Kesehatan

Imunisasi Anak Masa Pandemi COVID-19 itu Penting Bunda

Imunisasi anak masa pandemi #COVID19 itu penting bunda. Masyarakat dunia tetap menggaungkan pelaksanaanya. Orang tua harus melakukan langkah penting untuk memastikan setiap anak dan kelompok rentan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. Tidak ada kata lain caranya dengan imunisasi.

Kementerian Kesehatan membuat thread khusus, agar kita peduli juga akan kesehatan anak-anak untuk kehidupan masa depannya. Sehingga, Pelayanan Imunisasi tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi  (PD3I). Puskesmas dan posyantu tetap beroperasi untuk melayani masyarakat.

Operasional Pelayanan Imunisasi Anak itu Penting Di masa Pandemi COVID-19 sesuai Kebijakan Pemerintah Daerah

Secara operasional pelayanan imunisasi baik di Puskesmas maupun Posyandu mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah setempat. Agar dapat mendukung upaya tersebut Kementerian kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran yang menekankan bahwa imunisasi harus tetap dilaksanakan, meski di tengah pandemi #COVID19. Prosedur pelayanan tetap mengedepankan protokol kesehatan pada anak, orang tua maupun petugas kesehatan.

Pelaksanannya dengan memperhatikan prinsip Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 seperti :

1. Pengaturan jadwal kunjungan & alur pelayanan

2. Jaga jarak

3. Penerapan Pengendalian & Pencegahan Infeksi (PPI)

4. Integrasi program & sumber daya untuk pencegahan & pengendalian #COVID19.

Carilah layanan imunisasi paling dekat dengan rumah, gunakan masker, antri tidak terlalu lama dengan jarak 1-2 meter. Ingat pula jangan melakukan kontak dekat seperti mengobrol dan rajin cuci tangan pakai sabun. Ketika di rumah, cuci semua pakaian hingga bersih dan segera dijemur.

Apabila penerapan prinsip social distancing sulit untuk dilakukan, maka penundaan kegiatan pelayanan imunisasi Posyandu dan Puskesmas. Tujuannya untuk menghindari transmisi Lokal.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter/ petugas kesehatan, jika ingin menunda Imunisasi anak. Kalau keadaannya tidak memungkinkan, melakukan penundaan 1-2 minggu masih dapat ditoleransi. Jika batas penundaan imunisasi sudah terlewati atau terlambat karena pandemi, dianjurkan tetap melakukan imunisasi, yakni imunisasi kejar (catch-up immunization). Jangan khawatir suntik dua kali, karena banyak anak yang sudah menerapkannya.

Sekitar 25% anak yang diimunisasi biasanya mengalami demam. Hal tersebut merupakan reaksi kekebalan tubuh yang terjadi 1 atau 2 hari setelah disuntik. Atasi dengan pemberian obat penurun demam. Jangan takut, karena masalah demam lebih ringan daripada bahaya apabila anak tersebut tidak diimunisasi. Ingat, para orangtua diimbau memastikan anak mereka tetap sehat serta tetap mendapatkan imunisasi lengkap. Agar anak terlindungi dari berbagai penyakit di masa depan.

Baca juga: Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Tidak Normal Kalau Kamu Tidak membawa Perlengkapan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *