Dukung Gerakan Sabumi Volunteer
Kabar Komunitas

Empati Komunitas Kaum muda untuk Warga yang Membutuhkan di Sukabumi

Kaum muda yang tergabung bersama komunitas di Sukabumi punya jalan ceritanya sendiri dalam meramu rasa empati. Diam-diam mengumpulkan donasi dan membagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, baik itu keluarga miskin, pengamen jalanan, tunanetra, hinga kaum tunawisma. Begitulah yang dilakukan teman-teman Sabumi Volunteer.

Siapa yang tidak resah akan kondisi darurat kesehatan COVID-19 yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Persoalan kesehatan membuat kondisi ekonomi kaum miskin kian melarat. Dari kehilangan pekerjaan karena di PKH, gaji dibayar setengah, hingga terpaksa terus berada di jalanan untuk mencari nafkah. Sementara itu, pemerintah tidak mampu menyokong kehidupan rakyat sepenuhnya. Maka, waktunya komunitas kaum muda untuk turun tangan membantu masyarakat arus bawah.

Sudah hampir dua bulan ini setelah diumumkan masa darurat kesehatan oleh pemerintah, Sabumi Volunteer terus bergerak. Bersama komunitas lain seperti komunitas vespa, komunitas gerakan sosial dan kelompok seniman bahu membahu untuk bantu siapa saja orang yang membutuhkan. Wabah virus corona semakin menunjukkan kenyataan yang sebenarnya bahwa begitu banyak warga yang hidupnya sangan rentan. Rentan hidup tak mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Biarkan Komunitas Kaum Muda Sukabumi Menunjukkan Empati dengan Caranya Sendiri

Ada banyak keluarga pra sejahtera dalam kondisi rentan mengalami kelaparan. Sedangkan, kaum yang tingkat kesejahteraannya tipis-tipis diambang jurang kemiskinan. Kehilangan pekerjaan dan tak memiliki penghasilan adalah pil pahit yang dirasakan sebagian besar warga terdampak bencana kesehatan COVID-19. kenyataan tersebut tidak dapat ditutupi. Apalagi terbukti banyak warga di Sukabumi yang bekerja di jalanan untuk sekedar makan hari ini.

Sedangkan, pemerintah tidak mampu membantu sepenuhnya warga yang miskin dan menuju kemiskinan tersebut. Maka, peran komunitas kaum muda untuk membantu menjadi satu jalan. Meski, mengumpulkan donasi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan pula. Namun, darah muda punya caranya sendiri menunjukkan empati. Mereka dapat berkolaborasi dengan jaringan, kenalan, dan siapa saja yang mau berbuat sesuatu untuk membantu kaum ekobomi lemah.

Sabumi Volunteer pun memiliki cara sendiir agar terus dapat berbuat, bergerak dan bermanfaat bagi orang lain. Terbukti telah melakukan beberapa kali kegiatan sosial dan berkerjasama dengan komunitas lain di Sukabumi. Bantuan yang berikan pun murni untuk saling dukung satu satu malain. Lagian kan seperti kata Nelson Mandela, “Belas kasihan akan mengikat kita satu sama lain. Bukan rasa kasihan,, namun sebagai manusia yang belajar bagaimana mengubah penderitaan menjadi harapan untuk hari esok.”

Langka komunitas kaum muda Sukabumi terus bergerak dan menunjukkan empati dalam kegiatan sosial menjadi bukti, anak-anak muda punya jiwa sosial dan empati yang tinggi. Mereka terus bergerak tanpa diperintah. Bukankah kepedulian terhadap sesama yang dibutuhkan saat ini?

Baca juga: Virus Corona Tidak Hanya Membunuh Orang tua, Kamu yang Berusia 45 Tahun Yakin Mau Bekerja Kembali?

Related Articles

Close