Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
Kesehatan

Bagaimana Bahaya Cacar Monyet Jika Menular Kepada Manusia?

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Belakangan heboh penyakit yang yang menyebar di Singapura yaitu Monkeypox (cacar monyet), bagaimana bahaya cacar monyet jika tertular kepada manusia?

Cacar monyet ditemukan di Singapura. Namun, belum ada tanda-tanda penyakit Monkeypox masuk ke Indonesia. Berdasarkan cacatan di situs Kemenkes, Monkeypox adalah penyakit karena virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang sudah tertular virus. Beberapa jenis hewan yang dapat menyebarkan penyakit monkeypox, antara lain:

  • Monyet,
  • Tikus gambia,
  • Tupai, atau
  • mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi.

Hal yang perlu diketahui adalah inang utama dari virus ini yaitu rodent (tikus). Jarang sekali terjadi kasus penularan dari manusia ke manusia dari penyakit tersebut.

Penyakit ini dapat ditemukan di Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon and Sudan Selatan).

Baca juga:

Jadwal Kereta Bogor Sukabumi Tambahan, Kuy Ah Cek Jam Keberangkatannya!

Musikalisasi Puisi – Melupakanmu Bersama Deru Vespa Tanpa Rindu

Bagaimana Mencegah Bahaya Cacar Monyet?

Penyakit tersebut dapat dicegah dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan sabun. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, sebagai berikut:

  • Menjauhkan diri dari kontak langsung dengan tikus atau primata.
  • Hindari makanan yang dari daging yang tidak dimasak dengan baik;
  • Menjauh dari kontak fisik dengan orang yang sudah terinfeksi atau material yang terkontaminasi;
  • Jangan melakukan kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging dari hasil perburuan hewan liar (bush meat).

Apabila Anda merasa baru melakukan perjalanan dari Kawasan Afrika Tengah dan Barat yang terjangkit Monkeypox, segerakan periksa diri. Terutama jika terjadi gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan terjadi ruam kulit.

Kenali Gejala dan Tanda Cacar Monyet

Gejala terjangkit cacar monyet dapat dikenali berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Gejala dapat dilihat terjadinya ruam di kulit wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Cacar tersebut dapat melepuh dan terdapat cairan bening, berisi nanah, lalu mengeras. Untuk menghilangkan ruam, waktu yang diperlukan sekitar 3 minggu. Penyakit monkeypox dapat sembuh dalam rentang waktu 14-21 hari. Anak-anak akan mengalami kondisi yang lebih parah jika terkena virus penyait tersebut.

Anak-anak atau usia lebih mudah umumnya lebih rentan penyakit Monkeypox.

Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit Monkeypox, dibutuhkan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Penyakit cacar monyet belum mempunyai vaksin untuk mengobatinya.

Beberapa Kejadian Luar Biasa dari Penyakit Monkeypox

Tahukah Anda bahwa penyakit Monkeypox pernah terjadi di beberapa negara, seperti Republik Demokratik Kongo. di Amerika Serikat. Penyebabnya terjadi melalui kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yang terinfeksi oleh tikus Afrika. Penyakit tersebut masuk ke Amerika.

Selanjutnya, penyakit cacar monyet ini ditemukan di Singapura, yaitu seorang warga negara Nigeria menderita Monkeypox. dia sedang mendatangi lokakarya di Singapura.

Untuk mencegah masalah penyakit lanjutan, maka 23 orang diisolasi untuk mencegah penularan yang lebih luas. Semoga tidak menyebar ke Indonesia.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close