Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kabar Sukabumi

Kawasan Dago Sukabumi Dibersihkan dari PKL, Berikut ini Alasannya!

Kawasan Dago Sukabumi dibersihkan dari Pedagang Kaki Lima (PKL) pada tanggal 16 Mei 2022. Para pedagang dipindahkan dari kawasan Ir.  H. Djuanda ke Jalan Dewi Sartika.

Keputusan tersebuat atas dasar hasil evaluasi dan untuk mempertahankan di wilayah tersebut. Sesuai dengan surat edaran Dinas Koperasi, usaha mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.

Pada hari Senin, walikota, Achmad Fahmi dan para pegawai memeriksa proses relokasi, serta pembersihan daerah pejalan kaki dan jalan. Pedagang kaki lima telah mengosongkan wilayah tersebut dan berkoordinasi dengan beberapa bagian terkait seperti komunitas pedagang.

Alasan Kawasan Dago Sukabumi Dibersihkan dari PKL

Walikota dalam pernyataannya mengatakan bahwa di masa depan, daerah Ir.H. Djuanda akan bekerja sebagai ruang terbuka hijau. Karenanya harus bersih dari penjual jalanan, serta relokasi pedagang kaki lima di Jalan Dewi Sartika, hanya sementara .

Selain itu, dijelaskan bahwa penjual jalanan sebelumnya memiliki kemungkinan satu tahun untuk bernegosiasi di sana dengan beberapa persyaratan. Seperti jumlah pedagang yang telah dibatasi dan berpartisipasi dalam perawatan wilayah tersebut. Namun dalam kenyataannya, persyaratan ini tidak terpenuhi. Sehingga hasil evaluasi, kawasan IR. H. Duanda, dikosongkan dari PKL.

Setelah relokasi pedagang kaki lima (PKL), Selasa, 17 Mei 2022, walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, serta wakil walikota telah bertemu dengan para pemimpin beberapa sekolah yang terletak di Jalan IR. H. Duanda. Selama pertemuan, walikota meminta kepala sekolah untuk berpartisipasi dalam kontrol regional, dengan mengatur tempat parkir warga sekolah.

Walikota mengatakan bahwa setelah memindahkan penjual dari kawasan tersebut, parkir untuk penduduk sekolah, akan berada di area sekolah, tanpa menggunakan ruas jalan. Sehingga, butuh disosialisasikan dengan baik oleh direktur sekolah, jadi tidak ada kesalahpahaman.

Walikota menjelaskan bahwa IR. H. Duanda karena ada kerusakan, salah satunya disebabkan oleh kegiatan pengunjung. Akibatnya, walikota mengundang masyarakat untuk terlibat dalam mempertahankan dan melakukan perawatan area Ir. H. Djuanda untuk dikembalikan ke ruang hijau terbuka.

Setelah diatur di daerah pejalan kaki ditambah ekonomi, karena merupakan lokasi kuliner untuk penjual jalanan. Saat ini, Jalan Ir. H Djuanda kembali ke ruang hijau terbuka, yang khusus dari pedagang kaki lima atau PKL.

Artikel menarik lainnya: Target Vaksinasi Sukabumi 70 Persen, Pemerintah Daerah Lakukan Langkah ini

Kawasan Dago Sukabumi Dibersihkan Kembali

Untuk membersihkan kawasan Dago dibutuhkan banyak air dari  mobil pemadam kebakaran udi trotoar di sana. Banyak petugas dikerahkan bersama yang dipimpin oleh walikota Sukabumi, Achmad Fahmi. Pemerintah membersihkan area dari minyakbekas pedagang kaki lima dan sampah lain yang sekarang dipindahkan ke Jalan Dewi Sartika (di belakang kantor pemerintah daerah).

Kebersihan dan ketertiban seperti organisasi area dan parkir kendaraan, serta jumlah pedagang tidak boleh terus meningkat untuk melebihi kapasitas daerah tersebut.

Beberapa hal yang telah disepakati antara penjual jalanan dan lembaga terkait tampaknya tidak dapat dijaga dengan benar. Sehingga membuat persoalan sampah, parkir tak teratur, rusaknya keindahan Trotoar, dan jumlah pedagang kaki lima melebihi batasnya.

Artikel menarik lainnya: Starbucks Sukabumi Dibuka Di Jalan Siliwangi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Close