Tue. Apr 16th, 2024
    Virus Corona Tidak Hanya Membunuh Orang tuaVirus Corona Tidak Hanya Membunuh Orang tua

    Sejak diumumkan kasus positif ditemukan di Indonesia, pemerintah menjelaskan virus corona lebih banyak membunuh orang tua. Sehingga, orang muda diminta untuk melindungi orang tua dan diminta tidak berhubungan langsung dengan lansia. Kita berulangkali disarankan untuk menghindari kerumunan dan sering mencuci tangan. Dari kasus di Cina, berbagai negara belajar kalau wabah COVID-19 lebih berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit bawaan dan bagi orang tua berusia lebih dari 65 tahun. Lalu, bagaimana jika orang berusia lebih muda terpapar virus corona?

    Sayangnya, Orang yang lebih muda bukan berarti aman-aman saja jika terpapar virus corona. Justru bisa berbahaya, karena ditemukan kasus pada usia muda seolah kondisinya lebih sehat naman sebagai pembewa virus. Di Indonesia, mereka disebut orang tanpa gejala (OTG). Apesnya OTG menjadi penyebab orang tua tertular virus corona. Kesehatan kakek dan nenek bisa ambruk setelah berhubungan dengan orang muda dengan kasus OTG virus corona.

    Faktanya sekitar seperempat dari pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit di Italia berusia di bawah 50 tahun. Hanya berjarak 5 tahun dari batas usia 45 yang ditentukan oleh Pemerintah Indonesia yang boleh bekerja kembali, bukan?

    Ingatlah Virus Corona Tidak Hanya Berbahaya Bagi Orang Tua

    Jadi tetap saja, anggapan virus corona hanya berbahaya bagi orang tua itu bisa berakibat fatal. Orang yang lebih muda akan merasa aman-aman saja ke luar rumah. Persoalannya, orang memutuskan ke luar rumah bukan untuk bekerja. Mereka bisa ke luar rumah untuk berkumpul dengan teman, pergi ke mall, dan membuat kerumunan. Pemerintah tidak bisa memastikan orang hanya ke luar rumah dengan tujuan melakukan pekerjaan. Kalau sempat terjadi, orang merasa aman berada di luar rumah tidak terbayangkan kapan wabah virus corona ini berakhir.

    Apalagi di Indonesia mendekati masa lebaran, orang akan semakin sering ke luar rumah dan berkumpul. Kondisi terburuknya, orang menjadi tidak mengikuti larangan mudik. Karena merasa pemerintah memberi peluang usia dibawah 45 tahun bebas beraktivitas di luar rumah. Hingga, akhirnya semua orang memutuskan untuk ke luar rumah aja ah…

    Persoalannya, pemerintah dibelahan dunia mana pun belum bisa memastikan orang berusia dibawah 45 tahun benar-benar kebal. Buktinya kasus kematian terus terjadi setiap hari. Pemerintah belum transparan membuka data usia pasien dari 900an orang meninggal di Indonesia. Kita tidak tahu pula gejala utama yang menyebabkan kematian orang-orang yang tertapar virus corona. Lagian meski disebut OTG, orang usia muda bisa dikatakan rentan juga terhadap COVID-19.

    Tingkat Peluaran Virus Corona Pada Usia dibawah 45 Tahun itu Tergolong Tinggi

    Kalau pun pemerintah menyebutkan orang dengan usia dibawah 45 tahun cuma 15 persen tertular virus corona. Angka itu sebetulnya menjadi tinggi, soalnya ada 14.749 kasus positif. Maka diperkirakan terdapat 2.212 orang dengan usia lebih muda yang terjangkit virus corona. Pemerintah mungkin bertujuan baik membiarkan orang yang berusia dibawah 45 tahuu bekerja, agar angka pengangguran tidak kian tinggi.

    Pertaruhannya adalah membuat masyarakat membuat dua pilihan. Mau mati karena tidak memiliki pekerjaan atau mati tertular virus corona. Jangan sama masyarakat memiliki pembenaran, kita lebih baik mati tertular virus daripada kelaparan. Pemerintah tetap harus bertanggung jawab ketika negara berada dalam kondisi darurat kesehatan.

    Keputusan pemerintah membuat warganya malah semakin bingung. Ketika dikatakan kita diminta mendukup upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Namun, dibalik itu kita yang memiliki usia produktif malah dibiarkan bekerja kembali. Usia yang relatif muda dinilai lebih sehat dan aman virus corona. Tetapi, kita dapat menjadi pembunuh orang tua, setelah tertular virus dari lingkungan tempat pekerjaan kita.

    Baca juga: Komentar Netizen Menanggapi Usia Dibawah 45 Tahun Boleh bekerja Kembali Dari Lucu Hingga Bikin Elus-elus Dada

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *