Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kabar Komunitas

Kisah Inspirasi Fajar Mendirikan Saung Edukasi di Desa Cidadap Sukabumi Demi Anak-Anak di Kampungnya Bisa Terus Belajar

Taman Baca Suang Edukasi Sukabumi diharapkan menjadi tempat menyalurkan aspirasi kaum muda dan anak-anak

Masa Pandemi COVID-19 yang entah kapan berakhir membuat Fajar warga asli Kampung Ciragil, Desa Cidadap di Sukabumi mendirikan Taman Baca Saung Edukasi. Ia tidak mau anak-anak di kampungnya semakin tertinggal dalam merengkuh pengetahuan.

Fajar pengelola Taman Baca Saung Edukasi yang masih berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sukabumi menceritakan kisahnya. Tempat tinggal mereka berada di lahan HGU yang pertama dibuka pada tahun 1918an. HGU ini adalah lahan penanaman karet pertama di Indonesia dan terbesar kedua Se Asia pada masa colonial Belanda.

Jadi bisa dikatakan, warga menumpang Cuma numpang tinggal saja di HGU tersebut. Ibaratnya tempat tinggal mereka bedeng-bedeng buruh perkebunan. Selanjutnya, masyarakat diijinkan membangun rumah pribadi, namun statusnya masih HGU tidak bisa kepemilikan sendiri. Kalau warga sudah memiliki status kependudukan Kampung Ciragil.

Seiring bertambahnya tahan, kampung ini tidak mengikuti kemajuan zaman. Sehingga, Fajar berinisiatif mengajak para pemuda di kampungnya mendirikan Taman Baca Saung Edukasi.

Mendirikan Taman Baca Saung Edukasi Di Cidadap Sukabumi Karena Melihat Kondisi Kampung yang Tidak Berkembang

Kegiatan Membaca Anak-Anak di Taman Baca Saung Edukasi Sukabumi
Kegiatan Membaca Anak-Anak di Taman Baca Saung Edukasi Sukabumi

Fajar menceritakan, “Saya jelaskan dari awal, pada intinya melihat kondisi kampung yang tidak maju dan monoton. Kita masyarakat pelosok yang selalu tertinggal. Kita sebagai pemuda harus membuat inovasi baru, salah satunya membuat saung edukasi ini. Saung edukasi diperlukan untuk membangun minat literasi tidak hanya untuk anak. Karena minta terhadap literasi orang tua pun sangat minim di sini. Orang tua juga jarang membaca.”

Selain itu, ia ingin Taman Baca Suang Edukasi Sukabumi ini menjadi tempat menyalurkan aspirasi kaum muda dan anak-anak di sana. Misalnya, bagi pemudaertarik pada minat baca bisa menyalurkan kemampuannya dan kalau berminat pada dunia kreasi akan diarahkan membuat kerajinan.

Apalagi di masa pendemi, anak-anak tingkat SD hanya belajar dua hari dan SMP Cuma 1 hari dalam seminggu. Sedangkan, Anak SMA belajar dengan sistem daring. Sementara, jaringan sinyal dari provider tidak ada sama sekali. Pusat informasi pengetahuan anak-anak itu sangat terbatas. Cara menanggulanginya bisa melalui Saung Edukasi dengan cara menyediakan buku-buku ilmu pengetahuan. “Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih dari ini. Kegiatan Saung Baca diniatkan meningkatkan kemampuan anak-anak bisa lebih maju dibandingkan orang tuanya, ” cetus Fajar dengan intonasi yang serius.

Proses Belajar Sangat Terhambat Pada Masa Pandemi COVID-19 di Pelosok Sukabumi

Kegiatan belajar dalam masa Pandemi COVID-19 ini terhambat sekali. Bagi siswa tingkat SD masih mending karena masih ada sistem belajar tatap muka 2 kali dalam seminggu. Sementara siswa tingkat SMA dan mahasiswa sangat susah mendapatkan materi pelajaran. “Kalau belajar dengan sistem daring, siswa SMA dan mahasiswa harus pergi ke luar kampung. Karena sistem daring belajarnya tidak terpatok oleh waktu. Dari kondisi tersebut, kita kan harus terpatok atau bertahan di tempat yang ada sinyal.” Fajar sendiri merasa kesulitan mendapatkan materi belajar dari kampusnya.

Sehingga, Taman Edukasi diharapkan mampu membantu kegiatan belajar di Kampung Ciragil Cidadap Sukabumi. Sejak awal pembangunan Saung Edukasi, anak-anak terlibat menolong mengumpulkan bambu sebagai bahan utama bangunan. Anak-anak terlihat mempunyai semangat. Setelah dibangun, anak-anak tanpa diundang pun datang. Kalau diajak berkumpul, ana-anak biasanya langsung berkunjung ke Saung Edukasi ini. Orang tua merasa terbantu dan melihat sendiri saung edukasi bisa menjadi tempat belajar anak-anak.

Harapannya selanjutnya dari Fajar adalah ada rekan-rekan pemuda yang lain datang ke Kampung Ciragil melakukan kegiatan untuk mendidik anak-anak untuk lebih giat membaca dan belajar. Serta bisa meningkatkan kemampunmereka. Selain itu, ingin kampung lain juga bisa bikin taman baca seperti yang dicetuskan olehnya. Tanpa disadari kampung bisa aktif dan berkembang dengan melakukan berbagai kegiatan.

Terima kasih BB 1 % MC,  Brotherhood For Nature dan Utah Lalay Sukabumi atas Keterlibatannya dalam kegiatan kali ini. 

Ditulis dari Penuturan Fajar, Pengelola Taman Baca Saung Edukasi Sukabumi

Artikel Edukasi menarik lainnya: Sinergi BB 1% MC Regional Sukabumi, Brotherhood for Nature, Sabumi volunteer & Lays kandang, Penanaman Bibit Pohon dan Literasi Pendidikan Pelosok Sukabumi

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close