Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kesehatan

Cara Menggunakan Masker Melindungi dari Virus Corona Menurut Dr. Erlina Burhan

Dari Satgas Percepatan Penanggulangan virus corona, dipaparkan cara menggunakan masker yang benar. Menurut dr Erlina Burhan, Spesial Paru RS Umum Pusat (RSPU) Persahabatan, masker sebagai salah satu cara pencegahan penyebaran COVID-19, namun perlu kombinasi kegiatan seperti cuci tangan dan perilaku hidup sehat lainnya.

Beberapa jenis masker yang bisa mencegah penyebaran virus corona, seperti masker kain, masker beda, masker N-95, dan masker yang menutupi seluruh muka. Lalu apa manfaat semua masker tersebut?

Jenis Masker yang Melindungi Virus Corona : Masker Kain

Penggunaannya bisa untuk masyarakat yang sehat di tempat umum dan lainnya, tetapi harus menjaga jarak dengan orang lain hingga 2 meter. Masker kain tidak bisa menghindarkan semua partikel yang tersebar dan tidak disarankan digunakan oleh tenaga kesehatan. Sekitar 40-90 persen partikel dapat menembus masker kain. Idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah.

Masker kain dapat melindungi droplet dari batuk dan bersin. Kalau droplet besar bisa dilindungi, namun tidak partikel yang kecil. Karena ada kebocoran. Keuntungannya, dapat digunakan berulang, tetapi harus dicuci dengan air panas untuk mematikan virus. Masker kain dipakai dengan sangat terpaksa untuk tenaga kesehatan, tetapi sangat tidak disarankan.

Riset tentang penggunaan masker kain (sebagai pilihan terakhir), partisipan membuat sendiri maskernya sesuai protokol peneliti. Sebagai cara untuk melihat kebocoran dan apakah orang masih mencium bau. Hasilnya, penggunaan masker bedah masih lebih baik tiga kali lebih baik. Sehingga, masker bedah harus digunakan untuk tenaga kesehatan.

Masker Bedah

Jenis masker bedah dapat digunakan oleh masyarakat umum, terutama bagi yang sakit flu, batuk, nyeri dan tenggorokan. Masker bedah biasanya dipakai oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan. Masker ini untuk melindungi droplet, tetapi tidak bisa dipakai untuk partikel aerosol dan airbone. Efektifitas memfilter 30-90 partikel, namun bisa bocor dari kanan dan kiri. Hanya bisa digunakan sekali pakai, kalau sudah basah harus segera diganti.

Masker N-95 Sebagai Masker Virus Corona yang Lebih Baik

Bentuk masker yang digunakan tenaga medis yang berkontak langsung dan erat dengan pasien yang sangat infeksius. Masker ini mempunyai proteksi sangat baik untuk droplet dan partikel aerosol, serta sangat tinggi melindungi partikel sampai 95 persen. Kalau ada kelangkapan dapat dilakukan berulang, dengan cara tata cara khusus dengan dijemur dibawah matahari selama 3-5 hari. Jika stok sangat banyak, masker N-95 tidak disarankan dipakai ulang.

Masker Menutupi Seluruh Wajah

Jenis masker yang biasanya digunakan oleh pekerja yang terpapar gas sangat tinggi dipakai di bidang industry. Masker ini dipakai melindungi dari partikel hingga 95 persen yang terdapat gas berbahaya.

Cara Pemakaian Masker yang Benar

Masker harus melindungi hidung dan mulut dan kalau perlu harus melindungi dagu. Tujuannya, agar sedikit mungkin ada celah partikel masuk. Melepaskan masker juga ada caranya dengan memegang talinya dan jangan merasa aman setelah melepaskan masker. Jadi, pengguna masker tetap harus mencuci makan. Penggunaan masker jika dalam kondisi batuk, bersin, dan sakit tenggorok.

Menyikapi kelangkaan masker di Indonesia dan negara lain di dunia, oleh sebab itu jangan panic buying, karena digunakan terutama untuk tenaga kesehatan dan orang sakit. Kalau masker tidak ada dijual, maka sangat bahaya bagi orang sakit. Dokter Elina menegaskan tetap jaga jarak aman dan menutup siku bagian dalam kalau bersin dan batuk. Cuci tangan dengan sabun. Semua pihak harus bersama melindungi diri untuk melawan virus corona.

Baca juga : GEJALA-GEJALA CORONA MUNGKIN KAMU MASIH JUGA TIDAK MENGERTI

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close