Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kabar Komunitas

Hati-Hati Modus Penipuan Bantu COVID-19, Komunitas di Sukabumi Hampir Menjadi Korban

Modus Penipuan Transfer Dana Kegiatan Sosial yang Kerap Terjadi

Hati-Hati terhadap modus penipuan yang seolah-olah melakukan transfer dana untuk bantu korban COVID-19, kegiatan sosial gabungan Komunitas di Sukabumi hampir menjadi korban.

Ceritanya begini, beberapa gabungan Komunitas Sukabumi sedang mengadakan donasi untuk bantuan sosial kepada pengamen jalanan. Sebagai kelengkepan informasi, maka dicantumkanlah nama contact person, nomor telepon, dan nomor rekening. Bantuan demi bantuan mengalir dan mengontak nomor yang tertera.

Hingga ada satu orang bernama Rani Rahmawati mengaku telah melakukan transfer sebanyak Rp750.000. Donasi tersebut tentu saja diterima dengan ucapan terima dan rasa syukur. Tetapi, untungnya modus penipuan sudah diketahui, karena bukan sekali ini saja cara tersebut dilakukan.

Tahapan Modus Penipuan Transfer Dana Kegiatan Sosial yang Kerap Terjadi

Modus Penipuan Donasi COVID-19 Seolah Mengirimkan Uang Melalui Transfer Antar Bank
Modus Penipuan Donasi COVID-19 Seolah Mengirimkan Uang Melalui Transfer Antar Bank

Berikut tahapan penipuan dengan modus transfer dana untuk kegiatan sosial yang sering dilakukan oleh para penipu: 

  1. Mengirimkan pesan telah memberikan bantuan dalam jumlah agak besar biasanya di atas Rp500.000. Untuk Kasus kali ini menyumbang sebanyak Rp750.000.
  2. Tidak berapa lama, Penipu mengirimkan bukti transfer dengan jumlah angka nol kelebihan satu. Misal, mengaku transfer Rp750.000, namun mengirimkan bukti transfer Rp7.500.000.
  3. Langkah selanjutnya, penerima donasi sadar uang yang ditransfer terlalu banyak atau si penipu mengaku keliru mengirimkan uang.
  4. Si penipu akan meminta, orang yang menjadi sasaran penipuan untuk mengembalikan uang yang “pura-pura sudah ditransfer”. Misal, kalau mengaku telah transfer Rp7.500.000, maka korban diminta mengirimkan kembali uang sebanyak Rp6.750.000. Jumlah yang cukup banyak bukan?
  5. Korban yang tidak sadar akan ditipu tidak mengecek saldo lebih dulu dan langsung mentransfer kepada Penipu. Maka, bukannya telah dibantu donasi, malah memberikan uang dengan cuma-cuma kepada orang lain.
Penipu Mengirimkan Bukti Tranfer Seolah melakukan Tranfer Rp7.500.000
Penipu Seolah-Olah Mengirimkan Bukti Transfer Rp7.500.000,, Padahal Bohong.

Berikut Pesan selanjutnya, meminta korban untuk mengirimkan uang yang seakan-akan kelebihan dikirimkan kepada pengumpul donasi.

Meminta Korban Penipuan Mentrasnfer Dana yang Kelebihan, Padahal Bohong
Meminta Korban Penipuan Mentrasnfer Dana yang Kelebihan, Padahal Bohong.

Apabila menerima pesan donasi seperti di atas, maka langkah yang harus dilakukan adalah : 

  1. Mengecek saldo segera.
  2. Jika tidak ada tambahan saldo, maka terjadi upaya penipuan.
  3. Tidak usah ditanggapi pesan selanjutnya sang penipu.
  4. Blokir nomor penipu, agar tidak terjadi darah tinggi dan emosi yang berlebihan.
  5. Hati-hati terhadap konfirmasi donasi dari orang yang tidak dikenal sebelumnya.

Pesan Moral dari Percobaan Penipuan Donasi COVID-19

Bagi kawan-kawan yang sedang melakukan kegiatan atau pun program sosial yang sifatnya open donasi, harap lebih hati-hati dan waspada. Dibalik Anda yang sedang berniat baik, ada segelintir oknum yang memanfaatkan pergerakan sosial dan kebaikan untuk melakukan penipuan.

Modus operandi seseorang kontak via chat dengan mengirim bukti transfer sejumlah nominal uang sudah sering terjadi. Padahal mereka tidak pernah sama sekali transfer untuk berdonasi. Hati – hati dan waspada, masih banyak modus seperti ini yang kerap di gunakan para oknum untuk menipu.

Baca juga : Kabar Gembira Dari Kang Emil Mulai Terjadi Nol Kasus COVID-19 di Jawa Barat

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close