Curug Awang Sukabumi Salah Satu Destinasi Wisata Alam Geopark Ciletuh Wajib Dikunjungi

Curug Awang Sukabumi.

Kalau dipikir-pikir, ada begitu banyak wisata air terjun di kawasan Geopark Ciletuh, salah satunya Curug Awang Sukabumi. Sebagai wilayah yang kaya dengan potensi alamnya, Kabupaten Sukabumi mulai dilirik wisatawan mancanegara. Terutama setelah Geopark Ciletuh telah diakui oleh UNESCO.

Tahukah kami, Curug Awak berada di desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sumber air terjunnya berasal dari aliran Sungai Ciletuh. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Curug Awang Sukabumi bisa melihat panorama yang berbeda dengan curug lainnya di SUkabumi

Baca yuk : Setelah Puas Menikmati Liburan Menginapnya di Hotel Santika Sukabumi Saja

Curug Awang Sukabumi Bagian dari 3 Air Terjun di Kecamatan Ciemas

Panorama Curug Awang Sukabumi. Foto : Hidayat Asep/ FB Wisata Alam Sukabumi
Panorama Curug Awang Sukabumi. Foto : Hidayat Asep/ FB Wisata Alam Sukabumi

Panorama yang sangat tampak ketika mendatangi Curug Awang adalah perpaduan pemandangan air terjun dan sawah teraseringnya. Sawah terasering tersebut pada ujungnya dibaas oleh Sungai Ciletuh yang tampak terpotong dan membentuk Curug Awang. Air terjunnya mempunya ketinggian sekitar 40 m dan lebar 60 m.

Ruas Sungai Ciletuh membaas Kecamatan Ciemas dan Ciracap. Selain itu menjadi pembatas antara Desa Taman Jaya dan Desa Cibenda. Desa Mekar Sakti dan Desa Mandra Jaya juga dipisahkan oleh Sungai Ciletuh.  Kondisinya semakin indah, karena terdapat latar dinding batu alam (geopark) warna coklat kemerahan. Ciri tersebut menjadi karakteristik Curug Awang yang membedakannya dengan tempat lain.

Sebagai sungai yang cukup luas, aliran Sungai Ciletuh berujung pada beberap air terjun. Saat ini, air terjun tersebut sangat terkenal yang letaknya di Desa Taman Jaya, yiatu Curug Awang, curug Tengah, dan Curug Puncak Manik.

Apabila dilihat dari komposisi panorama alam, Curug Awang merupakan air terjun pertama dari ketiga air terjun tersebut. Ketika curah hujan sedang rendah, curug Awang memunculkan dua air terjun utama di sebelah kanan dan kiri. Warga lokal memberi nama air terjun yang kecil dengan panggilan Anak Curug Awang dan Curug Awang Indung untuk air terjun lebih besar.

Air Terjun yang Dihiasi Batu-Batuan Besar

Ketika melihat Curug Awan Sukabumi dari kejauhan, wisatawan sudah merasakan betapa cantiknya anugerah alam. Air yang jatuh dari ketinggian membuatnya bak Niagara Mini, terutama pada musim penghujan dengan debit yang lebih besar.

Di dasar curug, ada batu-batu besar berserakan. Besar batu-batuan tersebut bisa mencapai beberapa kali besar gajah dewasa. Kabarnya, batu besar tersebut berjatuhan dari atas karena derasnya arus sungai Ciletuh di musim hujan. Selain itu, akibat bentukan alami dari sedimentasi atau pelapukan batuan.

Karesteristik tersebut membuat Curug Awang didatangi wisatawan silih berganti. Pengunjung bisa datang ke lokasinya dengan menggunakan mobil biasa dengan aman, karena kondisi jalan sudah cukup bagus.

Baca juga : Curug Sodong Geopark Ciletuh Sukabumi, Antara Keindahan dan Kisah Mistisnya

Para pengguna mobil offroad juga sering datang untuk berpetualang. Bagi wisatawan yang hendak berkunjung, perjalanan ke Curug Awang  dapat dikatakan mudah melalui ruas jalan dengan kondisi cenderung datar. Namun, jalannya tidak begitu luas dan beberapa bagian jalan terdapat batuan. Kecamatan Ciemas, Sukabumi bisa didatangi dari Jakarta memakan waktu kira-kira 8 jam. Jangan malu bertanya dengan warga, mereka akan menunjukkan posisi Curug Awang.

Nah tunggu apalagi, Curug Awang Sukabumi ini menjadi aset wisata yang begitu indah dan berharga. Bagi kamu yang berkunjung ke Geopark Ciletuh, jangan Cuma ke pantainya saja, namun lihatlah beragam air terjun yang ada di sana. Kawasan Geopark Ciletuh merupakan laboratorium alam yang sangat luarbiasa dan wajib didatangi oleh wisatawan.

3 thoughts on “Curug Awang Sukabumi Salah Satu Destinasi Wisata Alam Geopark Ciletuh Wajib Dikunjungi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.