Thu. Apr 25th, 2024
    Tidak Divaksin Pembelajaran Tatap Muka di Jabar Belum Bisa DilakukanTidak Divaksin Pembelajaran Tatap Muka di Jabar Belum Bisa Dilakukan

    Tidak divaksin membuat siswa yang sekolah tidak bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di Jabar. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap kegiatan vaksinasi Jabar bisa digenjot dan mampu membentuk herd immunity.

    Kang Emil melakukan peninjaun vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di SMP Negeri 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (21/8/2021). Kegiatan pemberian vaksin bagi siswa di sekolah Kabupaten Bandung Barat pertama kali dilakukan.

    Ridwan Kamil ingin memastikan pelaksanaan vaksinasi dengan protokol kesehatan ketat dan menilai lokasi SMPN 2 Padalarang cukup luas. Vaksinasi covid-19 bagi pelajar sekolah Jabar adalah bentuk komitmen ingin meningkatkan pemberian vaksin di wilayah Jabar. Tujuannya agar kegiatan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan di wilayah PPKM level 4.

    Siswa yang Telah Divaksin Bisa Melakukan Pembelajaran Tatap Muka di Jabar

    Kang Emil menjelaskan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, bagi wilayah bukan PPKM level 4, siswa yang telah divaksin bisa mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun,  prokes ketat harus dijalankan,  terutama harus memakai masker.

    Maka dari itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat diminta terus menaikkan angka penyuntikan vaksin Covid-19 setiap hari.Sementara stok vaksin akan didukung secara maksimal termasuk pelaksanaannya. Sekolah di Bandung Barat menjadi salah satu lokasi percontohan di Jabar.

    Sementara itu di Kota Bandung, kegiatan vaksinasi Covid-19 dilakukan kepada para remaja dari usia 12-17 tahun. Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana memantau proses Vaksinasi siswa di SMPN 7 Bandung.

    Menurut wakil walikota, vasinaasi bagi pelajar bisa mempercepat “Herd Immunity”dan syarat dimulainya pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah. Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan kebijakan Pemkot Bandung, syarat PTM bisa dilakukan adalah Peserta Didik dan Tenaga Pendidiknya telah divaksin 100 persen.

    Walkot Bandung merasa sekolah tatap muka bisa dilakukan bertahap  apabilah telah dijalankan vaksinasi covid-19. Ia telah memonitoring sejumlah sekolah dan rata-rata telah menerapkan protokol kesehatan. Direncanakan jam siswa nantinya bergantian. Contohnya, kelas satu masuk pukul 07.00 WIB, berikutnya kelas dua masuk pukul 07.30 WIB. Sementara, kelas tiga mulai belajar pukul 08.00 WIB.

    Begitu pula diterapkan pada jam pulang sekolah. Selain itu, kapasitas kelas hanya bisa 50 persen. Ia menyebutkan proses vaksinasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan, agar tidak terlalu parah setelah tertular Covid-19.

    Peserta Siswa yang Melakukan Vaksinasi Lebih dari 1000 Orang di Bandung

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyatakan siswa yang terdaftar untuk mengikuti vaksinasi lebih dari 1.000 orang. Kegiatan pemberian vaksin diharapkan juga dapat dilakukan di sekolah lain. Namun, Tahap pertama dan kedua  vaksinasi di SMPN 2 telah diikuti 940 siswa.

    Sekolah tatap muka bisa dijalankan dengan syarat memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

    Sebelum PTM di sekolah dilakukan di Kota Bandung, pemerintah telah melakukan simulasi dan dari infrastruktur sekolah telah siap. Tetapi kendalanya masih terkendala berdasarkan zonanya. Tidak ada kendala yang memberatkan dari ujicoba. Para siswa dan guru-gurunya, PTK, bisa melakukan adaptasi kegiatan belajar dan mengajar.

    Artikel menarik lainnya: Cara Membuat Kartu Nikah Online 2021, Lakukan Login Melalui simkah.kemenag.go.id

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *