Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Kabar Komunitas

Ketanpedo : Petani Muda Cibiru Menanam Sayuran Organik Sambil Menjaga Kualitas Lingkungan

Setelah tiga minggu menunggu proses penyemaian, hari ini (kamis, 18/7) pemuda Kampung Cibiru yang menjalani menjadi Petani Muda mulai proses penanaman di lahan luas.

Para petani muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Pemuda Organik (KETANPEDO) melakukan proses penanaman di lahan dengan lebih seru. Pengetahuan baru dalam proses penanaman kali ini melalui proses yang sangat teliti.

Jenis sayuran yang ditanam dalam satu bedengan sangat beragam artinya dalam satu bedengan terdapat beberapa jenis sayuran. Hal menarik lainnya ketika tanaman itu dimasukan kedalam lubang-lubang kecil harus memperhatikan posisi tanaman betul-betul berdiri kokoh serta taburan serbuk kayu merata.

Petani muda harus menutupi permukaan tanah supaya rumput-rumput liar tidak tumbuh berbarengan dengan sayuran yang ditanam. Jarak antara tanaman yang satu dengan yang lainnya kisaran 10-15 cm tergantung jenis tanaman yang akan ditanam. Pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh mereka.

Kegiatan Petani Muda Kampung Cibiru Dikenal Mulai 3 Tahun Silam

Petani Muda Cibiru Menanam di Lahan Pertanian
Petani Muda Cibiru Menanam di Lahan Pertanian

Praktek Pertanian organik sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh kelompok pemuda cibiru 3 tahun silam. Pemuda Tani Cibiru menggandeng teman-teman dari Yayasan wangsakerta Cirebon yang diketuai oleh Farida Mahri. Namun, hanya pada berproses penelitian kadar unsur tanah dan pembuatan kompos saja.

Sejak saat itu kita menyadari akan bahayanya tanah yang ada wilayah Cibiru bila terus menggunakan pupuk sintetis. Kami juga bercita-cita untuk merubah secara perlahan dengan tujuan untk tetap menjaga keselarasan dengan sistem alami. Selain itu, dapat memanfaatkan dan mengembangkan semaksimal mungkin proses-proses alami dalam pengolaan usaha tani.

Pertanian organik dimaksudkan untuk menghindari penggunaan pupuk dan pertisida sintetik, ZPT dan perangsang lainnya yang mengandung bahan kimia buatan.\r\n\r\nSistem pertanian organik mengajak manusia kembali ke alam, sambil tetap meningkatkan produktivitas hasil tani melalui perbaikan kualitas tanah dengan tidak memakai atau mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia.

Baca juga :

PERUBAHAN SIGNIFIKAN YANG DIPROTES OLEH PENDAKI DI GUNUNG PAPANDAYAN, ADA APA YA?

MODEL CANTIK MENGGODA DI GIIAS 2019

Mulai Perhatian dengan Kualitas Tanah di Lahan Pertanian

Menanam menjadi kegiatan pemuda Kampung Cibiru
Menanam menjadi kegiatan pemuda Kampung Cibiru

Alasan utama anak muda kp cibiru berkeinginan untuk bertani secara organik adalah keprihatinan mereka terhadap lingkungan yang semakin rusak serta kadar tanah yang tidak subur lagi.

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang bersifat ramah lingkungan dan hanya menggunakan bahan-bahan alami. Sehingga menghasilkan produk yang sehat, bergizi dan juga aman dikonsumsi.

Selain itu, dengan tema menjadikan kampung yang sehat di barengi dengan upaya menjaga alam dan melestarikan budaya leluhur (sebagai Kampung Egrang). Kita ciptakan suasana yang asri dan mampu mendobrak perekonomian warga dengan norma agama dan budaya sebagai penyeimbangnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close