Harga BBM Turun Termasuk Jenis Pertamax, Saya Tetap Beli Dua Puluh Ribu

pertamina umumkan harga BBM turun

Bangun pagi dan membuka berita online ternyata harga BBM turun, termasuk minyak yang sering saya pakai Pertamax yang harganya berkurang dua ratus perak. Pertamina mengumumkan harga Pertamax menjadi Rp10.200, sedangkan sebelumnya Rp10.400.

Senangkah saya? Oh tidak juga karena berapa pun naik turunnnya, saya selalu membeli minyak Pertamax sebanyak dua puluh ribu rupiah. Jadi ya ndak pengaruh tuh buat saya. Saya menggunakan Pertamax setiap hari, bukan karena saya kaya. Bukan! Saya pakai pertamax karena ndak mau bikin susah pemerintah yang terbebani BBM bersubsidi.

Anehnya, minyak yang turun ini disambut nyinyir oleh pendukung pemerintah. “Coba siapa yang protes waktu harga BBM turun?” Heran saya, emangnya ngapain protes segala, wong harganya enggak lebih murah dibandingkan kenaikan sebelumnya. Sebaliknya apa yang dibanggakan dengan penurunan harga minyak itu. Tetap saja saya mampu, sekali lagi berapapun harganya beli tetap dua puluh ribu.

Baca juga: Yuk Naik Bus Bandros Bandung Warna Warni Wisata Keliling Kota

Harga BBM Turun itu Cuma Dua Ratus Perak Kok Menjadi Kebanggaan Toh

Ingat loh Harga Pertamax itu sebelum naik Rp10.400 dibawah sepuluh ribu. Jadi penurunan harga kali ini masih lebih mahal dibandingkan harga sebelumnya. Naiknya bisa Rp900 dan turunnya malah Rp200. Sekali lagi harga naik dan turunnya saja enggak seimbang. Jadi apa toh mas dan mbak yang mau dibanggakan.

Mau tidak mau memang kenaikan harga minyak, meski non subsidi pun menjadi dagangan politik. Enggak bisa menyerang harga BBM subsidi ya, serang harga kenaikan minyak non subsidi. Bagaimana pun harga BBM naik itu menjadi beban keuangan bagi setiap orang. Mau dia orang kayak kek, orang miskin kek, pendukung presiden kek, ya harganya makin mahal.

Sebaliknya penurun harga memang harus disyukuri, tetapi ketahuilah harga BBM turun itu tidak signifikan. Apalagi bagi saya yang berapapun harganya, belinya tetap Rp20.000. Tetapi saya sadar kok, kalau penurunan harga membuat jarak tempuh saya bisa lebih jauh sekian meter.

Mba dan mas yang sibuk nyiyirin harga BBM turun, daripada ngebahas tentang harga BBM turun lebih baik mengedukasi masyarakat tentang manfaat penggunaan BBM non subsidi. Biar pengguna motor dan mobil lebih pinter dan maunya ndak cuma beli minyak premium yang harganya disubsidi pemerintah.

Jadi Apa Manfaat Menggunakan Bahan Bakar Pertamax itu?

Nah, harga BBM yang naik maupun turun membuat kita membeli minyak sesuai kondisi kantorng. Tetapi sebagai penggunaa kendaraan pribadi harus tahu kalau penggunaan pertamax itu lebih bagus buat mesin. Tahukah Ada bahwa bahan bakar pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif yang membuat pembakaran lebih sempurna. Pertamax mengandung oktan 92 dan tanpa timbal yang membuat hasil gas buangnya lebih ramah lingkungan.

Anda harus membandingkan Antara Premium dan Pertamax di tebel berikut ini.

Premium Pertamax
Harga lebih murah Harga Lebih mahal
Oktan 88 Oktan 92
Masih mengandung timbal Tidak mengandung timbal
Gas buang masih mengandung CO2 Gas buang rendah dan ramah lingkungan

Kalau dilihat dari tabel di atas, sudah dielaskan dua manfaat menggunakan pertamax, seperti tidak mengandung timbal dan gas buang renda. Manfaat lain penggunaan Pertamax tenaga kendaraan lebih besar, karena proses pembakarannya lebih sempurna. Ruang bakar pun menjadi lebih bersih.

Baca juga: Inilah Cara Olahraga Mengecilkan Perut Tanpa Ke Pusat Kebugaran

Moto yang menggunakan mesin injeksi juga lebih aman perawatannya, karena lubang intake lebih bersih dibanding menggunakan premium. Minyak jenis Pertamax juga membuat kompresi lebih baik dan berpengaruh pada suara mesin yang lebih halus.

Kalau bisa disimpulkan, motor dan mobil akan lebih awet dengan menggunakan Pertamax. Jadi harga minyak non subsidi memang lebih mahal, tetapi kandungannya jauh lebih aman bagi mesin kendaraan Anda.

One thought on “Harga BBM Turun Termasuk Jenis Pertamax, Saya Tetap Beli Dua Puluh Ribu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.