Sun. May 26th, 2024
    Minyak Goreng di Sukabumi LangkaMinyak Goreng di Sukabumi Langka

    Masyarakat mempertanyakan kenapa stok minyak goreng di Sukabumi kosong, mau itu jenis curah maupun kemasan plastik. Bahkan kian terasa selama sepekan terakhir terjadi kelangkaan minyak goreng curah di Kota Sukabumi.

    Jika dilihat ke gerai minimarket dan supermarket tak tampak dijual minyak goreng. Kalau pun ada, akan terjadi antrian pembeli di berbagai tempat. Tak tanggung-tanggung yang antri, dari suami, istri, dan anak-anak. Tak jarang terlihat ada orang tua yang membawa dua orang anak. Bagaimana tanggapan pemerintah atas kejadian tersebut?

    Statement Kabid Perdagangan Kota Sukabumi Terkait  Stok Minyak Goreng Langka

    Atas kejadian kelangkaan stok minyak goreng di Sukabumi, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumindag) Kota Sukabumi, Widha Yudha Setiawan, menyatakan minyak menjadi langka karena  belum adanya pasokan kepada distributor di Kota Sukabumi.

    Untuk minyak goreng kemasan dan kemasan sederhana, pasokan tetap disalurkan ke distributor. Namun jumlah kuotanya terbatas. Persoalan ditambah masyarakat terjadinya panic buying ketika membeli minyak. Sehingga, kondisi kelangkaan minyak goreng semakin parah.

    “Terkait minyak goreng jenis curah terjadi kelangkaan, karena distributor belum dapat pasokan. Untuk minyak dalam kemasan masih ada penyaluran ke distributor tetapi dengan kuota yang sedikit berkurang. Kelangkaan minyak goreng terjadi karena masyarakat terjadi panic buying membeli berlebihan dan menyetok di rumahnya.” Tegas Kabid Perdagangan.

    Oleh karena itu, ia mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membeli minyak goreng sesuai dengan kebutuhan. Tidak perlu membeli minyak goreng dalam jumlah banyak. Karena membuat stok yang ada menjadi terbatas saat ini.

    Netizen Sukabumi Facebook Mempertanyakan Soal Minyak Goreng Murah Tetapi Stok Langka

    Soal kelangkaan minyak goreng di Sukabumi, netizen pun meributkan di media sosial. Karena sudah mencari ke berbagai minimarket dan supermarket tetap saja tidak ada stok. Hal itu membuat netizen mempertanyakan apa tujuan pemerintah menurunkan harga, tetapi stok barangnya langka.

    Bahkan, ada yang menyatakan lebih baik dengan harga normal, tetapi stok barang terjaga. Harga Rp 14.000/ liter bisa dikatakan murah, tetapi sangat sulit mencarinya di berbagai toko ritel modern saat ini. Setiap mencari ke swalayan-swalayan akan dijawab pegawainya stok sedang kosong.

    Disamping itu ketika terjadi distribusi minyak, warga tampak berdatangan beramai-ramai memburu minyak. Tampak bukan hanya membeli satu bungkus, tetapi bisa sampai 2-3 bungkus. Terutama bagi mereka yang membawa anak-anak kecil. Si kecil dikerahkan juga untuk membeli minyak agar bisa beli sekaligus dalam jumlah banyak.

    Sementara itu, minyak goreng tetap tersedia di warung-warung biasa, namun harganya cukup mahal. Harga modal seperti sebelum pemerintah menurunkan harga. Bahkan, tak sedikit toko yang menyimpan pasokan karena harga beli modalnya tidak murah.

    Artikel menarik lainnya: Target Vaksinasi Sukabumi 70 Persen, Pemerintah Daerah Lakukan Langkah ini

     

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *