Kesehatan

Kata Dokter Reisa Virus Corona Benar-Benar Ada Saudara Saudari

Semestinya pertanyaan ini tidak perlu dijelaskan lagi, tetapi Dokter Reisa Broto Asmoro tetap menjawab, “Virus ini (corona) benar-benar Ada. Bukti nyatanya bisa dilihat dari jumlah kematian mencapai 2.231 kasus hingga tanggal 16 Juni 2020. Untuk diketahui kembali, COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan salah satu jenis virus Corona, yakni SARS-CoV-2.

Dokter Reisa yang merupakan bagian dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 juga menyatakan ilmuwan dari LBM Eijkman telah memetakan beberapa whole genome sequence (WGS). Tujuannya untuk merinci identitas virus dari pasien di Indonesia. Data tersebut sangat penting untuk bahan penelitian lanjut, agar dapat mengetahui epidemiologi virus, pengembangan vaksin dan menemukan obat antivirus.

Sehingga, setiap sangat penting untuk mengetahui status kesehatan positif atau negatif COVID-19. Setiap orang tetap diminta untuk tetap waspada melindungi diri  dari penularan virus corona dari orang lain.

Virus Corona Memiliki Banyak Jenis dan Benar-Benar Ada

Pihak Pemerinta tampaknya memiliki kepentingan untuk menjelaskan berulang kali bahwa virus corona benar-benar ada. Persoalannya, tidak sedikit orang yang terpengaruh informasi yang menyebar melalui media sosial. Padahal, kasus Virus Corona menginfeksi manusia tidak kali ini saja terjadi. Sebelumnya pernah terjadi severe acute respiratory syndrome atau SARS pada awal tahun 2000-an dan middle east respiratory syndrome atau MERS di 2012.

Kedua jenis virus corona lainya tersbeut juga menyerang manusia. Jadi masalah wabah virus tidak kali ini saja terjadi. Namun, skala dampak COVID-19 lebih luas dan menyerang seluruh negara di dunia, hingga kondisi disebut sebagai pandemi oleh World Health Organization. (WHO).

Sejak ditetapkan menjadi pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020, virus corona terbukti dapat dapat masuk ke tubuh manusia melalui mukosa mata, hidung dan mulut. Vurus tersebut menjadi berbahaya karena mampu menggandakan diri di dalam sel tubuh manusia. Terutama pada saluran pernapasan bawah, seperti paru-paru.

Jika seorang manusia sudah terserang virus corona, maka kekebalan tubuh akan terganggu. Akibatnya menjadi sangat fatal bagi pasien yang memiliki penyakit penyakit bawaan, seperti penyakit ginjal, diabetes, darah tinggi, akibatnya dapat menjadi fatal.

Setiap Orang Disarankan Pakai Masker Karena Penyebaran Virus Menyebar dari Percikan Batuk dan Bersin

Dokter  Reisa juga memaparkan virus menyebar dari satu manusia kepada manusia lain melalui percikan cairan dari saluran pernapasan dan mulut. Saat batuk atau bersin mengeluarkan buliran dalam percikan yang disebut droplets.  Orang dapat tertular secara kontak langsung maupun melalui perantara permukaan  benda yang pernah disentuh.

Oleh karena itu, setiap orang diminta untuk menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus yang lebih luas. Masker diwajibkan untuk selalu digunakan jika melakukan kegiatan di luar rumah. Tidak lupa harus menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Anjuran tersebut biasanya tidak diikuti begitu saja. Lihat saja orang yang belanja di pasar atau swalayan seperti susah sekali menjaga jarak dengan orang di sekitarnya. Kenapa menjaga jarak itu sangat penting? Karena percikan droplets mampu menjangkau jarak 1 sampai 2 meter. Mau itu dari seseorang berbicara, batuk, atau bersin.

Bagi kamu yang masih bertanya, apakah virus corona itu benar-benar ada, buktinya lebih dari dua ribuan orang telah meninggal dan 40.400 kasus positig telah terjadi di Indonesia. Kamu masih ragu juga, apa perlu dirimu yang ditanya, “Kamu benar-benar ada enggak sih?

Baca juga: Emangnya Penting Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *