Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini
kabar indonesia

KPI Meminta Iklan HAGO Menghina Guru Dihentikan

Bantu Perjuangan Sabumi dengan meng-klik Iklan ini

Setelah menjadi kontroversi dari khalayak ramai, KPI meminta iklan HAGO menghina guru dan melanggar kesopanan dihentikan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menuliskan di website resminya bahwa lembaga penyiaran yang menayangkan iklan komersil “HAGO” dihentikan segera.

Iklan tersebut dianggap tidak sesuai dengan adab dan kesopanan di Indonesia. Adapun aturan yang dilanggar adalah Standar Program Siaran (SPS) KPI Pasal 58 ayat 4 Huruf h. Aturan tersebut menyatakan bahwa program siaran iklan dilarang menayangkan hal bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama.

Netizen protes  atas adegan guru di sebuah lembaga pendidikan malah menyuruh siswa terlambat untuk masuk kelas  secara spesial. Gurunya malah mengantar langsung ke tempat duduk. Ternyata oh ternyata alasannya adalah murid menang permainan game dengan guru.

KPI juga Memberikan Sanksi Teguran Tertulis kepada Lembaga Penyiaran Menayangkan Iklan HAGO Menghina Guru

Tidak hanya sampai disitu, KPI juga memberikan sanksi teguran tertulis kepada lembaga penyiaran yang menanyangkan iklan HAGO yang dianggap menghina guru. Ada beberapa lembaga penyiaran yang mendapat sanksi, seperti: MNC TV, RCTI, Net TV, SCTV, Trans TV dan Trans 7.

Hal yang aneh dari penayangan iklan tersebut adalah iklan tersebut ternyata sudah menerima surat tanda lulus sensor (STLS). Setelah diprotes oleh netizen atau warganet karena iklan dinilai tidak menghormati etika yang berlaku di masyarakat. Padahal, sebelum tayang seharusnya mendapat perhatian, baru bisa ditayangkan.

Baca juga:

KPI Meminta Iklan HAGO Menghina Guru Dihentikan

Aturan Hukum Data Pribadi yang Harus Dilindungi dan Tidak Boleh Disebar Sembarangan

Iklan tersebut juga ternyata mendapatkan petisi di change.org dengan judul “Iklan Hago melecehkan Guru!” Iklan aplikasi game Hago  tersebut di stasiun televisi di Indonesia dianggap menyinggung perasaan para Guru di Indonesia.

Petisi telah ditandatangani lebih dari 9.000 orang pada Pukul 17.10 pada tanggal 14 Mei 2019. Beberapa orang berkomentar di petisi tersebut menilai iklan tidak layak ditayangkan karena tidak sopan ke guru. Ada pula pihak yang menilai iklan tersebut mungkin tidak ada maksud merendahkan, namun membuat guru tersingung. Sehingga, iklan tersebut layak untuk dihentikan.

KPI telah mengumumkan perintah penghentikan iklan HAGO di website dan media sosial resmi mereka. Pihak Hago Indonesia pun tampaknya sudah menurunkan penayangan iklan televisi tersebut.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close