Menolak Vaksin MR Karena Haram, Bidan Sarankan Tidak Dianestesi Karena Tidak Berlabel Halal

Ada begitu banyak orang tua ternyata menolak vaksin MR karena haram, meski MUI jelas-jelas membolehkan penggunaannya. Apalagi kondisi darurat tidak ada cara lain untuk mengurasi dampak viras campak dan Rubella.

Nah,  obrolan yang bikin ngakak terjadi antara Bidan dan seorang ibu menolak vaksin MR karena haram diposting di akun twitter @apakatabidan. Bu Bidan tampaknya sudah terlanjur kesel yang dikatakan enggak lebih dikatakan sales vaksin. Apalagi membalikkan pernyataan MUI yang mengatakan darurat. Menurut ibu lawan bicara sang bidan malah tidak darurat.

Hingga obrolan mengarah kepada lahiran. Bidan mengatakan tidak perlu dianestasi untuk penjahitan. Karena tidak memiliki label halal juga.

Anestesi, secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. 

Menghadapi Ibu Menolak Vaksin MR Karena Haram, Bidan Punya Senjata Jitu Mengakhiri Obrolan

Faktanya pelaksanaan Imunisasi Vaksin MR tidak berjalan lancara. Diberbagai daerah banyak ibu menolak MR karena haram. Apalagi ada kepala daerah yang menunda pelaksanaan imunisasi karena menunggu fatwa MUI. Ketika MUI sudah mengeluarkan fatwa mudah, toh ada saja yang berpikir haram seperti yang terjadi pada obrolan antara Bidan dan seorang ibu tersebut.

Baca juga : Menunda atau Menolak Vaksin MR akan Berdampak Melahirkan Anak-Anak Cacat Seumur Hidup

Nah mau tau obrolannya? Llihat saja gambar berikut ini.

Obrolan Bidan dengan Seorang ibu Menolak Vaksin MR. Bikin Kesel Tapi Mau Ngakak...
Obrolan Bidan dengan Seorang ibu Menolak Vaksin MR. Bikin Kesel Tapi Mau Ngakak…

Dari screenshot obrolan tersebut tersebut ibu menolak vasian mengatakan bidan tak ubahnya sales vaksin. “Bu bidan, bukan sales vaksin kan? Maaf saya sebut sales karena suruh pasiennya vaksin enggak lebih dari sales,” kata sang ibu. Bu bidan pun menjawab, sebutan itu terlalu kasar terlepas pro dan kontra. “Salesman vaksin? Maksudnya? Saya kok sedih dengan sebutan itu ya? Terlepas antara pro dan kontra menurut saya itu terlalu kasar.

Setelah itu, bidan meminta perdebatan dilakukan dengan santun. Hingga keluarlah senjata pamungkas yang sang bidan dengan mengatakan, “nanti kalau robek perineum, apa mau dianestasi untuk penjahitan. Atau langsung dijahir saja?” Karana belum ada label halal.

Sang ibu menolak vaksin MR karena haram langsung mengatakan anestasi itu darurat. Bidan yang tampaknya sudah jengkel menyebutkan, “Ini enggak darurat bu, artinya kalau saya jahit perineum ibu tanpa anestasi, ibu enggak akan mati. Cuma ya… Atau enggak perlu dijahir juga bu, karena enggak darurat. Setelahnya, bu bidan meminta menyudahi perdebatan itu.

Bidan sebagai tenaga kesehatan tentu memiliki pengetahuan dan alasan kuat untuk melaksanakan imunisasi MR. Apalagi mereka menjadi petugas penting untuk memberikan pengertian kepada masyarakat dan pelaksana imunisasi di berbagai daerah.

Baca juga : Anak Minta Orang Tuanya Matikan Handphone Sampai Turun ke Jalan Di Jerman

Program Imuniasasi Terus dilaksanakan dan Sosialisasikan Vaksin MR Kepada Masyarakat

Jawa pos membuat infografis daerah paling rentan campak dan rubella dengan melihat rendahnya cakupan imunisasi, antara lain :

  1. Aceh : 6,88 % atau 106.408 anak.
  2. Riau 18,92 % atau 369.956 anak.
  3. NTB 20,37 % atau 284.922 anak
  4. Sumbar 20,11 % atau 319.794 anak

4 daerah tersebut masih sedikit sekali anak-anak yang menerima vaksin MR. Pemerintah terus melakukan vaksinasi hingga target 95 % anak bisa tercapai. Beberapa daerah lain yang rendah cakupan imunisasi seperti : Babel, Kalsel, Sumut dan kepri.

Untuk para penolak vaksin ketahuilah bahwa program pemerintah imunisasi MR untuk kepentingan kesehatan anak dan para ibu. Apalagi ditemukan banyak korban di berbagai daerah. Penyakit Campak dan Rubella sudah terbukti sangat berbahaya. Seorang ibu dengan anak terserang virus rubella mengatakan, rubella telah menyerang lima organ.

Organ tubuh yang diserang meliputi mata, otak, telinga, jantung dan fungsi hati. Sehingga anak tampak dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Sayangnya meski sudah begitu banyak contoh anak dengan kondisi tidak sehat karena campak dan rubella. Ada begitu banyak orang tua yang menolak vaksin MR. Sayangi anak Anda sebelum terjadi malapetaka karena virus MR.

One thought on “Menolak Vaksin MR Karena Haram, Bidan Sarankan Tidak Dianestesi Karena Tidak Berlabel Halal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.