakit diare terus-menerus dengan cara konsumsi minuman dehidrasi sebagai tindakan awal waspada penyakit diare. Minuman tersebut tidak menyembuhkan diare, tetapi dapat membantu penderita sampai penyakit berhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *