Kesehatan

Pengalaman Menggunakan BPJS Kesehatan untuk Berobat Ternyata Mudah Sekali

Bagi Anda yang sedang sakit, jangan ragu menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat ke klinik, puskesmas, atau sarana kesehatan FASKES I lainnya. Ternyata prosedurnya mudah sekali.

Untuk mengetahui penjelasan tentang FASKES I, Anda bisa membaca penjelasannya di link berikut ini. Nah BPJS bisa didaftarkan oleh siapa saja dan berhak memperoleh pelayanan kesehatan apabila telah membayar iurannya.

Kalau sudah menjadi bagian dari Progam JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), maka ada beberapa hal yang bisa didapatkan penggunanya.

Para Pemiliknya Bisa Menggunakan dan Cek BPJS Kesehatan untuk Berobat dan Layanan Lainnya.

Bagi Anda yang sudah terdaftar BPJS, ada beberapa hal yang bisa diperoleh, antara lain; Administrasi pelayanan, Pelayanan promotif dan preventif, Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis. Lakukan juga cek nomor BPJS Kesehatan dengan NIK.

Pemilik kartu BPJS juga berhak menerima; Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif, Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai, Transfusi darah sesuai kebutuhan medis.

Selain itu, pendaftar program kesehatan pemerintah ini dapat melakukan diagnosis laboratorium tingkat pertama dan Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi.

Begini Cara Menggunakan BPJS Kesehatan ke FASKES Tingkat I

Sebagai pemilik BPJS, penulis sudah menggunakan dan cek BPJS Kesehatan untuk berobat dengan melakukan langkah-langkah dan prosedur urutan pengobatan. Pertama, Dataglah berobat ke FASKES Tingkat I yang tertera di kartu, seperti dokter keluarga, Puskesmas, dan Klinik.

Tempat berobatnya harus dingat sesuai dengan yang diisi di formulir pendaftaran BPJS. Kedua, Mendaftar ke petugas kesehatan untuk berobat dengan menunjukkan kartu BPJS. Setelah menunggu antrian, petugas kesehatan akan memanggil Anda, lalu memeriksa tensi darah dan berat badan.

Ketiga Pemilik BPJS akan dipanggil dan dipersilahkan menuju ruangan dokter. Nah, dokter tinggal memeriksa kondisi kesehatan tubuh Anda.

Menariknya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dokter menggunakan BPJS untuk berobat sama pelayanannya jika Anda berobat dengan menggunakan uang sendiri. Dokter akan menanyakan gejala penyakit yang dirasakan, memeriksa tubuh Anda, dan memberikan diagnosa penyakit yang sedang dirasakan.

Tahap Terakhir atau Keempat, dokter selesai memeriksa akan memberikan resep obat yang harus diminum. Kertas resep diserahkan kepada petugas kesehatan. Tidak lama obat pun diberikan kepada pasien. Berobat pun selesai dilakukan dan boleh pulang ke rumah. Ingat konsumsi obat sesuai aturan minum yang diperintahkan oleh dokter.

Kalau Penyakit Tidak Bisa Diatasi di FASKES I, Minta Rujukan Ke Rumah Sakit

Bagi pengguna PBJS Kesehatan, Anda hanya bisa berobat sesuai urutan ke FASKES I lebih dulu. Kalau tidak, BPJS tidak akan memenuhi biaya pengobatan Anda. Cek BPJS Kesehatan lokasi Fasker 1 terseket.

Beda halnya, setelah berobat dan penyakit tidak bisa ditangani FASKES I serta membutuhkan pengobatan tahap lanjut. Maka, FASKES I akan membuat rujukan ke rumah sakit yang terdaftar sebagai mantra BPJS.

Mintalah surat rujukan dari FASKES I untuk dibawa ke rumah sakit. Kalau tidak bawa surat rujukan, jelas Anda tidak bisa berobat atau terpaksa menggunakan uang pribadi. Jadi, tunjukkan surat rujukan ke rumah sakit dan jangan sampai hilang.

Pemilik BPJS tidak perlu surat rujukan dari FASKES I dengan syarat kondisi yang fatal, seperti membahayakan nyawa dan mengakibatkan cacat. Datanglah ke rumah sakit dan jelaskan kondisinya yang terjadi. Apabila persyaratannya lengkap maka biaya pengobatan akan di tanggung oleh BPJS.

Demikianlah cara menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat sesuai prosedur yang harus dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *