Patut Dipuji Panitia Berhasil Menyelengggarakan Pertandingan Sepak Bola Desa Cicantayan Tanpa Keributan

pertandingan sepak bola desa cicantayan

Pertandingan sepak bola Desa Cicantayan akhirnya berakhir dan berjalan sukses. Tiga kedusunan di Desa Cicantayan yiatu Dusun Cijati, Cihaur dan Cikareo menggelar kompetisi sepak bola dalam perayaan moment hari pahlawan. Kegiatan tersebut dimulai tanggal 16 November dan berakhir tanggal 16 Desember 2108, dengan diikuti 14 klub terbaik dari 3 kedusunan.

Menariknya, dana kegiatan berasal dari peserta kompetisi dan donasi 3 orang kepala dusun. Meski modal seadanya semua kegiatan berjalan lancar. Dana swadaya justru memberi semangat yang tinggi dari panitia dan seluruh peserta yang mengikuti kompetisi.

Baca juga: Menjemput Keluarga Baru Ke Ibukota dan Pergi Wisata Bersama di Bogor

Pertandingan Sepak Bola Desa Cicantanyan Berjalan Sukses Dengan Modal Swadaya

Penyerahan Piala Perlombaan Sepak Bola 3 Kedusunan di Desa Cicantayan.
Penyerahan Piala Perlombaan Sepak Bola 3 Kedusunan di Desa Cicantayan.

Kalau biasanya panitia pertandingan sepak bola pusing dengan pendanaan, tidak dengan yang dialami oleh panitia pertandingan tiga kedusunan tersebut. Panitia pertandingan sepakbola Desa Cicantayan berhasil dengan sukses dan mampu menyelenggarakan kompetisi.

Seperti yang diungkapkan Dede Amar sebagai ketua panitia,”Pokoknya dengan modal yang sedikit, Alhamdulillah kita bisa melaksanakan pertandingan sepak bola Desa Cicantayan dengan sukses dan tanpa masalah. Masyarakat pun terhibur dengan acara kompetisi seperti. Panitia pun benar-benar sukarela dalam acara ini. Semua tidak memperoleh honor apalagi keuntungan dari kempetisi ini.”

Selain itu, Kepala Desa mengaku salut kepada panitia yang berhasil untuk melaksanakan acara pertandingan dengan modal seadanya. Para peserta dan penonton berharap pertandingan serupa bisa dilaksanakan kembali tahun depan dan lebih sukses. “Pokoknya hebatlah para panitianya dan pesertanya juga semangat ikut pertandingan. tahun depan kalau bisa diadakan lagi,” kata Endin Ruswandi, Kepala Desa Cicantayan. Dia sempat menonton pada acara grand final kompetisi tersebut.

Puncak acara puncaknya (16/12/2018), dihasilkan sang juara 3 dusun cup dan diraih oleh Permatta FC. Sedangkan peraih posisi kedua dan ketiga adalah Glanet Fans Club FC, dan Cibar FC. Ketiga klub tersebut beradal dari kedusunan Cijati.

Baca juga: Melihat Lebih Jauh Persoalan Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol

Selama sebulan acara berlangsung tidak ada insiden atau keributan antar penonton dan peserta pertandingan. Karena semua Klub peserta berkomitmen menjunjung tinggi sportifitas. “Mereka berambisi juara tapi tidak mengedepankan ego,” begitu ujar Lili Solehudin selaku kepala Dusun Cijati.

Dari pertandingan sepak bola tersebut dapat dipetik pelajaran bahwa modal utama untuk meraih mimpi adalah percaya. Kita harus percaya bisa mewujukan pertandingan yang sukses dengan upaya bersama. Jangan takut gagal  dan hal yang terpenting adalah sudah berjuang untuk malaksanakan pertandingan tanpa keributan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.