Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kesehatan

Kata Ridwan Kamil “Ayu Tingting Rambutnya Keriting, Cegah Stunting itu Penting”

Ridwan Kamil menaruh perhatian atas kesehatan anak yang gagal tumbuh dan menilai cegah stunting itu penting. Di akun fanpage resminya, dia menuliskan bahwa Fenomena Stunting (gagal tumbuh) merupakan kondisi malnutrisi yang sedang menjangkiti Indonesia. Anak-Anak menjadi gagal tumbuh (tinggi badan lebih pendek dari seharusnya dan rendahnya pertumbuhan otak, dll).

Untuk itu, Pemerintah Provinsi berupaya untuk menyelamatkan masa depan anak-anak dengan memulai gerakan zero stunting. Dia ingin anak-anak gizinya terjaga, terutama di golongan ekonomi lemah dari kandungan hingga usia bawah lima tahun. Rencana Gubernur Ridwan Kamil searah dengan upaya Pemerintah menekan kondisi stunting anak Indonesia.

Cegah Stunting itu Penting Demi Kesehatan dan Kecerdasan Anak Indonesia

Stunting tidak bisa dianggap sepele, karena kondisi anak mengalami kekurangan gizi dalam waktu lama, sehingga pertumbuhannya terhambat. Kekurangan gizi terjsebut terjadi sejak di kandungan hingga masa awal kehidupan (1000 hari pertama kelahiran). Hal tersebut terjadi karena rendahnya akses dan kemampuan orang tua terhadap makanan bergizi, asupan vitamin, dan mineral yang rendah. Anak kekurangan gizi juga biasanya kurang protein hewani dan mengkonsumsi jenis makanan yang beragam.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menaruh perhatian terhadap kondisi stunting. Karena berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, prevalensi Balita stunting cukup tinggi, yakni 29,6% di atas batasan WHO (20%). Kondisi yang tidak bisa dibiarkan. Stunting berperan sebagai penyebab kematian 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia. Setidaknya 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun. Bayangkan, kalau hal itu terjadi pada anak Anda.

    • Semoga saja tidak, namun tidak ada salahnya mengetahui faktor penyebab stunting. Adapun penyebab stunting, antara lain.
    • Faktor pengasuhan ibu kurang baik dalam pemberian makan kepada anak.
    • Ibu tidak memberikan gizi yang seimbang bagi anaknya.
    • Kondisi kesehatan ibu pun menjadi perhatian, jika ibu pada usia remajanya kurang nutrisi, pada masa kehamilan, dan laktasi akan mempengaruhi proses pertumbuhan tubuh dan otak anak.

Jangan sampai ya, Anda mengalami kondisi tersebut. Namun faktanya kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 memprihatinkan. Ada 1 dari 5 ibu hamil dalam kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang mengalami kekurangan kalori dan protein, dan 7 dari 10 Balita juga kurang kalori. Selain itu 5 dari 10 Balita ternyata kurang protein. Prihatin bukan?

Mengetahui Penyebab Lain Stunting

Ada faktor lain sebagai penyebab stunting, antara lain infeksi pada ibu, kehamilan remaja, dan gangguan mental pada ibu. Jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi pun bisa mempengaruhi kondisi kesehatan anak. Sayangnya, akses terhadap pelayanan kesehatan pun rendah. Kemenkes menuliskan, stunting dapat dicegah dengan banyak konsumsi makanan bergizi baik dari buah maupun sayuran sejak ibu mengandung. Sehingga anak mencukupi gizinya sejak dini.

Ibu yang sedang hamil perlu memperhatikan pula asupan makanan yang bergizi, agar janinnya selalu dalam kondisi sehat. Hal penting lainnya, jaga kondisi lingkungan tetap sehat, perhatikan pula akses terhadap sanitasi dan air bersihnya.\n\nPantes saja, Kang Emil menyatakan kalau cegah stunting itu penting. Kalau banyak anak-anak saat ini, berarti masa depan sumberdaya manusia dalam kondisi yang kurang sehat, karena terlambat dalam pertumbuhan tubuh dan otaknya. Jangan sampai terjadi. Mari bersama cegah stunting!

Baca juga : Nikmatnya Mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Bagi Sabumi Volunteer

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close