Dukung Kegiatan Sabumi Volunteer
Kabar Indonesia

Runyamnya Dunia Pendidikan Kita Kalau Guru Penyebar Berita Hoax

Polisi telah menangkap seorang guru penyebar berita hoax tentang Megawati Soekarnoputri yang meminta pemerintah menghentikan adzan. Pelaku merupakan seorang guru yang bertempat tinggal Way Kanan, Lampung. Berita yang dilansir dari detik.com tentu menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan.

Guru yang seharusnya menjadi penebar pengetahuan dengan pembuktian kebenaran keilmuan. Bukan malah menyebarkan berita bohong.

Hal yang bikin geleng-geleng kepala ternyata guru tersebut berusia 34 tahun yang masih relatif muda. Tetapi kok malah terlibat bagi-membagi berita yang menyulut kebencian begitu. Tidak main main, guru tersebut kabarnya juga pernah membuat postingan “Selamatkan anggota kami. Anggota PKI adalah anggota paling suci sedangkan Islam itu sesat”

Tulisan tersebut tentu saja bisa menyulut orang lain untuk turut menjadi penyebar berita hoax. Apalagi tidak mengecek kebenaran berita yang dibagikannya.

Ramahnya Jari Kita Bahkan Guru Penyebar Berita Hoax

Bayangkan saja bagaimana nasib anak didiknya kalau seorang guru penyebar berita hoax. Dia berbagi pengetahuan di sekolah, namun jarinya begitu ramah membagikan berita tidak benar di media sosial.

Kalau dipikir pikir tentu menjadi pertanyaan bagaimana akal budi sang guru tersebut yang tidak bisa menyaring kebenaran dan malah berbagi hoax. Ada yang salah dari cara berpikir guru tersebut. Bukan tidak mungkin cara berpikirnya juga bisa disebarkan kepada siswanya.

Pada kenyataannya, bukan guru saja memang yang jari-jemarinya begitu ramah menjadi penyebar berita hoax. Kalau Anda mencari berita tentang polisi menagkap penyebar hoax, ada banyak orang yang sudah ditangkap. Isunya terutama yang lagi hangat tentang ulama yang dibunuh orang gila, munculnya PKI, hingga fitnah terhadap Presiden Joko Widodo.

Hal yang paling menarik dari kasus guru penyebar berita hoax ini, polisi tidak akan diam saja melihat gejala penyebaran kabar bohong di media sosial ataupun dunia maya. Untuk itu, carilah informasi tentang kasus berita hoax di internet, maka Anda akan melihat sendiri jari berbagi berita bohong berakhir di penjara.

Baca juga :

Ikon Wisata Kota Bandung yang Wajib Didatangi Traveler

Penyakit Katastropik Kanker, Gagal Ginjal, Diabetes, Leukemia, dan lain-lain Menjadi Beban Nomor 1 JKN

Penyebar Berita Hoax Tentu Saja Bisa Ditangkap

Bagi Anda yang gemar berbagi berita bohong berhati-hatilah, karena ada aturan undang-undang yang sudah mengaturnya. Guru penyebar berita hoax pun akan cepat ditangkap. Hati-hati penyebar hoax Prabowo dan penyebar hoax Jokowi.

Pada tahun 2016, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menjelaskan kalau pelaku penyebar hoax bisa ditangkap. Pelakunya dapat terancam dengan Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang ITE.

Mari simak isinya, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.”

Sedangkan guru yang tertangkap di lampung bisa kabarnya juga bisa terkena aturan Undang-Undang lainnya yaitu Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Postingannya bisa membuat orang terhasut kebencian tehadap ras dan etnis tionghoa yang belakangan sedang santer menjadi sasaran dari tulisan tentang berita bohong.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close