Fri. May 17th, 2024
    Gowes Sepeda Tetapi Abai Protokol KesehatanGowes Sepeda Tetapi Abai Protokol Kesehatan

    Gowes sepeda abai kesehatan menjadi perhatian Kementerian Kesehatan dikala kebiasaan olahraga tersebut kian marak. Bahkan membuat webinar bertajuk “Gowes Sehat di Masa Pandemi COVID-19” yang digelar secara daring pada Jumat (11/9). Olahraga dinilai sangat penting yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Tubuh yang sehat mampu melindungi diri dari paparan COVID-19. Selain itu, harus ditunjang dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kelola stress, istirahat yang cukup,  dan rutin olahraga. Persoalannya bagaimana gowes yang aman saat pandemi belum berakhir.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kartini Rustandi menyatakan penting untuk menyebarkan budaya kegiatan fisik. Dari beragam olahraga, termasuk bersepeda. Namun, bagaimana caranya agar kegiatan olahraga sepeda tetap aman dan sehat saat kondisi penularan virus corona cenderung tinggi?

    Gowes Sepeda Saja Tidak Cukup, Pastikan Aman dan Tetap Sehat

    Edukasi kegiatan olahraga yang aman dan sehat harus terus dikenalkan pada masa pandemi COVID-19. Setiap orang dianjurkan melakukan kegiatan fisik, namun harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

    Keika olahraga sepeda semakin digemari masyarakat dan penggunanya kian banyak. Kegiatan bersepeda menjadi sangat rentan terjadi penyebaran COVID-19. Terutama bersepeda bersama komunitas-komunitas. Mereka yang melakukan gowes sepeda bersama-sama yang berpotensi terjadi kerumunan. Risiko penuluran virus corona semakin tinggi, ketika pelaku olahraga sepeda tidak menaati protokol kesehatan.

    Gowes santai tanpa memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Dunia seolah baik-baik saja. Padahal kegiatan bersepeda wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Beberapa hal yang harus dilakukan saat gowes sepeda di masa Pandemi COVID-19.

    1. Memakai masker. Penggunaan masker tidak akan menganggu kegiatan olahraga itu sendiri. Justru, masker dianjurkan untuk digunakan saat kegiatan olahraga dilakukan ditempat yang ramai. Kalau olahraga cuma ditempat sepi dan seorang diri, barulah tidak perlu memakai masker. Pengunaan masker sangat dianjurkan untuk menghindari percikan droplet yang keluar saat olahraga berlangsung.
    2. Perhatikan pengaturan nafas dan lakukan dengan intensitasnya ringan-sedang. Kegiatan oIahraga berat disarankan lebih baik dilaksanakan di rumah saja.
    3. Jaga jarak. Kegiatan bersepeda terlalu ramai tidak baik dan rentan terkena droplet orang lain. Setidaknya menjaga 20 meter antar satu pesepeda dengan pesepeda lainnya.
    4. Cuci tangan sebelum dan sedah gowes sepeda. Jangan sampai virus menempel di sepeda dan sekitar tubuh. Jangan lupa pula segera mandi ketika sampai di rumah.

    Jadi ingatlah, kegiatan olahraga harus pakai masker dan memperhatikan jaga jarak. Hati-hati berpapasan dengan orang lain untuk menghindari droplet. Jaga jarak dengan pesepada lain setidaknya sejauh 20 meter.

    Informasi menarik lainnya: Bagi Kamu yang Tidak Tahu Kebijakan PSBB Ketat Anies Baswedan di Jakarta, Baca Dulu Baru Ngomong

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *