Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kesehatan

Semoga Tawaran Kehidupan Normal Baru dari Presiden Joko Widodo Bukan Kebijakan Blunder Baru

Pemerintah tampaknya pelan-pelan ingin melonggarkan aturan-aturan terkait darurat bencana kesehatan COVID-19 dengan kehidupan normal baru. Jadi, situasi yang enggak normal selama dua bulan ini harus diakhiri, karena imbasnya sangat luas terutama sektor ekonomi yang semakin buruk.

Kalau mengutip dari berita kompas.com, dari riset riset Moody’s  (17/3/2020), terjadi tiga macam tekanan akibat pandemi virus corona, antara lain:

  • Industri yang terpapar cukup tinggi. Seperti produksi pakaian, manufaktur otomotif, suplaier otomotif, konsumer, gaming, pariwisata. Tidak hanya itu maskapai penerbangan, ritel bukan makanan dan pengiriman secara global juga mengalami kesulitan.
  • Jenis industri yang terpapar sedang. Seperti minuman, kimia manufaktur, media, logam dan tambang, minyak dan gas. Dari industi properti, agrikultur, perusahaan jasa, produsen baja sampai perusahaan teknologi hardware juga terkena imbas dampak virus corona.
  • Perusahaan dari industri yang terpapar sangat rendah. Seperti konstruksi, pertahanan, peralatan dan transportasi. Tidak hanya itu usaha rental, pengemasan, farmasi, real estate, ritel makanan, telekomunikasi hingga manajemen sampah pun terkena akibatnya.

Tidak ada sektor yang bisa terlepas dari dampak pandemi COVID-19. Berbagai negara juga kondisi ekonominya juga hancur lebur. Pemerintah Indonesia pasti tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Pekerja usia 45 tahun ke bawah sudah boleh bekerja kembali. Jalaur transportasi pun sudah mulai melaju, meski tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Tetapi apesnya baru beberapa hari diterapkan sedikit pelonggaran saja, terlihat blunder. Penumpang jalur penerbangan tampak sangat padat dan membuat orang curiga. Tidak sedikit yang bertanya betulkah orang-orang tersebut mengikuti persyaratan ketat yang dibuat oleh pemerintah?

Bagaimana Menjalani Kehidupan Normal Baru Sementara Angka Positif Virus Corona Belum Menunjukkan Angka Penurunan?

Di fanpage resminya, Presiden Joko Widodo memberi tawaran kehidupan normal baru. Katanya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Alasannya karena virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Baiklah katakan saja tidak akan menghilang, tetapi sayangnya angka positif virus corona belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Kalau pun kita diminta untuk hidup berdampingan. Bagaimana caranya berdampingan dengan makhluk yang tak kelihatan “batang hidungnya”. Bahkan bisa menempel dimana saja dan masuk ke tenggorokan manusia pula.

Kalau pun pemerintah mengajak kita melawan virus menjalani hidup barsama dengan virus. Strategi apa yang dilakukan pemeirntah agar virus mau juga hidup damai bersama manusia. Faktanya selama dua bulan pemerintah sudah mencanangkan protokol kehsehatan tidak diikuti rakyatnya. Aturan PSBB dicueki disebagian wilayah, bukinya orang masih doyan berkeliaran mencari takjil buka puasa. Dilarang mudik lewat darat, penumpang mengakali dengan membuat surat izin mudi agar bisa lewat udara.

Betul niat pemerintah memang baik, agar masyarakat dapat produktif kembali dalam bekerja. Kondisi ekonomi keluarga enggak morat-marit. Presiden Joko Widodo tidak mesti pusang memberi stimulus bantuan kepada masyarakat. Kalau pandemi virus terlalu lama terjadi, ekonomi negara bisa ikut hancur lebur. 

Karena pemerintah sadar COVID-19 itu penyakit berbahaya, maka harus dijelaskan bagaimana rencana kehidupan normal baru itu. Bagaimana mau normal baru, kalau nyatanya situasi benar-benar tidak normal. Jika pun mampu, pemerintah buatlah aturan yang enggak bikin pusing rakyatnya. Mampukah meyakinkan warganya mau mengikuti cara kehidupan normal baru. Sementara, jaga jarak aman, cuci tangan, dan pakai masker tidak dilakukan semua orang.

New normal life atau tatanan kehidupan normal yang baru mestinya dengan penjelasan strategi yang apik. Jangan sampai belum apa-apa terlihat malah seperti kebijakan blunder yang baru.

Baca juga: Mari Cari Tahu Cara Menghadapi Stres Karena Pandemi Virus Corona Yang Entah Kapan Berakhir

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close