Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
KesehatanKesehatan Masyarakat

Kecanduan Sabu-Sabu dan Masuk Penjara Kemudian

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Artis yang kecanduan sabu-sabu tertangkap lagi. Tidak tanggung-tanggung artis Fariz RM sudah 3 kali disangka sebagai pengguna  obat terlarang tersebut.

Tahukah kamu bahwa sabu-sabu jenis narkoba yang berbentuk Kristal dan dikonsumsi dengan menghisap uap hasil pembakaran dari bong.  Sabu-sabu juga dikenal dengan Metamfetamin sebagai obat psikotimulan dan simpatomemetik.

Sebenarnya, secara legal digunakan seperti amfetamin untuk menangani ADHD (Attention-deficit hyperactivity disorder),dan narkolepsi (gangguan kronis, yang membuat seseorang tidak bisa mengatur waktu tidurnya).

Sayangnya, obat tersebut bersifat adiktif dan sering digunakan oleh orang untuk mendapatkan efek perasaan euforia dan bersemangat. Menurut dokter Dyan dikutip dari klikdokter.com, pengguna sabu akan tampil penuh percaya diri dan pribadinya menjadi berbeda dari sebelumnya.

Padahal penggunaannya bisa berdampak sebaliknya, yaitu menimbulkan perasaan paranoid, halusinasi dan agresivitas.Orang yang terlalu banyak menghisap sabu memiliki potensi sangat berbahaya bagi kesehatan fisiknya.

Baca juga : Inilah Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar, dan Musholla

Kecanduan Sabu-Sabu Berdampak Terhadap Kerja Jantung dan Pembuluh Darah

Setelah menghisap sabu-sabu, seseorang akan merasakan dampak stimulant membuat jantung dan pembuluh darah menjadi berlebihan. Tekanan baik sstolik dan siastolik meningkat bersamaan semakin kencangnya denyut jantung.

Penguna sabu mengalami peningkatan suhu tubuh dan bisa demam luar biasa. Suhu tubuh yang semakin tinggi sangat berbahaya karena berpengaruh terhadap otak yang dapat membuat kejang-kejang. Bahkan, pendarahan bisa terjadi di otak.

Efek lainnya bagi kesehatan, antara lain pupil membesar, sesak nafas, batuk-batu,  sulit konsentrasi, stroke, tentu fase terakhir adalah kematian.

Apesnya bagi orang yang terlalu lama menggunakan sabu, tidak serta-merta bisa langsung lepas dari efeknya. Ada konsisi yang disebut sakau sabu terjadi akibat berhenti mengonsumsi sabu secara mendadak atu penurunan dosis secara drastik.

Orang yang sakau dapat dilihat dari perilaku, nafsu makan meninggi, depresi, ngidam sabu, halusinasi, cemas, dan gelisah. Sedangkan secara fisik, orang yang ingin lepas dari kecanduan sabu-sabu tampak kulit pucat, penampilan berantakan, kontak mata tidak baik, berbicara terlalu halus, sakit kepala, kelelahan, dan merasa badan ngilu.

Sehingga, orang yang mengalami gejala sakau sulit untuk dihadapi. Pemulihannya harus ke rumah sakit atau dengan perawatan komprehensif di tempat rehabilitasi.

Dikutip dari hellosehat.com, bahwa rehabilitasi akan memiliki waktu dan tahapan berbeda dari orang yang kecanduan sabu-sabu. Jika gejala saku dinilai sudah parah, maka diberi penanganan, seperti pengobatan psikosis, konsumsi antidepresan, mengobati kecanduan kecemsan, dan diawasi penuh terhadap pecandu yang memiliki kecendrungan bunuh diri. Masa rehabilitasi pun harus dalam pantauan seorang tenaga medis profesional.

Baca juga : Kita (Bukan) Bangsa Penghujat Atlit yang Telah Berjuang

Kamu jangan Sekali-Kali Coba Sabu-Sabu Karena Berbahaya dan Merugikan

Sesungguhnya, ada begitu banyak orang yang sudah ditangkap karena obat-obatan yang tergolong narkoba sangat berbahaya termasuk sabu-sabu. Tidak jarang orang kecanduan sabu-sabu,tidak jera dan malah tertangkap lagi seperti yang dialami para artis.

Selain berpengaruh terhadap fisik pengguna, sabu juga memiliki efek secara sosial yang sangat merugikan. Enggak mau kan karena sebagai pecandu sabu-sabu jadi omongan tetangga dan dibuang dari lingkungan sosial. Sabu-sabu juga membuat penggunanya nekad mencuri, karena tidak sudah pengen sekali nyabu. Efek terakhir kalau sudah apes, ya ditangkap polisi dan masuk penjara.

Bukan hanya pengguna saja yang rugi, orang tua juga merasakan dampaknya. Orang tua mana yang tak hancur hatinya, anak yang disayang dan ditimang-timang malah menjadi pecandu narkoba. Ayah dan Ibu yang mengasihi anaknya pun terkena hukuman sosial, karena anaknya dinilai sebagai penjahat, karena menggunakan narkoba.

Jangan biarkan orang tua tersangkut kasus narkoba kamu dan malah dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Mending, jauh-jauh deh, daripada bernasib buruk dan masuk penjara kemudian.

 

Tags

Related Articles

2 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close