Sat. May 25th, 2024
    Sakit COVID 19Sakit COVID 19

    Kita dibuat kalang kabut dan LELAH dengan pandemi yang belum tahu ujungnya, tapi COVID TIDAK PERNAH LELAH membuat Kita SAKIT. Diluar Sana banyak orang TERINFEKSI, virus tetap mematikan terutama untuk orang usia lanjut dan punya penyakit penyerta. Jangan Panik. Begitu tulis dr. Efriadi, Sp.P di akun twitternya. Banyak dokter yang selalu mengingatkan betapa bahayanya virus ini.

    Peringatan kuat sudah diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan menginjam rem darurat. Bahkan, sang pemimpin ibukota mendatangi TPU Pondok Ranggon suatu malam. Ia melihat lokasi pemakaman dan mendengarkan cerita, dan tantangan para petugas di sana. Orang-orang yang terus menggali dan memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19.

    Di lokasi pemakaman tersebut, mayat demi mayat dikuburkan. Tanah-tanah gundukan kuburan bertambah setiap hari. Bahkan, hingga 45 jenazah dikuburkan ketika kedatangan Anies Baswedan. Tanah terus digali hingga malam telah larut. Penggali kubur terus menjalankan tugasnya. Tidak bisa pulang lebih cepat. Mereka menanti kunjungan berikutnya, andai ada yang dikuburkan pada malam hari.

    Tidak lupa Anies sang gubernur terus mengingatkan jangan tinggalkan rumah, kecuali sangat penting. Diulanginya lagi, tetaplah di rumah dulu. Jika harus pergi keluar, selalu gunakan masker. Jumlah begitu banyaknya orang yang dikuburkan sebuah tanda betapa bahaya virus corona ini.

    Jangan Abai Terhadap Sinyal Bahaya COVID-19 yang Telah Membuat Ratusan Ribu Orang Sakit dan Ribuan Lainnya Meninggal Dunia

    Jumlah kasus positif terus menanjak naik hingga di atas angka 4000-an orang per hari. Jumlah orang yang meninggal mencapai 9553 orang hingga tanggal 20 September. Angkanya terus bertambah setiap hari. Semakin banyak dan menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

    Persoalan semakin pelik, ketika masyarakat ikut abai terhadap tinggi angka penularan virus corona saat ini. Kalau Bulan Maret lalu, kita begitu panik mendengar 2 orang dikonfirmasi positif COVID-19. Saat ini malah santai saja berkeliaran keluar rumah tanpa masker, tak menjaga jarak, dan lupa harus rajin mencuci tangan.

    Masalah semakin menjadi-jadi, karena orang yang telah beraktivitas dari luar rumah, tidak membersihkan tubuhnya dulu. Memeluk anak-anaknya dan mencium istrinya. Klaster keluarga pun muncul. Virus terus berkembang biak. Ditularkan oleh entah siapa dari luar rumah dan menjadi menyerang anggota keluarga sendiri.

    Sementara itu, Pemerintah terus berupaya menekan laju penularan dengan melakukan langkah 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Bayangkan, Kemenkes telah menemukan lebih dari 1000 kluster, seperti terjadi terjadi di rumah, tempat kerja, atau di tempat kerumunan lainnya.

    Ketika satu orang positif tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Maka saat itu peluang menularkan penyakit kepada orang-orang di sekitarnya semakin besar.Klaster yang semakin banyak tentu sangat berbahaya. Mari tetap di rumah jika tidak perlu melakukan kegiatan di luar rumah. Agar tidak semakin banyak orang yang tertular, karena COVID-19 tidak akan lelah membuat kita sakit.

    Informasi lainnya: Membiarkan Anak ke Luar Rumah Tanpa Masker Sama Saja Membunuh Mereka

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *