Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
kabar sukabumi

Belajar dari Anggota FPI Menjadi Korban Tabrak Lari, Meminta Sumbangan Di Jalan Raya Berbahaya

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Dari berita yang dirilis oleh kompas.com, dua anggota FPI menjadi korban tabrak lari ketika penggalagan dana dan hati-hati meminta sumbangan di jalan raya berbahaya. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Veteran, Kota Sukabumi, Jawa Barat (21/10). Tabrakan tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang mengadakan kegiatan amal untuk berhati-hati mengutip uang sumbangan di jalan raya. Apalagi tidak jarang peminta sumbangan malah berdiri di tengah jalan.

Bukan apa-apa, jalan raya merupakan infrastuktur yang dibuat untuk kendaraan bermotor, dari mobil, motor, dan truk. Bukan untuk pejalan kaki dan tampaknya tidak tepat sebagai lokasi penggalangan dana. Sayangnya, kita sering melihat orang atau kelompok organisasi mengadakan kegiatan amal dengan berdiri di jalan raya. Padahal meminta sumbangan dijalan raya, sekali lagi berbahaya.

Pengemudi kendaraan di jalan raya tidak bisa ditebak kondisinya, apakah segar bugar, tidak fokus, bahkan mengantuk. Kalau pengendara sedang mengantuk, bisa fatal akibatnya. Ditabrak oleh motor dan mobil bisa membuat cidera bahkan korban meninggal. Jadi, lebih baik dihindari dan cari cara lain penggalangan dana untuk korban bencana yang lebih baik.

Baca juga : Anak-Anak Kehilangan Sosok Ayah Terutama Dalam Pendidikan

Meminta Sumbangan di Jalan Raya Berbahaya dan Mengganggu Ketertiban Umum

Belajar dari kasus kecelakaan anggota FPI di Sukabumi. Ada baiknya pihak organisasi atau kelompok lain yang ingin melakukan penggalangan dana menghindari kegiatan di jalan raya. Berdiri ditengah jalan itu berbahaya. Kalau pun orang yang mengutip sumbangan sudah hati-hati, kita tidak tahu kondisi pengendara yang melintasi jalan raya.

Mengutip pernyataan pihak Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, dari motorplus.gridoto.com, bahwa menurut undang-undang lalu lintas tidak boleh karena meminta sumbangan di jalan raya karenamengganggu ketertiban umum. Selain itu dari etika tidak tepat, meski tujuannya baik. Karena tidak etis melakukan sumbangan di tengah jalan.

Dia menyarankan penggalanan dana dengan minta sumbangan dengan cara lain. Misalnya dengan membuat tulisan kegiatan penggalangan dana dan dibuatkan tulisan. Pihak yang meminta sumbangan sebagiknya di pinggir jalan saja.  Selain meminta sumbangan di jalan raya berbahaya, kegiatan tersebut bisa menimbulkan kemacetan dan mengganggu kondisi lalu lintas.

Baca juga : Hidup Adalah Udunan Bersama Komunitas Kelana Kelapa

Beberapa Daerah Sudah Membuat Aturan Pelarangan Meminta Sumbangan di Jalan Raya

Beberapa daerah sudah membuat aturan pelarangan meminta sumbangan di jalan raya, seperti DKI Jakarta dan Kabupaten Kota Waringin Barat. Baca saja keterangannya di website hukumonline.com link ini. Namun terdapat pengecualian kalau kegiatan penggalangan dana atas ijin pemerintah setempat.

Jadi daripada melakukan kegiatan meminta sumbangan di jalan raya berbahaya dan ternyata tidak etis. Carilah tempat lainnya, seperti yang tertera di aturan Provinsi Jakarta. Penggalanan dana bisa dilakukan di rumah makan, mall, stasiun, terminal, bazar amal, hotel, dan .lain-lain. Lokasi tersebut tampaknya jauh lebih aman dan tidak membahayakan nyawa para peminta sumbangan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close