Pengalaman Menggunakan Rujukan BPJS untuk Cek Darah dan Pemeriksaan Penyakit Anak

menggunakan rujukan BPJS

Kalau sudah mengikuti Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak harus pusing, mudah berobatnya, dan bisa menggunakan rujukan BPJS untuk cek darah dan pemeriksaan penyakit anak. Anda belum punya BPJS? Daftar dong cepatan. Meski harus bayar setiap bulan Anda akan merasakan manfaatnya kok nanti.

Beberapa hari lalu, anak saya sakit dan harus ke dokter. Demamnya naik turun. Pemeriksaan pertama ke Klinik sebagai Faskes I yang tertera di kartu belum mentembuhkan penyakit. Anak tetap mengalami panas-dingin. Tidak mau menanggung risiko yang lebih parah, lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan mendatangi klinik kembali.

Dokter di klinik menyuruh si kecil untuk di rujuk ke rumah sakit, agar bisa ditangani oleh dokter anak. Jika penyakit tidak bisa ditangani dokter, maka dokter di klinik pun memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.

Baca juga: Kalau Ndak Bisa Miras dan Intisari, Kan Bisa Mabuk Rebusan Pembalut Wanita

Tahap Berobat Menggunakan Rujukan BPJS ke Rumah Sakit

Pertama, Untuk bisa memperoleh rujukan pengobatan ke fasilitas kesehatan yang lebih besar, pemilik Kartu Indonesia Sehat harus memeriksa penyakitnya ke dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I). Seperti anak saya, sadar penyakitnya tidak sembuh, si kecil pun di bawa ke klinik. Karena penyakit tidak sembuh dalam tempo hampir seminggu. Dokter pun memberikan rujukan ke rumah sakit lebih besar.

Kedua, Pemilik KIS atau peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan diminta menyiapkan antara lain :

  • Kartu keluarga
  • Akta kelahiran anak
  • Fotocopy KIS
  • Jangan lupa membawa surat rujukan yang diberikan oleh dokter

Setelah semua persyaratan tersedia, maka seilahkan pergi ke rumah sakit yang ditunjuk/ dipilih untuk berobat si kecil.

Ketiga, Pergilah ke Rumah Sakit yang ditunjuk dan daftarkan pasien pengguna BPJS. Berikan surat rujukan dan data diri pasien kepada administrasi rumah sakit. Jika sudah lengkap semua, maka akan diberikan nomor antrian (tergantung prosedur rumah sakit masing-masing) dan diminta antri menanti panggilan untuk berobat.

Keempat, Pasien akan memperoleh giliran diperiksa oleh dokter. Tidak ada perbedaan pemeriksaan antara pasien dengan menggunakan BPJS atau membayar tunai. Dokter akan melayani semuanya tanpa pilih-pilih. Hari itu, anak saya harus cek darah, karena diduga memiliki penyakit gejala typus. Maka, si kecil diminta pergi ke laboratorium untuk mengambilan contoh darahnya.

Kelima, Cek darah di laboratorium masih di rumah sakit yang sama tanpa membayar sepeser pun. Sayangnya, anak saya ternyata memang gejala typus setelah hasil lab diperiksa oleh suster dan informasi diberikan kepada dokter. Sebetulnya, anak saya diminta untuk rawat inap, namun diberikan opsi rawat jalan dengan wajib kontrol ke rumah sakit, apabila pasien semakin parah. Syukurnya panasnya mulai reda dan di tidak boleh bermain dulu ke luar rumah.

Baca juga: Ayo Siskamling Digital! Ayo Adukan Konten Negatif di Dunia Maya

Cek Darah Gratis dan Biaya Pengobatan Tanpa Membayar Sepeser pun

Pasien yang menggunakan surat rujukan BPJS terbukti dilayani dengan telaten dan tanpa perbedaan oleh dokter. Sekali lagi jangan ragu berobat dengan BPJS. Sang dokter memeriksa sangat sabar dan memberi pertimbangan rawat inap demi kesehatan anak lebih optimal.

Saya memilih untuk rawat jalan saja. Kalaupun rawat inap, pihak administrasi menyatakan sebagian besar pembayaran akan ditanggung BPJS Kesehatan. Apabila ada biaya pengobatan yang tidak di cover BPJS, maka pasien akan diberikan opsi untuk membayar/ diminta persetujuan untuk menebuas biayanya. Sejauh pengalaman saya berobat dengan BPJS, tidak semua proses pengobatan dicover oleh BPS. Sehingga, pasien wajib membawa uang sendiri, kalau-kalau terpaksa membayar biaya diluar tanggungan BPJS Kesehatan.

Begitulah tahapan menggunakan rujukan BPJS untuk berobat dan pemeriksaan ke dokter anak. Pokoknya, selama sudah terdaftar di BPJS, And ajangan ragu untuk berobat segera. Jangan ditunda-tunda lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.