Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Kesehatan

Penyakit Katastropik Kanker, Gagal Ginjal, Diabetes, Leukemia, dan lain-lain Menjadi Beban Nomor 1 JKN

Dari media sosial Kementerian Kesehatan, Penyakit katastropik seperti kanker, jantung, diabetes, stroke,dll terus meningkat sejak tahun 2014. Kenapa terjadi hal seperti itu? Jawabannya adalah gaya hidup masyarakat yang kurang sehat. Tentu saja ini merupakan hal yang dapat kita cegah dengan mengatur pola hidup kita menjadi pola hidup sehat dengan GERMAS.

NIlai Pembiayaan Penyakit Katastropik Seperti Kanker, Jantung, Diabetes dan lain-lain

Peningkatan Pembiayaan Penyakit Katastropik Program JKN
Peningkatan Pembiayaan Penyakit Katastropik Program JKN. Sumber : Facebook Kemenkes

Meski berbiaya mahal, penyakit katastropik tetap dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jadi, penyakit tersebut tidak pernah dihapuskan oleh BPJS Kesehatan. Di website resminya, Kemenkes pun menjelaskan bahwa penyakit katastropik yaitu kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hepatitis, leukemia, dan hemofilia beban pembiayaannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Penyakit-penyakit tersebut pada membutuhkan biaya Rp. 8,7 T pada tahun 2014; Rp. 13,43 T pada tahun 2015; Rp. 16,2 T pada tahun 2016, Rp18,4 pada tahun 2017, dan Rp20,4 T pada tahun 2018.

Hal tersebut berpengaruh terhadap kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang mengalami defisit. Iuran yang diterima dengan dengan pengeluaran pelayanan kesehatan menjadi tidak seimbang.

Sehingga, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk mengendalikan defisit. Untuk menyelesaikan permasalahan, dilakukan perumusan bauran kebijakan untuk optimalisasi pelaksanaan JKN; pengendalian defisit; dan penatausahaan aset Dewan Jaminan Sosial (DJS).

Kenapa pengendalian defisit perlu dilakukan? Hal tersebut dilaksanakan untuk upaya pengendalian mutu dan  biaya yang melibatkan Peran Pemerintah, Pemerintah daerah, BPJS dan fasilitas kesehatan. Jadi, banyak pihak yang dilibatkan dalam Program Jaminan Kesehatan ini.

Baca juga :

Alat Musik Angklung, Dari Tanah Sunda Terkenal Mendunia

Pak Kabut Sang Pembuat Ulekan Cobek (Coet) dari Sukabumi

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk Menekan Tingginya Penyakit Katastropik

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan selalu mengimbau masyarakat untuk menjadi pola kehidupannya. Agar dapat dhidup lebih sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya dan berbiaya tinggi tersebut.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi cara untuk menekan angka penyakit katastropik. Alasannya, penyakit-penyakit tersebut adalah penyakit tidak menular dan dapat dicegah dengan pola perilaku hidup bersih dan sehat dari masyarakat.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close