Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kesehatan

Adakah Pengaruh Kopi Terhadap Depresi Seseorang?

Ada begitu banyak orang tak bisa lepas tanpa kafein setiap hari dengan berbagai alasan, namau adakah pengaruh kopi terhadap depresi bagi peminumnya. Bagi anda penikmat kopi mungkin tak asing memulai hari dengan secangkir kopi. Bahkan, menjadi bagian ritual sepanjang hari. Tetapi, apakah Anda pernah mencari tahu bagaimana pengaruh risiko kafein terhadap kesehatan tubuh Anda? Sebagian orang percaya bahwa kafein dapat meredakan depresi, sementara orang lainnya memperingatkan sisi buruknya.

Dampak Positif Pengaruh Kopi Terhadap Depresi

Anda mungkin sering menikmati kopi sambil berdenda gurau dengan beberapa orang teman. Di antara gelas kopi, Anda bisa bersenang-senang dengan mereka. Pada saat itulah, kopi bermanfaat dalam membantu mengatasi risiko depresi pada seseorang. Sebuah studi medis yang mengurai hubungan antara hubungan asupan kafein dan depresi menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi efek depresi. Bahkan mengurangi kejadian bunuh diri.

Para peneliti membuat kesimpulan bahwa kafein dalam kopi secara signifikan mengurangi risiko depresi. Hal tersebut didukung oleh 12 studi yang menghubungkan pengaruh kopi terhadap dan depresi pada 346.913 individu dan 8.146 kasus depresi. Hasil studi pengaruh kafein dan tingkat depresi menunjukkan bahwa kopi memiliki efek perlindungan dalam mencegah depresi.

Menariknya, kafein dalam kopi lebih baik dibandingkan kafein dalam teh jika dikaitkan dengan risiko depresi. Keanpa hal iu terjadi? Karena kandungan dalam kopi mencegah pengaruh depresi, seperti asam klorogenat, asam ferulat, dan asam caffeic. Semua asam tersebut mengurangi peradangan sel-sel saraf yang mempengaruhi otak para penderita depresi. Sifat alami kafein memiliki antioksidan juga mengurangi rasa tidak nyaman dan keresahan pada orang yang mengalami depresi. Namun, tidak semua orang percaya kalau kopi bisa mengurangi pengaruh depresi.

Tidak Semua Orang Setuju Pengaruh Kopi Terhadap Depresi

Anda jangan senang dulu, tidak semua orang setuju dengan klaim bahwa positif pengaruh kopi terhadap depresi. Studi lain malah menunjukkan hubungan negatif antara asupan kopi dan depresi. Tidak semua orang dunia medis setuju kalau kafein adalah pelindung yang efektif terhadap depresi. Kopi justru dapat memperburuk keadaan.

Bagi Anda yang mengonsumsi kopi secara berlebihan membuat asupan kafein tak terkontrol dan mengakibatkan beberapa gejala negatif. Adapun gejala yang dapat ditimbulkan, antara lain:

    • kegelisahan
    • sakit kepala
    • peningkatan tekanan darah
    • jantung berdebar
    • mual

Penelitian lainnya menunjukkan antara asupan kopi dan peningkatan depresi. Konsumsi kafein membuat buruk orang yang mengalami depresi. Mood bisa terganggu karena sering minum kopi, seperti peningkatan kecemasan dan sering merasa panik. Karena Kafein dapat mempengaruhi sistem saraf. Sehingga, orang yang mengalami depresi disarankan tidak meminum kopi secara berlebihan atau dalam jumlah besar.

Kesimpulan

Dari uraian tentang pengaruhi kopi terhadap depresi ibaratkan dua sisi mata uang. Sebagian orang percaya kopi dapat mengurangi tingkat depresi seseorang. Sementara di sisi lain, kopi dapat berpengaruhi buruk terhadap orang yang meminumnya secara berlebihan. Kandungan kafein dalam kopi yang masuk ke tubuh malah membuat orang merasa cemas dan mudah panik. Jadi intinya, kalau mau aman, ya minum kopi seperlunya dan jangan lupa ajak-ajak teman-teman Anda menikmatinya.

Sumber baca saja di sini: https://www.medicalnewstoday.com/articles/313988.php

Baca juga : Fakta Atau Mitos Rambut Wanita, Benar Enggak ya?

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close