Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kesehatan

KB Pria Diminati Di Jabar Sebagai Bukti Perencanaan Keluarga juga Tanggung Jawab Suami

KB Pria diminati di Jabar dengan tingkat kepesertaan program hingga 75 persen dari pasangan usia subur (PUS). Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat (Jabar) Kusmana, jumlah tersebut angka tersebut sudah sangat baik dibandingkan kepesertaan secara nasional.

Jumlah pasangan usia subur 75 persen dari 9,8 juta , jadi peserta KB di Jabar sekitar 7,4 juta pasangan. Untuk mencapai jumlah terdapat beberapa kendala, terutama di daerah terpencil, perbatasan dan sulit dijangkau oleh petugas penyuluh KB.

Kendala lain keluarga memang ingin punya anak banyak, sehingga tidak mau mengikuti program KB pria. Sekitar 12 persen tik ikut peserta KB karena petugas memiliki keterbatasan untuk menjangkaunya. Hal itu menjadi kerisauan dari BKKBN.

Masalah ternyata cukup banyak, seperti tidak cocok dengan jenis KB. Adapula suami dan istri sudah terpisah dalam waktu yang lama, misalnya suami menjadi TKI.

Agar KB Pria Diminati Para Suami Para Penyuluh Melakukan Jemput Bola

KB Pria diminati dan menjadi perhatian suami di Jabar cukup tinggi menjadi hal yang membanggakan.  Peserta KB pria atau vasektomi ditargetkan 24 ribu orang pada tahun 2020. Menarikanya, dapat melebih target hingga mencapai 34 ribu pria/suami.

Laki-laki menikah yang paling benyak mengikuti KB Pria adalah di Kabupaten Banjar sekitar 525 orang. Sementara, wilayah Kabupaten Cirebon paling sekdikit 28 orang.

Ketika masa pandemi jumlah tingkat kelahiran terjadi kenaikan. Sehingga, BKKBN Jabar melakukan program menjemput akseptor KB dengan membagikan kondom gratis. Selain itu, pelayanan KB diberikan secara gratis di puskesmas dan rumah sakit.

Laki-laki dinilai menjadi tanggung jawab yang sama menciptakan keluarga berkualitas untuk mengendalikan angka kelahiran. BKKBN Jawa Barat membuat  program Bangga Kencana ingin para pria turut andil membuat rencana hidup keluarga berkualitas. Keluarga yang memiliki pendidikan yang baik, menjaga kesehatan, serta memiliki ruang kreativitas yang baik.

Tahukah kawan Sabumi, ada beberapa metode kontrasepsi pria, antara lain: ejakulasi di luar, menggunakan kondom, suntik hormone, dan vasektomi. Metode vaksektomi dilakukan dengan melubangi buah zakar untuk menarik saluran sperma, memotong, dan mengikat kedua ujungnya. Proses ini membuat sperma tidak bercampur dengan air mani.

Program KB Pria membuktikan perencanaan keluarga bukan hanya tanggung jawab kaum ibu. Karena laki-laki harus terlibat melalui kontrasepsi vasektomi secara sukarela.

BKKBN juga menjelaskan kalau Program KB bukan kontrasepsi, tetapi merencanakan kehidupan keluarga dari awal. Pembangunan keluarga menjadi poin penting  yang disosialisasikan bukan hanya dengan tujuan membatasi jumlah anak. Melainkan, membuat keluarga berkualitas.

Artikel menarik lainnya: Edukasi Larangan Kantong Plastik Kresek Kepada Masyarakat itu Perlu Dilakukan

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close