Bumi Kopi, Langkah Awal Kebangkitan Kopi Sukabumi

kopi sukabumi

Hari minggu 21/01/18 bisa dikatakan sebagai momentum untuk kebangkitan kopi Sukabumi. Anak muda yang tergabung dalam Rumah Kopi berinisiatif untuk mengadakan sharing dan diskusi seputar kopi.

Kegiatan diskusi dilaksanakan di Bumi Kopi yang terletak di Wana Wisata Situ Cijeruk, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini melibatkan para petani dan penggiat kopi di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Diskusi semakin menarik, karena dihadiri juga oleh maestro atau jawara kopi kelas internasional yang datang dari Kota Bandung. Hati siapa yang tidak senang, bisa berkumpul bersama dengan dalam satu atap membicarakan tentang kopi.

Dia adalah Ayi Sutedja, seorang petani kopi yang berasal dari Gunung Puntang, Kabupaten Bandung. Dia pernah berhasil menyabet juara pertama di kancah Internasional dalam ajang bergengsi “Specialty Coffee Association of America (SCAA)” expo 2016, di kota Atlanta, Georgia Amerika Serikat (AS). Kagum bukan main.

Jawara kopi yang akrab disapa dengan sebutan Kang Ayi memberikan wejangan dan bercerita tentang pengalamannya. Dia membagi ilmunya selama berkecimpung dalam dunia perkopian nusantara.

Ada sebuah kalimat yang disimpulkan dari pertemuan tersebut, “Semua kopi yang tumbuh di Indonesia itu enak. Dunia sudah mengakuinya. Tinggal bagaimana cara kita menanam dan mengolahnya”.

Selain ilmu yang dapat menjadi bekal bagi pecinta kopi Sukabumi, beliau juga memberikan cindera mata untuk para petani dan pegiat kopi di Sukabumi. Sebuah buku “Pelatihan budidaya ber kelanjutan (Good Agriculture Practices – GAPÂ ) dan Pasca Panen (Post – Harvest) Kopi Arabica”. Dia juga memberi modul panen dan pasca panen kopi.

Baca juga : Melestarikan Kopi Sukabumi Asli Bersama Komunitas Edukopi

Membangkitkan Kopi Sukabumi Butuh Peran Banyak Komunitas

Kegiatan silaturahmi ini juga dihadiri Budayawan, penggiat media sosial, dan kepariwisataan, Dedi Suhendra. Ada pula kehadiran perwakilan komunitas, para barista, pemilik kedai kopi dan tentu saja petani lokal dari berbagai wilayah di Sukabumi.

Kegiatan diskusi dan berbagi tentang dunia kopi seperti ini sangat menarik bagi para pecinta dan petani kopi. Apalagi kegiatan ini bertujuan untuk mendukung dan memotivasi untuk kebangkitan kopi lokal dari Sukabumi.

Kegiatan yang dilakukan di Bumi Kopi tersebut tentu tidak bermaksud untuk mengajari ataupun menggurui para petani kopi. Mereka sudah faham betul dunia pertanian kopi. Dari tangan mereka, kopi Sukabumi tetap tumbuh berkembang di Sukabumi.

Acara ini untuk membangun kembali semangat para petani, agar bisa lebih meningkatkan daya jual dari hasil pertaniannya. Caranya adalah dengan memberikan edukasi tentang cara pengolahan pra dan pasca panen.

Baca juga : Film Dilan 1990 : Mengenang Kebiasaan Pacaran Ala Jaman 1990an

Petani kopi diharapkan mampu menghasilkan biji kopi terbaik. “Tujuan kegiatan ini tentunya, agar bisa diterima oleh pasar dan mempunyai daya jual yang tinggi,” ujar Kang Narji sebagai salah satu penggiat kopi dalam obrolan di akhir kegiatan sore itu.

Petani selayaknya menikmati hasil dari sedapnya pahit kopi Sukabumi. Untuk itu, mereka perlu dirangkul untuk menghasilkan kopi yang memiliki nilai jual dan diterima oleh pasar.

Penulis : Ipong Sabumi Volunteer

2 thoughts on “Bumi Kopi, Langkah Awal Kebangkitan Kopi Sukabumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.