Mendukung Teroris Mako Brimob Berpikir Tentang Sisi Kemanusiaan Kita

teroris mako brimob

Akhirnya para teroris Mako Brimob menyerah, menyerahkan senjata, dan dipindahkan ke Nusakambangan. Tenang rasanya kerusuhan di rumah tahanan itu berakhir sembari dilepasnya salah satu polisi yang menjadi sandera.

Tetapi 5 orang polisi keluar tidak bernyawa. Dari rilis pemerintah, korban disiksa sebelum menanti ajal. Begitu begisnya para teroris para polisi hingga menghilangkan 5 nyawa sekaligus.

Berakhirnya kasus kerusuhan dan kekerasan di Mako Brimob tersebut meninggalkan cerita dan jejak digital di dunia maya. Begitu banyak orang berbelasungkawa atas kematian para polisi tersebut. Namun, tidak sedikit yang malah tampak senang dan alih-alih berduka.

Malah menilai kasus kerusuahan yang diotaki para teroris itu gorengan politik dan pengalihan isu. Menggoreng isu politik dengan mengorbankan 5 nyawa, apakah waras orang yang menuliskan hal tersebut di media sosial?

Baca juga : Rumah Baca Bambu Biru Menerima Donasi dari Yayasan Saung Kadeudeuh

Menilai Sisi Kemanusiaan dari Kasus Teroris Mako Brimob

Tahu apa yang beredar di media sosial yang seolah mendukung serangan terhadap polisi, penistaan terhadap Al-quran? Lalu mereka mendukung hal tersebut dengan bayaran 5 nyawa manusia. Secara logis saja, bagaimana mungkin polisi bertindak gegabah sampai berbuat buruk terhadap kitab suci. Kenapa ada saja orang yang berupaya menebar kebencian baru terhadap kasus yang jelas-jelas menghilangkan nyawa manusia.

Perang isu dan berbalas komentar di dunia maya dan menyoal kebenaran mulai dimainkan. Tahukah Anda polisi yang meninggal tersebut meregang nyawa. Belum cukupkah bukti satu tawanan yang dilepaskan terbukti disiksa oleh para tahanan.

Menariknya, mereka membangun ide kalau ini gorengan politik dari pemerintah. Begitu bodohkah pemerintah yang membunuh anggota kepolisiannya sendiri? Bagi Anda yang mendukung pembunuhan yang dilakukan oleh teroris Mako Brimob harus berpikir tentang sisi kemanusiaan dalam diri anda sendiri.

Bagaimana perasaan anda kalau orang yang terbunuh dalam rumah tahanan tersebut anggota keluarga yang begitu anda cintai. Ketahuilah salah satu anggota polisi Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto satu baru memiliki anak selang tidak sampai dua hari kematiannya. Anak tersebut lahir tanpa ayah karena dibunuh oleh para teroris. Itulah kenyataan pahit dibalik kasus di Mako Brimob kemarin.

Lalu, Ada saja orang yang mendukung apa yang dilakukan para teroris di Mako Brimob, sampai berupaya menggeser isu dengan kasus Ahok. Berpikirlah tentang sis kemanusiaan dalam diri Kita. Pedulilah terhadap manusia yang terbunuh di tangan manusia lainnya.

Baca juga : Informasi Kerjasama Pendirian dan Donasi Buku Taman Baca dengan Sabumi Volunteer

Polisi Tidak Gegabah Menangani Teroris Mako Brimob

Meski pihak POLRI kehilangan 5 anggotanya, polisi tidak gegabah menyerang langsung para tahanan. Pihak kepolisian tidak menjadikan Mako Brimob sebagai medan peperangan. Tindakan penanganan secara tenang tetap dilakukan. Para tahanan menyerah dan langsung dipindahkan ke Nusakambangan.

Sebagai pihak yang menangani kasus terorisme. Pihak kepolisian tentu menyadari membalas membunuh para teroris sama halnya melakukan kebodohan yang sama. Karena orang yang berpikiran nyeleneh dan melakukan pembunuhan tentu bisa menularkan pikirannya kepada orang lain. Kalau penyerangan terhadap teroris dilakukan mungkin akan berbuntut panjang. Lahirnya teroris baru yang sudah bukan rahasia lagi memiliki kebencian dan melakukan polisi sebagai musuh dalam mendan pertempuran.

Hentikan mendukung pembunuhan yang dilakukan oleh para teroris kepada pihak kepolisian. Pembunuhan dalam dalih apapun telah menghilangkan nyawa orang lain. Berpikirlah tentang sisi kemanusiaan kita terhadap manusia lainnya.

 

 

2 thoughts on “Mendukung Teroris Mako Brimob Berpikir Tentang Sisi Kemanusiaan Kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.