Sampai Kapan Laskar Sampah Sukaraja Akan Terus Seperti ini?

laskar sampah sukaraja

Kegiatan laskar sampah Sukaraja yang digalakkan Pemuda Pemuda Kampung Cibeureum, RW 06, Desa Sukaraja, Sukabumi mulai mendekati titik jenuh. Apakah tindakan yang harus dilakukan selanjutnya?

Pertanyaan tersebut mulai sering terdengar dari para pemuda “laskar sampah Sukaraja”, terutama dari sang ketua Budi Effendi.  Wajar saja pertanyaan semacam ini terlontar dari mereka mengingat mereka sudah hampir 6 tahun bergerak dalam bidang pengelolaan sampah warga.

Kebosanan dan rasa lelah dan jenuh kadang mereka rasakan. Betapa tidak, hari minggu yang orang normal biasa lakukan adalah istirahat di rumah atau mungkin refreshing ke tempat wisata.

Setelah 6 hari melakukan aktivitas baik sekolah atau bekerja, tetapi mereka harus melakukan tugas memungut sampah warga.

Baca juga : Menikmati Bentang Alam Gili Lawa Pulau Komodo

Kegiatan Laskar Sampah Sukaraja Tidak Bisa Berhenti Begitu Saja

Berkaca kembali awal mula kegiatan Laskar Sampah Sukaraja yang membersihkan sungai dan lahan kosong dari penumpukan sampah dilakukukan atas inisiatif bersama.

Sehingga, berhasil memantik keikutsertaan warga lainnya untuk mengumpulkan sampah, terutama warga Cibeureum. Tidak tanggung-tanggung, sampah dengan berat 3 ton berhasil diangkat dan dikirim ke pembuangan sampah akhir Santiong, Kota Sukabumi.

Dampak dari kegiatan tentu saja dirasakan, karena lingkungan semakin bersih seiring pencegahan penyakit demam berdarah dan penyakit lainnya. Lingkungan tentu saja menjadi bersih dan air sungai tampak lebih bersih.

Tahun demi tahun berganti tak terasa sudah 6 tahun. Pemuda yang bergiat dalam pengelolaan sampah menyadari, Laskar Sampah Sukaraja tidak bisa berhenti begitu saja. Karena dampaknya tidak bisa terbayangkan. Bagaimana mungkin membiarkan lingkungan menjadi kotor kembali.

Mungkinkah kaderisasi dilakukan? Sekilas memang tampak solusi yang bisa dilakukan. Tetapi, apakah generasi muda juga harus merasakan apa yang Laskar Sampah rasakan saat ini? Anak-anak muda harus mengisi hari libur dengan memungut sampah?

Baca juga : Krisis Regenerasi Anak Mileneal di Negeri Padat Penduduk

Tidak Putus Harapan Mencari Dukungan Pemerintah Desa

Meski begitu, pemuda masih mencari solusi dan dukungan dari berbagai pihak. Pemuda Laskar Sampah Sukaraja telah melakukan advokasi ke pihak pemerintah desa.

Karang Taruda sudah menyampaikan usulannya. Solusi untuk penanggulangan sampah adalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah dan Pengolahan Sampah.

Laskar Sampah berpikir hanya dengan itu beban mereka mungkin jadi sedikit ringan. Tetapi siapa yang mau memfasilitasinya? Semoga akan bertemu jawabannya dan mendapat solusi terbaik pengelolaan sampah nantinya.

Jangan sampai yang sudah bersih berganti kotor kembali. Yang patah tumbuh, yang hilang berganti. Semega saja.

 

Ditulis oleh Abdun Nasir

Dari Pemuda Desa Sukaraja

One thought on “Sampai Kapan Laskar Sampah Sukaraja Akan Terus Seperti ini?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.