Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Kesehatan

Jangan Sampai Ditangkap Polisi, Ketahui Dampak Menggunakan Kokain

Berita penangkapan pengguna obat terlarang terjadi lagi, jangan sampai terjadi pada Anda dan ketahui dampak menggunakan kokain bagi tubuh Anda.

Berdasarkan informasi dari alodokter.com, kokain sebenarnya bisa digunakan secara illegal untuk stimulant kuat sebagai anestesi lokal untuk operasi tenggorokan, telinga, dan mata.

Hal yang sangat disayangkan, begitu banyak orang yang menggunakan tidak semestinya. Sehingga, kokain dimasukkan dalam NAPZA (narkotik, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).

Kokain ternyata berasal dari daun tanaman Erythroxylum coca, diolah dengan cara diekstrak dan dimurnikan. Sehingga, menghasilkan bentuk bubuk putih. Orang sering menggunakan kokain dengan menghisap seperti rokok, dihirup melalui hidung, disuntik ke pembuluh darah, melalui mulut, dan digosokkan ke gusi.

Bagi yang mengonsumsinya, pengguna akan merasa ceria, banyak bicara, percaya diri, tidak butuh makan dan tidur, dan hilang rasa lelah. Kondisi yang ditimbulkan tersebutlah membuat pecandu terus saja menggunakannya. Padahal, efek kokain hanya berlangsung 30 menit-2 jam saja. Setelahnya, kalau menjadi candu, akan merusak kesehatan.

Dampak menggunakan Kokain Bagi Penggunanya

Setelah pengaruh kokain yang seperti menyenangkan, ada masalah dalam jangka pendek yang terjadi, seperti depresi berat, merasa resah, tidak tidur dan makan yang cukup.

Pada tubuh penggunanya, detak jantung meningkat dan otot tegang yang membuat menjadi paranoid, marah, cemas, dan bermusuhan kepada orang lain.

Cara menghirup kokain melalui hidung bisa membuat dinding tengah pembatas lubang kanan dan kiri bisa rusak. Hidung bisa menjadi berair dalam waktu lama dan merusak kemampuan indera penciuman. Sedangkan, kalau kokain dihisap seperti rokok, maka bisa membuat iritasi dan kerusakan permanen paru-paru.

Dampak jangka panjang menggunakan kokain bagi tubuh bisa mengakibatkan pembuluh darah di otak menyempit, dan membuat munculnya penyakit stroke, kejang-kejang, berperilaku aneh atau kadang berbuat kekerasan.

Tidak cukup sampai disitu, kokain dapat menyempitkan pembuluh darah ke usus yang membuat kekurangan oksigen. Hingga, muncul tukak (luka) yang berakibat kebocoran di lambung dan usus. Akibat fatal terakhir adalah jaringan usus atau saluran cerna menjadi mati.

Apesnya kokain juga bisa berakibat gagal ginjal secara mendadak, terutama yang memiliki riwayat hipertensi. Tidak sampai disitu saja, dampak menggunakan kokain mengganggu fungsi seksual pada laki-laki dan perempuan. Fatalnya gangguan ejakulasi juga bisa terjadi pada laki-laki.

Fungsi seksual pun bisa rusak dan mengakibatkan gangguan atau ejakulasi pada pria. Selanjutnya, akibat terakhir yang tak bisa diobati adalah kematian mendadak, karena serangan jantung atau kejang ketika napas berhenti. Apalagi kalau pengguna kokain memakainya sambil mengonsumsi minuman mengandung alkohol.

Baca juga :

HUKUM MATI SOPIR ANGKUTAN KASUS PEMBUNUHAN GADIS ASAL CIANJUR!

BAGAIMANA MUNGKIN AKU MEMILIH SEORANG PENGANGGURAN SEPERTIMU

Kalau Sudah Ketergantungan Kokain Apa yang Bisa Dilakukan?

Apabila ada kenalan, teman, dan anggota keluarga sudah ketergantungan atau kecanduan kokain, maka ajak ke dokter. Anda harus peduli terhadap pengguna kokain dengan mencari bantuan dokter dank e rumah sakit ketergantungan obat.

Oh ya, berdasarkan aturannya, dari Pasal 54 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba. Para pengguna Narkotika dan korbannya diwajibkan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Sehingga ambil tindakan terbaik bagi orang yang anda kenal untuk rehabilitasi.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close