Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Kesehatan ibu anak

Bagaimana Kalau Anak-Anak Anda Marokok Sejak Kecil?

Akibat dari protes terhadap Djarum Foundation, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadi bulan-bulan warganet, tetapi coba bayangkan bagaimana kalau anak-anak Anda merokok sejak kecil.

Pihak Djarum tampaknya berhasil memasuki relung pikiran banyak orang, kalau perusahaan rokok sah-sah saja menjadi sponsor  event olahraga. Ajaibnya, Menteri Pemuda dan Olahraga seperti mendukung pihak Djarum.

Padahal, Peraturan Pemerintah No.109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan memuat ketentuan tentang Pemerintah harus melindungi anak dari pengaruh Ijlan rokok. Lah, kalau menteri-nya mendukung perusahaan rokok, bagaimana nasib perlindungan terhadap anak-anak indonesia?

Anehnya, sebagian besar warganet malah mendukung pihak Djarum, karena dianggap menghambat pembinaan atlit Indonesia. Padahal, Pembinaan atlit itu kan bagian dari kewajiban pemerintah ya?

Dukungan terhadap industri rokok membuktikan pikiran sebagian besar warganet telah berhasil dipengaruhi, kalau ketelibatan mereka dalam olahraga bulutangkis wajar-wajar saja. Meskipun, olahraga itu mengikutsertakan anak-anak sebagai peserta di dalamnya. Enggak bisa dibayangkan, kalau Anda juga menganggap anak yang merokok itu bukanhal yang mengkhawatirkan bagi kesehatan mereka.

Risiko Apabila Anak-Anak Anda Merokok Sejak Kecil

Tahukah Anda bahwa kebiasaan 90 % perokok dewasa berasal sejak mereka anak-anak. Berdasarkan laporan World Health Organization terdapat tiga juta orang mengalami kematian dini setiap tahun. Penyakit karena rokok, seperti kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, penyebab kematian utama di dunia. Parahnya lagi, 890.000 jiwa diantaranya mengakibatkan kematian para perokok pasif.

Jangan sampai anak-anak Anda merokok dari kecil. Dampak merokok sangat berbahaya, seperti kanker mulut, penyakit gusi, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung. Anak-anak bisa ketergantungan terhadap rokok karena nikotin dalam yang membuat mereka ketagihan dan membuat sulit untuk berhenti.

Merokok itu jelas tidak baik, apalagi malah orang tua yang mencontohkannya. Ada banyak cara perusahaan rokok mempengaruhi penggunanya, seperti melalui iklan dan harga yang sangat terjangkau. Bahkan, siswa sekolah dasar pun mampu membeli sebatang rokok.

Anak-anak biasanya tertarik ingin merokok karena meniru orang tuanya, ingin tampak keren, merasa sudah besar, dan agar terlihat jagoan. Persoalannya, kita akan sulit melarang anak-anak merokok, karena begitu banyak orang merokok di sekitar mereka.

Diperparah begitu halusnya produsen rokok membuat iklan produk mereka. Event olahraga pun berhasil dirasuki industri rokok. Hingga, akhirnya kita menilai wajar kegiatan olahraga seperti bulutangkis disponsori perusaan rokok dengan embel-embel CSR, yayasan, dan klub olahraga.

Baca juga :

Pencegahan Penyakit Asma dan Bronkitis Kronis

Donasi Perlengkapan Sekolah Sangat membantu Bagi Anak-Anak Sekolah Di Pelosok Sukabumi

Mari Melakukan Tindakan Penceahan Karena Merokok Mulai Dianggap Kewajaran

Orang tua harus hati-hati terhadap penyebaran rokok, karena mempengaruhi perilaku anak-anak kita. Anda harus memberi pengertian sejak dini bawah rokok itu sangat berbahaya. Dorong anak untuk membenci rokok. Ajak mereka menceritakan kegiatannya di luar rumah dan tentang teman sebaya mereka. Jangan-jangan anak-anak sudah berteman dengan teman sebaya yang merokok.

Jelaskan kepada anak-anak untuk menjauhi teman-teman yang merokok. Tidak ada baiknya berteman dengan anak-anak yang merokok. Buat aturan yang tegas tidak ada anak-anak yang boleh merokok, apapun alasannya.

Hal yang paling penting dilakukan sejak dini kepada anak-anak adalah membangun kesadaran kepada mereka tentang bahaya rokok terhadap kesehatan. Jelaskan begitu banyak penyakit yang muncul akibat kebiasaan merokok. Kalau mereka tahu tentang bahayanya, anak-anak mungkin berpikir-pikir untuk mencoba untuk mulai menghisap sebatang rokok.

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close