Thu. May 30th, 2024
    penderita Covid-19 itu seolah ada di depan pintu rumah kitapenderita Covid-19 itu seolah ada di depan pintu rumah kita

    Kalau sebelum lebaran tahun 2021 ini orang yang terpapar adalah orang yang tidak dikenal, kini penderita Covid-19 itu seolah ada di depan pintu rumah kita. Orang tua, kakak, adik, ponakan, hingga tetangga terdekat turut dinyatakan positif. Pengalaman penyebaran virus corona lebih menyeramkan dibandingkan masa sebelumnya.

    Nasib semakin terasa sangat apes ketika anggota keluarga tidak memiliki imun yang kuat dalam hitungan hari tidak akan bisa lagi bersenda gurau lagi bersama kita. Mereka meninggal dunia dalam sepi, dihinggapi virus, tidak bisa ditemani di masa akhir hidupnya, dan harus dikubur sesuai protokol Covid-19.

    Virus corona terasa semakin giat menghampiri umat manusia

    Seolah sebagian dari kita harus merasakan sentuhannya. Begitu nyatanya dampaknya, sampai-sampai fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas penuh serta tenaga kesehatan dibikin kewalahan. Kenyataan itu dikuatkan data kasus aktif atau pasien positif dan membutuhkan perawatan medis naik 12.909 kasus (Data 27 Juni 2021).

    Ada 5 provinsi yang memiliki angka kematian tertinggi harian, antara lain: Jawa Barat bertambah 93 kasus dan kumulatifnya 5.077 kasus; Jawa Tengah bertambah 69 kasus dan kumulatifnya 10.373 orang; Jawa Timur 64 kasus dan kumulatifnya 12.353 kasus; DKI Jakarta bertambah 51 kasus dan kumulatifnya 8.169 kasus; serta DI Yogyakarta menambahkan 19 kasus dan kumulatifnya 1.479 kasus.

    Persoalannya virus corona menular tidak hanya kepada orang dewasa, tetapi anak-anak juga banyak menjadi korban. Dikutip dari kompas.com, Ketua IDAI DIY, dr Sumadiono terjadi penularan sebanyak 708 kasus yang dialami anak-anak pada minggu ketiga Juni 2021. Angka kasus tertinggi yang teradi di Yogyakarta selama pandemi Covid-19.

    Belum lagi kalau bicara kota Jakarta, dari 9.271 kasus positif (27/6/2021), diantaranya 14 persen atau 1.325 anak di bawah 18 tahun terpapar Covid-19. Jadi kenaikan penularan kasus Covid-19 bukan main peningkatannya.

    Penderita Covid-19 meningkat Maka Waktunya Perkuat Perlindungan dari Risiko Covid-19

    Ikatan Dokter Anak Indonesia meminta semua pihak lebih waspada terhadap varian baru COVID‐19. Karena dinilai mudah menyebar,  mungkin  lebih  memperberat  gejala,  mungkin  lebih  meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin.

    Masyarakat diharapkan terus melaksanakan protokol kesehatan; tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian untuk hal yang bukan mendesak. Karena dapampaknya akan sama-sama “menderita” dan penularan terjadi dalam waktu yang lebih panjang.

    Oleh karena itu, mengabaikan protokol kesehatan dan menyepelekan tingkat penularan yang terjadi saat ini akan sangat berisiko. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UGM, varian Delta terbukti meningkat setelah adanya transmisi antarmanusia populasi di Kudus.

    Peningkatan kasus yang terjadi di Kudus tersebut karena adanya varian Delta. Selain itu, varian Delta juga berhubungan dengan usia pasien. Semakin tua pasien COVID-19, maka akan memperburuk kekebalan tubuhnya. Faktor yang memperparah keadaan saat ini adalah interaksi sosial yang masif dan pelanggaran protokol kesehatan saat libur Idul Fitri. Kondisi semakin memburuk dengan adanya varian virus baru yang lebih cepat penyebarannya.

    Artikel menarik lainnya: Bantu si Kecil Hasna Beli Alat Gangguan Pendengaran yang Harganya Cukup Mahal

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *