Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Kesehatan

Jangan-Jangan Anda Pembawa Sifat Penyakit Keturunan Talasemia

Kenali dan Putus Mata Rantai Penyakit Talasemia

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Sebagai orang tua harus waspada, jangan-jangan Anda Pembawa Sifat Penyakit Keturunan Talasemia. Tahukah Anda, penyakit Talasemia menjadi mata rantai penyakit di Indonesia yang dapat diputus dengan dengan mencegah pernikahan dari sesama pembawa sifat talasemia.

Talasemia adalah penyakit keturunan yang mempunyai gejala, antara lain

  • pucat,
  • perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati,
  • apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka serta warna kulit menjadi hitam

Menurut website kemenkes.go.id., Talasemia muncul karena gangguan pembentukan rantai globin bagian komponen dari sel darah merah. Nah, gangguan dalam pembentukan rantai globin alfa disebut sebagai talasemia alfa, sedangkan gangguan pembentukan rantai beta disebut talasemia beta.

Talasemia dibagi menjadi talasemia mayor, talasemia intermedia, dan talasemia minor/karier/pembawa sifat. Dari ketiga kategori tersebut, pasien dengan talasemia mayor butuh transfusi rutin seumur hidupnya setidaknya empat minggu sekali. Berbeda dengan pasien dengan thalassemia minor yang tidak menunjukkan gejala dan tidak membutuhkan tranfusi.

Baca juga:

Negara-Negara ini Meminta Warganya Menghindari Demonstrasi Pilpres 22 Mei 2019

The Silent Killer itu Bernama Penyakit Hipertensi

Penyakit Keturunan Talasemia Membutuhkan Transfusi Darah Secara Rutin

Mengingat pengobatannya yang harus melakukan transfusi darah, keluarga yang memiliki anak dengan penyakit talasemia mengeluarkan biaya yang sakit besar. Berikut ini cerita Andry Cameo Project yang memiliki dua orang anak mengidap penyakit talasemia.

Andry mempunyai dua orang anak yang harus rutin melakukan transfusi darah secara rutin. Penyakitnya diketahui setelah anaknya periksa darah yang awalnya diduga penyakit DBD. Lalu, periksa kembali salah satu daerah mereka punya riwat talasemia minor.  Selanjutnya dokter menanyakan riwayat kesehatan keluarga berkaitan penyakit darah. Anaknya pun akhirnya diminta transfusi daerah.

Transfusi darah memang rutin wajib diberikan kepada pasien talasemia, terutama talasemia mayor. Talasemia mayor dan intermedia memperoleh zat besi berlebih dari transfusi sel darah merah dan penyerapan saluran cerna. Namun, kemampuan tubuh dalam membuang zat besi mempunyai kemampuan terbatas. Dampaknya membuat penumpukkan besi dalam organ-organ, seperti hati, jantung, pankreas, dan hipofisis.

Selain pengobatan dengan transfusi darah secara rutin, dukungan sosial harus diberikan kepada orang yang mengidap talasemia. Keluarga harus memperhatian anak dengan baik dan terus memberikan dukungan. Karena orang yang mengidap talasemia membuat pertumbuhan tidak berkembang dengan semestinya.

Pengobatan yang dibutuhkan untuk anak yang mengidap talasemia, orang tua harus mengobati anaknya dengan prosedur transplantasi sumsum tulang. Pengobatannya sangat mahal dan harus dirujuk ke luar negeri. Biaya pengobatan harus ditanggung dengan biaya sendiri.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close