Presiden Jokowi Menyatakan Pembangunan Jalan Trans Papua Dilanjutkan dan Kita Tidak Takut

pembangunan jalan trans papua

Insiden penyerangan dan pembunuhan yang terjadi di sekitar kawasan pembangunan jalan Trans Papua telah mengorbankan setidaknya puluhan orang. Meski begitu Presiden menyatakan tidak akan menghentikan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai penting bagi akses di Wamena, Kenyam, dan Mamugu.

Di akun fanpage facebook resminya, Presiden Joko widodo  menyatakan telah memperoleh laporan terbaru mengenai kasus penyerangan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Sekaligus menyatakan duka mendalam untuk keluarga pekerja yang tengah membangun jalan Trans Papua di daerah Nduga.

“Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, semoga arwah para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di tempat nan lapang di sisiNya.”

Demikian pesan yang tertulis dalam halaman resmi Presiden Jokowi menanggapi kejadian yang mengejutkan banyak pihak tersebut.

Baca juga: Dunia Relawan Literasi Sukabumi… Sabumi Volunteer berbagi Buku

Panglima TNI dan Wakapolri Diminta Menyelidiki Pembunuhan di Proyek Pembangunan Jalan Trans Papua

Presiden langsung memberi perintah kepada Panglima TNI dan Wakapolri untuk menuntaskan masalah pembunuhan tersebut segara mungkin. Panglima TNI dan Wakapolri pun sedang berada di Papua. Sang Presiden tidak ingin kejadian pembunuhan oleh KKB tidak terjadi lagi pada masa depan.

Pembangunan Jalan Trans Papua dinilai sangat penting, sehingga harus dipercapat demi pembangunan di Pedalaman Papua. Sehingga, sangat menyayangkan terjadinya serangan tersebut. Pembangunan di Papua yang lamban membuat perkembangan di tanah Papua pun tertinggal. Persoalannya, untuk melakukan pembangunan jalan trans Papua tidak mudah dan ditambah terjadi serangan yang tentu menjadi kendala baru.

Menurut Presiden, upaya luar biasa harus dilakukan demi melakukan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, dan lain-lain. Ketika semua sarana infrastruktur dibenahi, maka akses dan waktu perjalanan jauh lebih cepat. Sehingga dapat mendukung perkembangan sektor lainnya, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, pasar, atau bepergian ke kota dan desa lain.

Sebagai informasi, Pembangunan Jalan Trans Papua termasuk 35 jembatan dan panjangnya Sekitar 4.600 kilometer. Menteri PUPR diminta tetap melanjutkan proyek tersebut demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semua pihak tentu setuju, kalau tidak ada tempat bagi KKB di mana pun di wilayah Indonesia. Penyerangan yang mengorbankan banyak korban jiwa tidak memupus tekad Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan di tanah Papua.

Baca juga: Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi, Kamu Pasti Tertarik Melewatinya

Nasib Keselamatan Pekerja Pembangunan Jalan Harus Selalu Diperhatikan Lebih Ketat

Apapun motif penyerangan yang terjadi di Nduga Papua, Pemerinta meski memberikan jaminan keselamatan bagi semua pekerja yang ditempatkan Papua. Bukan rahasia lagi, pekerja yang ditugaskan di Papua mengorbankan banyak hal, dari meninggalkan keluarga, hidup dengan akses komunikasi terbatas, hingga risiko pembunuhan oleh kelompok yang melakukan perlawanan terhadap negara.

Ada kelompok kriminal bersenjata yang ingin memisahkan Papua dengan Indonesia. Mereka ingin membuat dan mengendalikan kepemerintahan sendiri. Pendekatan untuk mengatasi masalah Papua selayaknya tidak hanya dengan cara penyerangan senjata. Namun dari sisi lain seperti pendekatan sosial untuk mengetahui lebih mendalam lagi permasalahan dan tuntutan para pelaku penyerangan.

Pendekatan secara sosial juga bisa mengurai benang kusut penyerangan demi penyerangan yang terus terjadi dari tanah Papua. Semoga segala upaya mengatasi masalah penyerangan dan bisa diselasaikan secepat mungkin seperti harapan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.