Kesehatan

Menggunakan Face Shield Percuma Saja Jika Tidak Pakai Masker

Menggunakan Face Shield ditegaskan Pemerintah melalui Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19, Achmad Yurianto akan percuma tanpa masker. Tidak bisa melindungi dari virus corona secara maksimal. Anda menggunakan topeng wajah transparan wajib juga menggunakan masker yang melindungi mulut dan hidung.

Jadi begi pembaca yang budiman, face shield memberi perlindungan sebatas ari droplets yang besar. Namun, tidak ada jaminan dapat menghindarkan dari risiko cemaran partikel micro droplet. Akibatnya, semburan partikel kecil dapat terhirup ke dalam mulut atau hidung. Apalagi, partikel micro droplet telah dinyatakan oleh WHO dapat mengambang di udara dalam waktu yang relatif lama. Sehingga potensi terhirup secara tidak sengaja menjadi lebih besar.

Ingat Tetap Menggunakan Masker Lebih Baik Tidah Hanya Face Shield Saja

Achmad Yurianto menyatakan masker mutlak harus digunakan, bukan hanya memakai face shield. Beliau menyarankan face shield l lebih baik digunakan sebagai alat tambahan dari penggunaan masker. Tidak hanya menggunakan face shield tanpa masker.

Jika dilihat di tempat umum bahkan acara televisi, banyak orang menggunakan face shield tetapi masker malah tidak dipakai. Padahal sejak awal, tenaga kesehatan mewajibkan untuk menggunakan alat pelindung kesehatan yang menutup mulut dan hidung.

Darii informasi pemberitaan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meyakini bahwa penularan virus yang terjadi melalui cemaran droplet. Sehingga masyarakat diminta tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. Keluar rumah untuk hal yang sangat penting dengan mengenakan memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menjaga jarak.

Jangan abai terhadap perlindungan kesehatan dan berupaya menyangkal kalau masa pandemi COVID-19 itu telah usai. Tidak sama sekali, malah korban dari virus corona belum menunjukkan angka penurunan. Tahukah Anda, kasus terkonfirmasi positif di Indonesia sampai 13 Juli 2020 berjumlah, 76.981 dengan 36.689 orang telah sembuh dan 3.656 orang meninggal dunia.

Pemerintah menjelaskan bahwa kasus positif dengan jumlah rata-rata di atas seribu per hari merupakan hasil pelacakan atau tracing masif. Selain itu, dilakukan pula upaya pemeriksaan laboratorium secara masif. Meski begitu, sebagian besar dari temuan kasus tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Orang yang terpapar virus corona harus melakukan isolasi secara mandiri di rumah. Isolasi dilaksanakan secara ketat Selama 14 hari hingga diperoleh hasil yang negatif.

Informasi lainnya: 51 Satuan Pendidikan Ajukan KBM Tatap Muka Di Sekolah, Sudahkah Walikota Sukabumi Membaca Saran IDAI?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *