Pengalaman Berobat Penyakit Asam Urat Menggunakan BPJS Kesehatan

berobat penyakit asam urat menggunakan bpjs

Anda pernah mengalami nyeri bukan main di persendian kaki, kalau iya cobalah berobat penyakit asam urat menggunakan BPJS Kesehatan. Penyakit asam urat ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jadi, jangan ragu sebaik Anda merasakan nyeri bukan main di sendi kaki, periksalah segera mungkin memiliki penyakit asam urat juga.

Jangan ragu dan bimbang untuk menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan pergi berobat ke Faskes I. Faskes I biasanya tertulis di kartu BPJS yang Anda miliki. Prosedur penggunaan berobat dengan KIS ternyata mudah sekali. Hal yang paling penting, Anda bisa kembali berjalan normal setelah mengobati penyakit asam urat yang sakitnya bukan main.

Baca juga : Sudah Tahu Cara Pendaftaran BPJS Kesehatan, Belum?

Prosedur Berobat Penyakit Asam Urat Menggunakan BPJS Kesehatan

Pada suatu pagi yang cerah, saya merasakan sakit bukan main di telapak kaki. Saya sudah tahu sepertinya penyakit asam urat saya kambuh lagi. Bagi Anda yang belum mengalami penyakit ini jangan kepengen deh, soalnya bikin nyeri dan pegel bukan main. Kalau menyerang telapak kaki, maka prang berpenyakit asam urat akan susah jalan.

Penyakit asam urat merupakan penyakit sendi yang ditandai pembengkakan, kemerahan, dan muncul rasa sakit di tubuh anda. Rasa sakitnya biasanya perlahan dari merasa seperti keseleo hingga nyeri tak tertahankan. Penyakit asam urat dapat menyerang semua sendi, tetapi yang paling sering kena yaitu sendi lutut, pergelangan kaki, telapak kaki, dan jempol kaki. Rasanya luar biasa kalau rasa sakitnya semakin parah.

Tahapan Permeriksaan Penyakit Asam Urat

Bagi Anda yang mengikuti program JKN dan memiliki KIS daripada menahan nyeri terlalu lama, berobat penyakit asam urat Menggunakan BPJS Kesehatan. Prosedurnya mudah sekali.

  1. Datanglah ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I) yang tertera di kartu. Kalau sudah kesulitan jalan, ajaklah orang lain untuk menemani anda. Agar tidak terjatuh dan lebih mudah berobatnya.
  2. Setelah sampai ke Faskes I, daftarkan diri Anda dengan menunjukkan kartu keanggotaan JKN. Tenaga administrasi atau suster di puskesmas, klinik atau pelayanan dokter pribadi akan mengecek kartu tersebut. Kalau baru pertama kali berobat, petugas akan menanyakan, “baru pertama kali berobat dengan BPJS ya pak?” Jawablah sambil tersenyum.
  3. Petugas kesehatan akan mengecek gejala yang Anda rasakan sebelum bertemu dengan dokter. Dia mencatat keluhan yang dirasakan pasien untuk diberikan ke dokter. Katakan saja, “nyeri di kaki bu, pengen periksa jangan-jangan asam urat.”
  4. Diagnosa dari petugas kesehatan yang sudah dicatat diberikan ke dokter. Lalu, tunggulah giliran Anda dipanggil untuk menghadap dokter.
  5. Ketika sudah gilirannya, disuruh memasuki ruangan pemeriksaan dan akan ditanyakan bagaiman kondisi penyakit Anda. Saya ceritakan keluhan penyakit dan bilang sudah pernah cek asam urat. Dokter tidak langsung memberikan obat. Dia meminta untuk diperiksa ulang dengan mengambil darah menggunakan jarum. Darah ditempelkan ke alat pendeteksi asam urat dan benar saja. Penyakit asam urat saya sudah semakin parah. Kandungan asam urat dalam darah sudah berlebihan di angka 9.2, sedangkan batas angka normal 7.0.
  6. Dokter pun menasehati jangan makan tahu dan sayuran hijau dulu. Agar penyakit lebih cepat sembuh. Dia memberikan resep obat dan disuruh diserahkan kepada tenaga kesehatan.
  7. Pemeriksaan pun selesai dan resep diserahkan. Lalu menunggu sebentar dan obat diserahkan kepada pasien. Tanyakan tentang obat yang diberikan dan aturan meminumnya. Setelah itu, Anda boleh pulang ke rumah.

Baca juga : Antusiasnya Orang Tua Dalam Kegiatan Market Day Sekolah Alam Indonesia Sukabumi

Pemeriksaan Darah Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Oh ya, ketika memeriksa kadar asam urat dalam darah tersebut, saya dikenakan biaya Rp35.000. Alasannya pemeriksaan tersebut tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Karena saya sudah tidak kuat menanggung cobaan dan berniat berobat penyakit asam urat Menggunakan BPJS Kesehatan, namun harus bayar periksa darah. Tak apalah yang penting saya bisa berjalan normal kembali.

Nah sekian prosedur berobat penyakit asam urat Menggunakan BPJS Kesehatan. Manfaatkan program JKN dan jangan ragu-ragu berobat untuk menyembuhkan penyakit Anda.

 

Sumber gambar : klikdokter.com

 

One thought on “Pengalaman Berobat Penyakit Asam Urat Menggunakan BPJS Kesehatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.