Thu. Apr 25th, 2024
    Mengenali gejala depresiMengenali gejala depresi

    Mengenali depresi anggota keluarga itu penting, sebelum kita kehilangan orang tersayang. Suatu kali Johan (bukan nama sebenarnya) ditinggalkan istrinya karena anaknya meninggal lebih dulu. Ia tidak mengenali gejala depresi yang terjadi pada pasangan hidupnya. Waktunya tak lama, istrinya pergi hanya berselang sebulan kemudian. Kenapa hal itu bisa terjadi?

    Depresi adalah penyakit medis yang serius dan mempengaruhi perasaan Anda secara negatif, dari berpikir maupun bertindak. Orang yang mengalami depresi mengalami perasaan sedih, kehilangan semangat, dan tak mau melakukan kegiatan yang pernah dikerjakannya baik itu di rumah maupun di kantor. Anda bisa mengenali beberapa tanda mengenali gejala depresi dari beberapa tanda-tanda orang yang mengalaminya.

      • Merasa sedih yang terus menerus.
      • Kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang pernah dikerjakan dengan giat.
      • Perubahan nafsu makan dan terjadi perubahan berat badan.
      • Kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak tidur.
      • Kehilangan energi atau sering merasa kelelahan.
      • Sering merasa gelisah, seperti meremas-remas tangan atau mondar-mandir.
      • Merasa tidak berharga atau bersalah.
      • Kesulitan berpikir, berkonsentrasi atau mengambil keputusan.
      • Berpikir untuk mati atau bunuh diri.
      • Keluhan rasa nyeri, seperti pada bagian punggung, kepala, persendian dan perut.

    Sayangnya, banyak orang yang mengalaminya, namun diabaikan atau tidak diketahui oleh orang sekitarnya bahkan keluarganya tidak menyadarinya.

    Mari Mengenali Depresi Anggota Keluarga dan Mengurangi Risikonya

    Orang bisa mengalami gejala depresi sejak remaja hingga usia 20an tahun. Tingkat depresi umumnya cukup tinggi, 1dari 6 orang akan mengalami depresi dalam hidupnya. Penyakit depresi bisa datang kapan saja. Berdasarkan banyak kejadian, perempuan cenderung mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko depresi, terutama bagi Anda yang telah berkeluarga.

    Rajinlah berkomunikasi dengan Anggota keluarga Anda. Jika terjadi masalah yang menjadi beban pikiran lebih baik diceritakan. Jadikan anggota keluarga dan pasangan istri/suami sebagai orang yang paling dipercayai. Jangan pernah menutup diri atas masalah sekecil apapun. Jalin hubungan baik dengan seluruh anggota keluarga. Sesibuk apapun diri Anda tetap berdialog dengan siapa pun yang dinilai layak sebagai pendengar dan tempat berbagi cerita yang baik.

    Kalau pun tidak kepada anggota keluarga. Sahabat mungkin menjadi tempat yang asyik untuk menceritakan beban hidup Anda. Pikirkan baik-baik atas masalah yang membebani hidup dan jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Depresi merupakan penyakit yang bisa terjadi pada siapa saja. Kalau dikenali dengan cepat dan perawatan yang tepat, orang yang depresi dapat diatasi masalahnya. Kalau ada Anggota keluarga yang mengalami depresi segeralah ke dokter atau konsultasi ke psikiater. Ajak bicara orang yang mengalami depresi, karena hal itu cara terbaik untuk mengembalikan kesehatan mentalnya.

    Sumber: https://www.psychiatry.org/patients-families/depression/what-is-depression

    Baca juga : Tips Hemat Belanja Bulanan Bagi Kamu yang Super Boros

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *