Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Kesehatan

The Silent Killer itu Bernama Penyakit Hipertensi

Hipertensi sering diketahui setelah terjadi komplikasi

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Tahukah Anda bahwa the silent killer yang berbahaya bagi kesehatan itu bernama penyakit hipertensi. Hipertensi sering muncul tanpa keluhan. Sehingga penderita tidak menyadari sedang menyandang hipertensi. Lalu, diketahui setelah terjadi komplikasi.

Bahkan, Hipertensi telah menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia dan paling banyak disandang oleh masyarakat. Data yang mengejutkan ditunjukkan dari World Health Organization (WHO) tahun 2015, penyakit hipertensi diidap oleh sekitar 1,13 Miliar orang di dunia. Jika diperbandingkan, maka 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi.

Bagaimana Mencegah Penyakit Hipertensi?

Cara Mencegah Penyakit Hipertensi
Cara Mencegah Penyakit Hipertensi

Penyakit Hipertensi dapat dicegah dengan melakukan pengendalian perilaku negatif yang berisiko, antara lain: merokok,

  • diet tidak seimbang seperti kurang konsumsi sayur dan buah
  • konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih,
  • obesitas,
  • kurang aktivitas fisik,
  • konsumsi alkohol berlebihan
  • stres.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberi imbauan agar Semua pihak melakukan upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi, menerapkann pola Hidup Sehat, dan mengendalikan faktor risiko hipertensi.

Apabila semua perilaku tersebut dapat dihindarkan, maka Anda dapat menjauh dari  penyakit hipertensi. Kenapa hipertensi sangat berbahaya? Karena penderitanya sering merasa baik-baik saja, padahal terjadi komplikasi. Akibatnya terjadi kerusakan organ target.

Baca juga:

Motivasi Kesehatan di Bulan Puasa : Berpikir Positif dan Berprasangka Baik

Mendengar Keluhan Tiket Mahal, Akhirnya Kemenhub Turunkan Tarif Batas Atas Pesawat

Jumlah Penderita Penyakit Hipertensi Semakin Meningkat Setiap Tahun

Komplikasi Hipertensi tergantung dari meningkatnya dan lamanya  tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ tubuh yang dipengaruhi hipertensi, seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah arteri perifer.

Berdasarkan Data Riskesdas 2018, penduduk usia 15 tahun keatas diperoleh faktor risiko hipertensi karena kurang makan sayur dan buah sebesar 95,5%, kurang aktifitas fisik 35,5%, merokok 29,3%, obesitas sentral 31% dan proporsi obesitas umum 21,8%.

Hipertensi dialami oleh kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), dan umur 55-64 tahun (55,2%). Dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, biaya pelayanan hipertensi terus meningkat.

Pada tahun 2016, BPJS mengeluarkan biaya sebesar 2,8 Triliun rupiah, tahun 2017 dan tahun 2018  meningkat menjadi sebesar 3 Triliun rupiah. Indikator tesebut menunjukkan bahwa pengobatan terkait hipertensi kian bertambah setiap tahun.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close